Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
25



PERINGATAN!!!


CHAPTER INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA. BAGI PEMBACA YANG DI BAWAH UMUR ATAU Merasa TERGANGGU DENGAN UNSUR TERSEBUT SILAHKAN SKIP CHAPTER INI.


...


Aku selalu melihat ke arahmu,


bahkan tanpa kau sadari...


...bahkan tanpa ku sadari.


...


Tibalah hari dimana penampilan drama musikal bahasa Jepang kita di mulai. aku pun keluar dari ruang ganti dengan dress dan mahkota putri ku.


beberapa kali aku berputar di depan kaca, aku merasa ini kostum terbaik yang pernah ku pakai. tidak lama kemudia Lee dan Claude keluar dari ruang ganti. jujur deh mereka kenapa jadi makin ganteng begini.


dan lagi dengan licik nya Acha dan tim club seni pembuat banner mereka hanya memasang gambar muka Lee dan Claude.



ya memang sih judul Drama musikal nya Romeo tapi se enggaknya kasih muka ku gitu. kan aku yang mereka perebutkan di drama musikal ini.


"Claude! lihat aku! bagus kan?" Ujar Ku pada Claude sambil beberapa kali berputar memamerkan gaun Tuan Putri ku.


"Cantik seperti biasa" Jawab Claude sambil tersenyum.


sesekali aku melirik Lee namun Lee hanya membuang pandangan nya dan berjalan menjauh dari ku.


aku melihat dia menghampiri Mizu dan beberapa kali selfie. tidak mau kalah aku pun mengajak Claude Selfie juga.


aku melihat hasil fotonya lalu wajah ku pun memerah...


*wah ganteng banget aku sama Claude benar-benar seperti Raja dan Ratu* Ujar ku dalam hati sambil terus memperhatikan hasil fotonya.


"Woi putri Halu! buruan ke panggung teater, drama nya udah mau di mulai" Ujar Acha tiba-tiba datang membuat ku langsung menyimpan ponsel ku.


"Siapa yang kamu maksud Putri halu!?" Tanya ku dengan wajah kesal, Acha pun tertawa melihat ku.


"Hahaha, udah sana buruan" Jawab Acha aku pun mengikuti arahannya.


Yap, benar saja pada saat drama kami di mulai semua penonton sebagian besar wanita dan berteriak ketika kedua pangeran ini muncul.


ketika drama selesai aku rasanya mau pingsan, benar-benar melelahkan. aku mencari dimana Claude namun ternyata Claude sedang berfoto dengan banyak penggemar wanitanya. aku hanya melihat Lee sedang Minum sambil menyenderkan tubuhnya.


aku pun tanpa berfikir 2x aku langsung menghampiri Lee.


"Lee tolong" Ujar ku namun tiba-tiba saja pandangan ku pun buram dan aku pingsan di hadapan Lee.


tidak lama kemudia aku membuka mataku, aku melihat di sebelah ku ada Lee sedang duduk sambil membaca bukunya. membuat ku teringat waktu awal siuman dari koma, Lee juga seperti ini.


"Lee" Ujar ku, Lee pun langsung menengok ke arah ku.


aku melihat baju ku berubah, perasaan waktu pingsan aku masih menggunakan kostum.


"Kenapa baju ku berubah!? siapa yang gantiin!?" Tanya ku panik langsung bangun dari posisi tidur ku menjadi duduk di atas ranjang UKS.


"gak usah panik, bukan aku yang gantiin baju kamu!" Jawab Lee tanpa melihat ke arah ku


"terus? siapa?"


"Mizuki"


aku sedikit tenang namun ... Mizu? kenapa dia yang gantiin baju ku, bukan kah itu hal yang merepotkan


"Karna kamu udah bangun aku pergi dulu" Ujar Lee sambil menutup bukunya dan hendak keluar ruang UKS


"Kemana!?"


"gak usah banyak tanya, nanti Claude kesini. Bye..." sambil melambaikan tangan nya tanpa menengok ke arah ku.


"Aku gak apa-apa Claude" Ujar ku sambil mengelus punggung Claude mencoba menenangkannya


"Lain kali jangan memaksakan dirimu" Ujar Claude sambil memeluk ku semakin erat.


tunggu .... tunggu .... Claude ini gak cuman meluk ...


"Claude, ini di ruang UKS loh" Ujar ku karna sadar tali dalaman ku di lepas olehnya.


"Gak ada orang disini, yang berjaga UKS juga sedang jaga di ruang obat-obatan" Jawab Claude sambil melepas pelukannya.


Claude pun duduk di samping ku di atas ranjang UKS. dia memegang pipiku dengan tangan kanannya sambil mendekatkan wajahnya.


"Tapi aku baru sadar dari pingsan loh" Jawab ku sambil mengalihkan pandangan.


"Kamu mau ga?" Tanya Claude, Aku pun langsung menatapnya dan mengangguk an kepala ku.


Claude pun mencium ku dan aku membalas ciumannya sambil memeluknya. rasanya aku sudah lama tidak seperti ini ... aku lupa rasanya ternyata senyaman ini ...


Claude pun melepas ciuman nya. aku mencium leher Claude sampai menimbulkan bekas merah pada lehernya.


"bandel kamu ya" Ujar Claude lalu membalas mencium Leher ku sambil membuka kancing baju ku.


aku pun mencoba sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara agar tidak di curigai karna kita sedang berada di sekolah.


"Guys! Ini di sekolah loh! kalian bisa stop ga?" Ujar Acha dari depan pintu ruang UKS.


aku pun kaget dan langsung mengancingkan baju ku seperti semula.


Acha masuk ke dalam ruang UKS menghampiri kami lalu melipat tangan nya di dada sambil menatap kami berdua dengan tatapan marah.


"Kalian gak mikir apa!? nanti kalo kalian ketauan sama guru atau murid lain yang jelek juga club teater! kenapa ngelakuin disini! untung aja yang ngeliat pertama kali aku doang!" Ujar Acha dengan nada tinggi, aku dan Claude pun hanya bisa menunduk an kepala.


"Maaf kelepasan" Jawab Claude sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu kira kelepasan bisa di jadiin alasan!? Claude! kita itu udah kelas 12! kita harus kasih contoh yang baik ke Ade kelas kita! jangan malah begini!" Bentak Acha semakin marah.


aku pun berdiri dari duduk ku dan menghampiri Acha. aku memeluk Acha sambil mengelus kepala Acha dengan lembut.


"Ruby! kamu ngapain!?" Tanya Acha dengan nada tinggi


"Iya kami salah, Maaf ya sahabat ku" Ujar Ku sambil terus memeluk Acha.


"Huft! Yaudah jangan lakukan lagi" Jawab Acha yang terlihat sedikit lebih tenang.


Claude kebingungan melihat ku yang terlalu dekat dengan Acha.


"Kalian... saling suka?" Tanya Claude membuat kami menatapnya secara spontan.


Acha pun menghampiri Claude lalu menjitak kepalanya.


"Aw!" keluh Claude


"Emang kamu kira kita kayak kamu hah!? namanya persahabatan sesama perempuan ya begini" Jelas Acha


"kamu kenapa kasar banget sih. kalau begini mana ada laki-laki yang mau sama kamu nantinya!" Ledek Claude sambil memegang kepala nya yang habis di jitak oleh Acha.


"Apa kamu bilang!?" Tanya Acha sambil mengepalkan tangannya siap menghajar Claude lagi.


Claude pun bersiap melindungi kepalanya dengan cepat.


"udah dong kalian kenapa malah berantem sih" Ujar ku mendinginkan suasana yang tadinya terasa sangat panas bahkan ruang UKS ini bisa terbakar jika aku tidak mencoba mendinginkan suasana.


Acha pun berjalan ke arah ku dan merangkul pundak ku "kali ini Ruby pulang sama aku! takutnya kalian ngapa-ngapain lagi kalo pulang bareng" Ujar Acha lalu membawa ku keluar ruang UKS


"ACHA!!!!!!" Teriak Claude namun Acha tidak memperdulikannya.


di luar ruang UKS pun aku dan Acha tertawa bersama.


berlanjut~