
Di bawah langit kelabu dan bulan menangis,
aku menutup mataku...
bahkan bunga-bunga yang bermekaran dengan indahnya,
...suatu saat akan layu juga.
...
seminggu telah berlalu kami sekarang sedang mendiskusi kan drama musikal bahasa Jepang dengan judul Romeo.
"Acha! kenapa aku gak dapat dialog tapi selalu muncul" Keluh ku pada Acha sambil menunjukan kertas skenario pada Acha
"kamu tetap latihan ya kamu gak dapat dialog tapi kamu banyak bergerak disini" Jawab Acha sambil tersenyum "Ayo mulai latihan waktu kita gak banyak loh" Terus Acha
"Acha!!!!!"
-adegan teater-
aku duduk di sebuah kursi ratu dengan pengawal ku, aku berusaha membuat ekspresi se anggun mungkin.
lalu tiba-tiba saja Lee datang dengan gagah nya ke hadapan ku dan semua pengawal dan prajurit ku siap menyerang Lee jika terjadi sesuatu.
sebuah nada pun di putar,
aku mengepalkan kedua tangan ku di dada "Romeo" Ujar ku sambil ber ekspresi penuh harap menatap Lee yang sedang berjalan ke arah ku
"はじめましてお嬢さん西の国から" Lee Bernyanyi sambil menghampiri ku yang sedang duduk di kursi Ratu
(Hajimemashite ojou-san Nishi no Kuni kara)
(Senang bertemu dengan mu, Tuan Putri Perkenalkan saya datang dari Negri Barat)
"愛のために貴方に会いに来ました" Terus Lee bernyanyi sambil menaiki 2 anak tangga yang ada di depan kursi ratu ku.
(Ai no tame ni Anata ni ai ni kimashita)
(datang untuk bertemu dengan mu demi cinta)
"急な話ですがどうかおどらかないで、僕のお姫様にねなってください" aku berdiri dari duduk ku lalu Lee sambil terus menyanyi menyentuh dagu ku agar melihat ke arahnya
(kyuu na hanashi desu ga douka odora ka naide, Boku no ohimesama ni ne natte kudasai)
(meski ini terlalu tiba-tiba, jangan lah terkejut. mau kah kau menjadi tuan putri ku?)
lalu Lee pergi berjalan menjauh dari ku dan menatap penonton yang di depan.
-Cut!-
"Cut! Cut! duh! ekspresi nya dong Lee! suara mu dan action sudah bagus! kurang ekspresi nya. masa kamu mau melamar tuan putri pake tatapan dingin begitu!" Keluh Acha aku pun menatap Lee yang terlihat sangat jelas dia kesal "Ayo sekarang scene nya Claude! jangan sampai membuat ku kecewa ya" Terus Acha
-Adegan Teater-
aku duduk di sebuah altar dengan background taman kerajaan aku menopang dagu ku dengan kedua tangan ku.
sebuah nada di putar,
"悩んでるのお嬢さん浮かない顔は" Claude mulai menyanyi sambil menghampiri ku yang sedang duduk di altar taman kerajaan
(nayanderu no ojou-san ukanai Kao wa)
(apakah kau sedang risau, tuan putri? wajahmu kelihatan muram)
"似合わないよホラーホラ耳を貸してよ" Claude terus menyanyi sambil menaruh tangan nya di dada lalu menundukkan tubuhnya memberi salam kepada tuan putri
(niawanai Yo hora-hora Mimi wo kashite Yo)
(sama sekali tidak cocok untuk mu, kemarilah ku bisik an sesuatu)
aku pun bangun dari duduk ku dan menghampirinya "もしもよろしければですが俺と一緒に" Terus Claude dengan nada dan ekspresi yang benar-benar seperti seorang pangeran.
(moshimo yoroshikereba desu ga ore to isshoni)
"全て捨てて逃げよう東の国ヘ" Lanjut Claude lalu tersenyum mengambil jarak dengan mengikuti irama musik
(subete sutete nigeyou Higashi no Kuni e)
(buanglah segalanya dan melarikan diri bersama ku ke negeri timur)
-cut-
semua yang ada di ruangan memberi tepuk tangan kepada Claude yang langsung turun dari atas panggung
"Bagus Claude! pertahankan yang tadi! suara, action dan ekspresi sempurna!" Ujar Acha sambil mengacungkan jempol ke Claude "oke istirahat dulu 15 menit habis itu kita lanjut" Terus Acha lalu kami pun mengiya kan perintahnya
aku pun mencoba melihat scenario nya lagi sambil duduk dan menyender ke tembok. lalu tiba-tiba saja Lee menghampiri ku lalu duduk di samping ku.
"kenapa kamu mau ikutan drama ini?" Tanya ku tanpa menatap Lee.
"Aku ingin mencoba sebuah hal baru" Jawab Lee dengan nada dingin seperti biasa
"menyerah saja, aku juga muak harus melihat mu di kelas lalu sekarang latihan juga bareng"
"kenapa aku harus menyerah?"
"aku tidak ingin melihat mu lagi"
tidak lama kemudian Mizu pun datang dan menghampiri Lee yang sedang berada di sebelah ku.
"Lee kamu jadi semakin dekat dengan Ruby ya" Ujar Mizu sambil duduk lalu menyandarkan kepalanya pada pundak Lee
"kami hanya sedang latihan" Jawab Lee
"Jangan terlalu Deket" Ujar Mizu sambil bergelayut manja
"Ah! Bacot!" ketus Ku sambil membanting kertas scenario lalu pergi menjauh dari mereka
"lah ... ko Ruby jadi kasar" Ujar Acha sambil menunjuk ku yang berjalan menjauh dari Mizu dan Lee. lalu Acha menengok ke arah Claude yang hanya menaik an pundaknya menanda kan dia tidka tahu.
aku pun mencoba mengendalikan emosi ku sebisa mungkin agar latihan kali ini bisa mendapatkan hasil yang sempurna.
tidak lama kemudian kami pun kembali latihan.
"Ayo scene selanjutnya siap-siap Ruby, Lee dan Claude" Ujar Acha dan kami pun bersiap di atas panggung
-Adegan Teater-
sebuah nada di putar,
"寂しそうなその紅い唇に" Lee mulai bernyanyi sambil menunjuk bibir ku, aku pun menatapnya dengan ekspresi bingung.
(samishi sou na sono Akai kuchibiru ni)
(pada bibir merah yang kesepian itu)
Lee pun memberi jarak sambil melangkah mengikuti irama, aku pun berjalan kaku berputar layaknya seorang tuan putri mendekat ke arah Claude "優しい魔法かけるよ" Terus Claude menyanyi, dari belakang ku Claude menutup mata ku dengan tangan kanan nya dan memegang dagu ku dengan tangan kirinya.
(yasashii mahou kakeru Yo)
(Akan ku berikan sihir yang lembut)
-cut-
"cut! cut! Lee! ekspresinya jangan datar! haduh! udah lah latihan untuk hari ini sampai disini dulu! bisa stress aku lama-lama gemas sama ekspresi Lee. Lee kamu latihan yang benar dulu di rumah besok kita latihan lagi" Ujar Acha mukanya terlihat sedikit tertekan karna sudah hampir jam 5 sore ekspresi Lee belum bisa di kontrol.
aku menghampiri Lee lalu menepuk pundak nya "jangan di masuk in hati, begini lah latihan kita biasanya" Ujar ku tanpa menatap Lee, lalu aku turun dari panggung dan membereskan barang ku bersiap untuk pulang.
aku menggendong tas ku lalu melangkah berjalan keluar ruang Teater. langkah ku terhenti ketika aku melihat Mizu sedang duduk di lorong sambil memeluk kedua kakinya.
Mizu melihat ku keluar lalu tersenyum ke arah ku. aku pun langsung membuang pandangan ku dari Mizu dan kembali melangkah untuk pulang ke rumah.
berlanjut~