Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
3



ketika aku selesai mandi aku pun mengecek ponsel ku yang terus berdering dari tadi ntah pesan dari siapa.


ketika ku lihat ternyata pesan dari Lee yang sangat amat banyak.



nih orang ga sabaran banget sih emang dia kira aku sampai rumah langsung buka HP apa, dimana mana ngajak berantem terus .... ku biarkan saja lah chat dia.


kira-kira White prince ku akan chat tidak ya? baru juga bertemu rasanya udah kangen saja ... gak sabar nunggu hari besok untuk bertemu sama dia. haah ... aku menyedihkan sekali seperti ini ...


aku pun menidurkan tubuh ku di kasur dan menaruh lengan ku di atas dahi ku.... sudah lah aku harus istirahat sekarang ...


ke esok an harinya aku pun datang pagi seperti biasa. aku melihat Lee masih sendirian di kelas sambil membaca bukunya. aku duduk di kursi ku lalu membuka ponsel ku untuk mengecek pesan dan berharap white prince ku meninggalkan pesan namun ternyata nihil


*menyedihkan! berharap apa sih aku!* Ujar ku dalam hati lalu menidurkan kepala lu di atas meja tanpa menengok ke arah Lee.


"pagi-pagi udah lemas, kenapa lagi?" Tanya Lee penasaran.


"Aku di abaikan" Jawab ku dengan nada lemas tanpa menengok Lee


"kamu? di abaikan? bukan nya kamu yang mengabaikan pesan ku semalam?" Tegas Lee bingung


"ga tau lah, jangan ajak aku bicara dulu"


"Bodoh" ketusnya namun aku tidak memperdulikan mulut kasar nya yang tak berguna itu.


aku mendengar suara kursi Lee di geser mendekat namun aku tetap tidak bergerak dari posisi ini namun tiba-tiba Lee memegang kepala ku dan mengelusnya dengan lembut ...


"jangan sedih terus bodoh aku tidak mau melihat kamu sedih" ujar nya sambil terus menyentuh kepala ku.


aku pun langsung menyinggirkan tangan nya dari kepala ku dengan cepat "jangan ganggu aku" Ujar ku tanpa menengok ke arah nya.


aku melakukan ini karna Acha bilang kejar salah satunya kan? aku mau White prince ku dan kenapa Black Prince ku malah bersifat hangat begini.


suara kursi bergeser kembali terdengar sepertinya Lee menggeser kursinya menjauh dari ku ... *Aku memang bodoh* Ujar ku dalam hati.


kami pun tidak berbicara sama sekali sampai beberapa orang datang.


"Lee ini coklat buat kamu" Aku mendengar suara Wanita dan langsung mengangkat kepala ku untuk melihat siapa wanita yang memberikan makanan manis itu pada Lee.


aku pun memperhatikan Lee yang sepertinya tidak tertarik dan malah memakai Headset nya depan wanita itu *dingin seperti biasanya* Ujar ku dalam hati.


wanita itu pun pergi dengan tatapan kecewa keluar dari kelas ku.


...


..


.


bell istirahat pun berbunyi kali ini aku tidak semangat untuk memakan bekal ku ... dan berharap dia kesini bersama Acha.


aku pun melihat ke arah pintu kelas dengan penuh harap .... dan aku terkejut ketika dia datang sendirian membawa roti dan susu coklat nya


"Ruby aku hari ini sendiri kesini .... Acha masih sibuk sama teks buat drama nya" Jelas Claude aku pun masih memperhatikan dia secara tidak percaya dia sendirian kesini "Ruby? kamu gapapa? mau ku Panggilkan Acha?" Tanya Claude dengan wajah kebingungan.


"g-ga-gapapa, ayo makan bareng" Jawab ku sambil tersenyum. mood ku kembali bagus dengan adanya dia yang datang sendiri... aku rasanya tidak ingin berhenti tersenyum.


Aku pun mulai memakan bekal ku sambil menatap ke arah Claude *makan pun tetap terlihat tampan* Ujar lu dalam hati.


namun tiba tiba saja Lee menutup buku nya secara kasar membuat ku kaget dan menengok ke arah nya. wajah nya terlihat sangat kesal, apa aku membuat kesalahan? aku melirik ke arah Lee sesekali yang sepertinya mood dia sedang berantakan.


"Ada apa Ruby?" Tanya Claude penasaran.


"gapapa ko ... lanjut lagi ka tadi cerita nya gimana" Jawab ku langsung antusias menatap Claude untuk lanjut mendengarkan obrolan darinya.


*Brak!


Lee membanting buku nya ke atas meja dan tiba tiba saja Claude berdiri dari bangku nya


"Maksudnya apa ya dari tadi begitu?" Tanya Claude geram ke arah Lee


Lee tidak memperdulikan Claude dan malah memasang headset nya dengan wajah tak peduli sama Skali.


Claude pun semakin kesal dan menarik kerah baju Lee secara kasar di dan semua mata anak yang ada di kelas ku tertuju ke mereka ber 2


Lee melepaskan cengkraman Claude dengan wajah dingin nya seperti biasa lalu kembali duduk dengan tenang seperti tidak ada Masalah sama sekali.


"udah Claude, udah ya jangan di ladenin lagi dia ... kayaknya dia ke ganggu. yuk ngobrol di luar kelas aja yuk" ajak ku ke claude yang masih menatap Lee dengan sinis


"urusan kita belum selesai" Ujar Claude menunjuk Lee yang terlihat tidak peduli sambil kembali membuka buku nya


aku menarik Claude ke arah taman sekolah dan duduk di bangku taman.


"Maaf aku kebawa emosi" Ujar Claude merasa bersalah pada ku "Lain kali kayaknya memang harus ada Acha ya" Terus Claude


aku hanya bisa diam menatap ke arah bawah ... aku tidak tau harus berkata apa namun aku ingin dia terus di sisi ku


aku pun mengangkat wajah ku dan melihat ke arah depan. aku melihat Lee berjalan ke arah ku dengan langkah yang cepat. dia menghampiri ku lalu menarik tangan ku seketika aku langsung berdiri dari tempat duduk.


seketika Claude pun menahan ku dengan menarik tangan ku yang satu lagi.


"Mau di bawa kemana? ga liat aku lagi ngobrol sama dia?" Ujar Claude yang kembali menatap Lee dengan sinis


Lee melepaskan genggaman tangan nya "mau aku bawa kemana juga apa urusan nya sama kamu?" Jawab Lee dengan wajah dingin nya.


"Aku senior nya aku wajib tau dia mau di bawa kemana sama cowo keras kayak kamu!" Tegas Claude sambil menunjuk wajah Lee dengan jari nya


aku bingung kenapa mereka malah berdebat seperti ini sih lagian ini sebentar lagi bell masuk juga


"Udah udah sebentar lagi bell masuk mending kita ke kelas saja" Jelas ku ke mereka ber 2


"yaudah aku anter yuk" Jawab Claude


"gak perlu! dia sama aku aja! aku sama dia kan sekelas" Jawab Lee lalu menggandeng tangan ku yang mulai jadi bahan tarik tarik an


*duh cape! kapan mereka selesai* keluh ku dalam hati


"Claude kamu langsung ke kelas aja kita nanti juga ketemu di club. aku ke kelas sama Lee aja ya" Jawab ku dan sekilas aku melihat wajah Claude yang kecewa


"denger sendiri kan!?" Ujar Lee dan langsung menarik ku menjauh dari Claude.


aku masih melihat ke arah Claude yang masih berdiam diri di tempat sambil menatap ku dengan tatapan sedih nya.


*Aku memang bodoh* Ujar ku dalam hati lalu kembali menengok ke depan karna sudah mulai tidak berani menengok ke arah Claude yang wajah nya kecewa


~Berlanjut~