Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
27



Tidak ada yang salah dari mencintaimu selamanya...


...bahkan ketika tidak ada lagi sosokmu di sisiku.


...


UAS semester 1 pun di mulai hari ini. aku merasa sudah belajar dengan baik. semoga saja nilai ku meningkat. di kelas 11 ini banyak hal yang terjadi sampai aku hampir gila rasanya.


aku pun menghela nafas panjang lalu memejamkan mata ku.


"Ruby? kenapa?" Tanya Mizu penasaran sambil menyentuh pundak ku


"paling juga pusing karna hari ini UAS dia kan pas UTS dapat nilai paling rendah" Sahut Lee tanpa menatap kami


"mulut mu bisa diam tidak sih!?" Jawab ku kesal, dia ga tau apa aku hampir depresi karna dia


"ok" Ujar Lee sambil terus menatap bukunya


"sabar Ruby, kamu kan tau Lee begitu" Ujar Mizu menenangkan ku.


tidak lama kemudian pengawas pun masuk dan ujian di mulai.


setelah ujian selesai hari ini tidak ada kegiatan club sama sekali, aku pun keluar kelas dengan lemas.


"Ruby! jangan lemes gitu dong! pulang bareng yuk ber 3! sebentar lagi kan kita semester 2 akan sibuk dengan ujian tu" Ujar Acha sambil memegang kedua pundak ku dengan kedua tangannya


"Iya Ruby, nanti kamu bisa kangen kita loh haha" Ujar Claude sambil tertawa kecil


"haha, yasudah yuk!" Jawab ku namun tiba-tiba saja Lee keluar kelas langsung menahan ku.


"mau kemana?" Tanya Lee, mata kami smua pun langsung tertuju padanya


"Bukan urusan mu!" Jawab ku sambil melepas tangan ku dari genggaman Lee dengan kasar


"Kamu harus belajar buat ujian besok kan" Ujar Lee sambil menatap ku dengan tatapan tajam


"aku bingung ya, Ruby mau belajar atau ngga juga bukan urusan kamu! kita juga bisa bantu Ruby belajar ko!" Ujar Acha lalu menarik aku dan Claude pergi dari hadapan Lee.


"Acha, tadi cara bicara kamu lumayan jahat juga ya" Ujar ku sambil menatap Acha


Claude dan Acha pun hanya tertawa kecil sambil melanjutkan langkah kami menuju parkiran.


sesampainya di dalam mobil Claude kami pun langsung jalan dan menuju rumah ku, ternyata memang benar mereka mau membantu ku belajar ternyata.


setelah selesai belajar aku menyenderkan tubuh ku di tembok, mata ku melihat ke langit-langit kamar ku.


*Aku kangen Lee* Ujar ku dalam hati lalu memejamkan kedua mata ku. Acha dan Claude terlihat bingung dan saling bertatapan


"Ruby! apa yang sedang kamu pikirkan? aku dan Claude ada disini loh!" Ujar Acha memecah lamunan ku.


"aku cuman kepikiran ... nanti kalian mau kuliah dimana? atau kalian mau kerja?" Tanya ku penasaran.


"sudah pasti aku mau ambil jurusan kedokteran di Tohoku University di jepang. aku dan Acha mendapat beasiswa disana" Jelas Claude.


"kalo aku jurusan sains disana" Jelas Acha.


"eh? Jepang? kenapa harus Jepang?" Tanya ku lagi tanpa sadar air mata ku menetes. "kenapa ga di universitas yang dekat saja? bagaimana kalau aku gak bisa ketemu kalian lagi?" Terus ku sambil mencoba mengusap air mata ku.


Claude dan Acha saling bertatapan lalu tersenyum ke arah ku "Maka dari itu, Ruby belajar yang rajin ya biar bisa ketemu kita di Jepang" Ujar Claude sambil mengusap rambut ku.


"gimana kalo aku gagal? jangan tinggalkan aku" Ujar ku sambil terus menangis depan Claude dan Acha.


Acha pun langsung memeluk ku sambil mengusap kepala ku mencoba menenangkan ku.


"Kita yakin kamu pasti bisa Ruby. Kita tunggu kamu di Jepang ya" Ujar Acha sambil terus mengusap kepala ku


"Ternyata memang benar!" Ujar Claude membuat kami berdua langsung menengok ke arah nya


"Kalian saling suka!" Jawab Claude dengan pedenya membuat aku dan Acha kesal!


"BACOT!" Ujar aku dan Acha serempak, aku dan Acha pun saling bertatapan lalu menatap Claude lalu kami tertawa bersama.


kami pun mengobrol cukup lama karna memang mungkin masa masa ini akan ku rindukan nantinya.


tidak lama kemudian seseorang membunyikan bel rumah ku. aku pun langsung keluar kamar dan membuka kan pintu.


dan ternyata yang datang adalah Lee.


"Sudah ku bilang kamu harus belajar" Ujar Lee lalu dia main masuk saja ke dalam rumah ku.


"Ruby! siapa yang datang?" tanya Acha sambil keluar kamar ku menghampiri ku.


"kita kedatangan tamu yang menyusahkan" Jawab ku sambil menutup pintu dan menatap sinis ke arah Lee.


kami ber 3 pun langsung masuk ke dalam kamar ku bertemu dengan Claude. kami ber 4 duduk dengan sangat hening, jujur saja aku sangat gak nyaman sama yang seperti ini.


"Sepernya kalian ber 2 butuh waktu ya, Acha kita pulang sa--" sebelum Claude menyelesaikan kata-katanya dia menengok ke Acha yang sudah mengepalkan tangannya siap menghajar Claude. "oke kita disini aja" Terus Claude lalu kembali terdiam sambil menundukan kepalanya.


"jadi kamu jadian sama Mizu?" Tanya Acha membuka obrolan


"loh!? langsung to the point?" Tanya ku kembali karna kaget oleh pertanyaan dari Acha untuk Lee


"kan kamu sukanya to the point Ruby" Jawab Acha "Jawab yang tegas kalo kamu laki-laki atau jangan ganggu Ruby kami lagi!" terus Acha


"Tidak" Jawab Lee dengan nada dingin seperti biasanya


"Eh!!!!????" Ujar kami ber 3 karna kaget.


"Terus kenapa kalian sangat dekat bahkan sampai melakukan hal yang biasa di lakukan oleh sepasang kekasih!?" Tanya ku spontan sambil menengok ke arah Lee.


"apa aku harus jawab pertanyaan itu? itu bukan urusan kamu kan" Jawab Lee sambil menengok ke arah ku dengan tatapan dingin nya yang membuat ku takut.


"sorry" aku pun menunduk an kepala ku


"maaf kalo itu buat kamu tersinggung, tapi kamu tau Ruby memang to the point kalo ga mau jawab jangan bicara yang membuatnya tersakiti" Ujar Claude.


"Kalian juga seharusnya tau bagaimana aku terutama Ruby! beginilah cara ku berbicara dan menyampaikan sesuatu" Lee pun berdiri dari duduknya dan menatap ku dengan sinis.


"Kamu duduk! sepertinya memang kalian butuh waktu buat bicara berdua, Ayo Claude kita pulang saja" Ujar Acha lalu mereka pun berdiri dari duduknya. aku mengantarkan mereka ke depan rumah.


aku dan Lee pun kembali menuju kamar dan tetap diam dalam waktu yang lama.


namun tiba-tiba saja Lee pun menarik tangan ku dan lalu memeluk ku.


"lepasin" Ujar ku dengan nada pelan.


Lee pun tetap diam dan terus memeluk ku semakin erat.


"SUDAH KU BILANG LEP--" Belum sempat aku menyelesaikan kata-kata ku dia sudah membungkam bibir ku dengan ciuman.


aku pun melepaskan diri lalu menamparnya karna ini sudah di ujung kesabaran ku.


"Aku benci kamu" Ujar ku sambil mengepalkan kedua tangan ku tanpa melihatnya "Pulang! aku gak mau lihat kamu lagi" Terus ku


"Ok kalau itu mau kamu! aku cuman mau kasih tau Ruby, apa yang kamu lihat tidak sesuai dengan apa yang kamu pikirkan" Ujar Lee lalu berjalan keluar tanpa ku temani.


aku menutup kedua telinga ku dengan tangan dan triak dengan keras melepaskan keluh kesah di hati.


*Aku benci kamu Lee* Ujar ku dalam hati lalu aku menangis dan mengambil sebuah cutter, membuat beberapa goresan di tangan.


sebuah rasa sakit fisik akan meredakan rasa sakit hati jadi akan ku lakukan.


Berlanjut~