Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
16



Cukup menggenggam erat tangan mu saja,


membuatku melupakan kemana arahku menuju....


ke tempat yang tidak di huni apapun,


ke dunia yang tidak di kenal siapapun


....bersamamu.


...


ahirnya aku kembali ke rumah setelah lama terbaring di rumah sakit itu.


*Ting


ponsel ku pun berbunyi dan ternyata pesan dari Acha, aku pun langsung membalas nya.



tidak lama kemudia Acha pun datang ke rumah ku dan langsung memeluk ku saat itu juga.


"Hwaa....!!! aku kira aku gak bisa ngeliat kamu membuka mata lagi" Ujar Acha sambil terus memeluk ku


"jangan ngomong yang ngga ngga kamu ya" Jawab ku sambil membalas pelukan Acha


"Ayo sekarang cerita sebenernya ada kejadian apa waktu itu" Ujar Acha sambil melepaskan pelukan nya.


"sebenernya aku pengen banget cerita tapi aku gak ingat apa-apa waktu itu. yang aku ingat cuman aku bangun sudah di rumah sakit dan Lee bilang aku koma selama seminggu" Jelas ku lalu duduk di kasur ku sambil memeluk sebuah bantal.


"haih, yasudah kalau udah ingat cerita ke aku ya nanti" Ujar Acha lalu duduk di samping ku.


Acha pun bercerita tentang kejadian di club selama aku koma. namun keadaan berubah ketika dia mulai cerita tentang Gavin.


"Aku kurang paham Cha. aku sendiri belum pernah merasakan pacaran dan juga aku masih labil soal Claude atau pun Lee"


"ntah lah aku rasa dunia terlalu kejam buat aku. aku terkadang merasa lelah dan mau istirahat soal perasaan ini. padahal harusnya aku bisa menyerah saja karna aku sudah tau kenyataan nya. tapi ..."


"tapi?"


"ini bukan soal menyerah atau ngga nya. ini soal kalau sekali kamu jatuh hati sama seseorang kamu akan terus merasa terikat dengannya. cara untuk menyerah hanya membenci, tapi aku masih belum sanggup buat melakukan itu" Jelas Acha sorot matanya terlihat ingin menangis namun dia sepertinya menahan air mata nya


seketika tubuh ku bergerak dengan sendiri nya memeluk Acha dan mengelus rambutnya dengan lembut.


*jangan menangis* kata-kata ini selalu Ter ulang di kepala ku


"aku yakin Acha pasti bisa lewat in ini semua. Acha cewe kuat"


"makasih ya Ruby. kamu emang sahabat ku" Jawab Acha sambil mulai menangis.


Acha menangis mengeluarkan apa yang selama ini dia rasakan. aku bisa sedikit merasakan bagaimana perasaan Acha saat ini.


namun aku seperti sedikit mengingat sesuatu yang berhubungan dengan Gavin walau samar-samar.


*Jauhin Claude!* seketika ingatan yang mencoba untuk keluar terus menerobos kepala ku.


waktu menunjukan pukul 3 sore Acha pun sudah pulang. aku merebahkan tubuh ku di ranjang sambil mencoba mengingat ingat kejadian sebelum aku terbaring lemas di rumah sakit.


dan lagi .... kenapa di rumah sakit waktu itu cuman ada Lee? dimana Claude ku? apa dia tidak berniat menjenguk ku sama sekali?


memikirkan kedua lelaki ini terkadang bisa membuat ku semakin bingung soal perasaan. kenapa mereka mempunyai sifat yang terus berubah berubah tanpa kejelasan.


*Ting


suara ponsel memecah lamunan ku, aku pun langsung melihat ponsel ku kira kira siapa yang mengirim ku sebuah pesan.



aku pun langsung membuka kan pintu untuk Claude dan mempersilahkan nya masuk.


ketika masuk ke dalam kamar ku Claude langsung memeluk ku, semakin lama pelukan nya semakin erat seakan akan ada ketakutan yang tidak bisa di jelas kan.


"Maaf aku gagal menjaga mu" Ujar Claude sambil terus memeluk ku.


"tunggu, Claude ... maksudnya? aku ga paham. aku saja tidak ingat kejadian apa-apa yang aku tau, aku bangun di ranjang rumah sakit" jawab ku kebingungan sambil sedikit berontak.


"jangan gerak! seperti ini dulu, sebentar saja ... aku kangen kamu" Ujar Claude.


aku pun memperhatikan claude. rambutnya masih sedikit basah, bau shampo nya bisa tercium sangat jelas. apa dia langsung kesini habis mandi?. yang ku tahu dulu dia sempat memeluk ku dan jantung ku rasanya ingin melompat dari tempat nya.


namun ....


kenapa sekarang aku merasa biasa saja? aku malah memikirkan soal Lee. kenapa Lee gak kesini ya?


Claude pun melepaskan pelukan nya lalu menatap mata ku.


"ke-kenapa?"


tiba-tiba saja dia langsung mencium bibir ku dengan cepat aku langsung melepaskan ciuman nya.


"Claude! kamu ngapain!?" Tanya ku sedikit panik dengan yang dia lakukan.


namun Claude tetap mencium ku, ciuman nya sedikit memaksa membuat ku tidak nyaman. namun dia menahan kepala ku supaya aku tidak melepas ciuman nya.


Claude pun mendorong tubuh ku ke atas kasur dan menempatkan diri nya di atas ku. dia memegang kedua tangan ku. sebisa mungkin aku bergerak agar dia tidak melakukan lebih dari sebuah ciuman.


namun dia memegang tangan ku semakin kuat sehingga aku sulit bergerak. aku pun menutup kedua mata ku dengan cepat


"Ruby! dengarkan aku!" Ujar Claude aku pun membuka kedua mata ku. "Aku kangen kamu, kenapa kamu jadi gini?" terus Claude sambil menatap kedua mata ku


"Apa harus begini? Claude, aku tidak nyaman. jangan di terus kan ya ... ku mohon" Jawab ku sambil menatap balik mata Claude


"kenapa? kita pernah melakukan nya dan kamu tidak menolak. tapi sekarang, kamu menolak ciuman dari ku. ada apa sebenernya!?" Ujar Claude, sorot matanya memperlihatkan bahwa dia kecewa pada ku.


"aku hanya sedang tidak ingin, aku baru sehat dari koma. ku mohon jangan lakukan ini dulu"


"apa kamu sudah tidak mempunyai rasa pada ku? apa perasaan mu sudah sepenuhnya pada black prince mu itu?" Tanya Claude "Ruby aku akan rebut dia dari kamu, kalau aku tidak bisa mendapatkan mu aku akan mendapatkan dia untuk ku" Terus Claude sambil melepaskan ku.


aku pun bangun dan duduk di sebelah Claude.


"coba saja rebut dia dari aku" ujar ku sambil menunduk an kepala "Claude ... kamu tampan, banyak wanita yang suka sama kamu, kenapa harus laki-laki yang kamu incar? kamu juga seharusnya tau bahwa Lee stright. kamu gak akan bisa dapetin dia" terus ku sambil terus menunduk an kepala


"aku juga dulu stright, semua orang bisa berubah tergantung sekitar nya. kalo aku terus usaha dia bisa aja aku rebut dari ka--" belum sempat Claude menyelesaikan kata-katanya aku pun berteriak


"JANGAN!"


"Kamu ta--"


"KU BILANG JANGAN PERNAH SENTUH DIA!"


Tiba-tiba aku ingat semua nya kejadian sebelum aku koma dan soal ka Gavin. tubuh ku bergetar, aku ketakutan ... tolong jangan buat Lee ku menyukai sesama jenis. dan tolong ..... aku mau kamu berubah Claude.


aku pun berdiri dan menempatkan diri ku di depan Claude. ku elus dengan lembut rambutnya lalu ku cium dia.


Claude pun membalas ciuman ku berbeda dengan yang tadi ciuman ini terasa lebih lembut dan tidak memaksa.


sambil memeluk tubuh ku Claude tidak melepaskan ciuman nya.


*tolong berubah lah* Ujar ku dalam hati sambil membalas peluk an Claude.


berlanjut~