Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
12



***Bunga di kanan mu,


Debu bintang di kiri mu


Langit berwarna-warni dan bulan tersenyum,


pada hari dimana kita bertemu lagi***.


...


waktu tidak terasa ternyata sudah sampai di hari terakhir UTS ... rasanya melelahkan sekali


aku pun menengok ke arah Lee yang sedang sibuk membereskan alat sekolah nya.


"Hari ini jalan-jalan yuk, aku lagi pengen makan enak ni" Ujar Ku pada Lee yang masih terlihat sibuk


"mau jalan-jalan kemana? kamu ga latihan teater hari ini? nanti aku yang kena omel sama Acha kalau kamu bolos latihan dan pergi sama aku" Jelas Lee


"tapi aku males banget harus ketemu Claude itu" jawab ku lemas.


"aku juga agak sibuk di club seni hari ini. kamu harus profesional dong masalah pribadi jangan di bawa ke Club" Ujar Lee lalu menggendong tas nya "Semangat!" Terus Lee lalu pergi keluar kelas meninggalkan ku


ya setelah di pikir-pikir benar juga sih ... ya sudah lah aku ke Club saja latihan walau aku masih kesel banget sama Claude juga.


sesampainya aku di ruang club teater belum ada yang datang ternyata aku pun mengeluarkan naskah ku dan menghafal beberapa bagian yang belum ku hafal.


tidak lama kemudian Claude pun datang aku hanya melihatnya sekilas lalu lanjut kembali fokus pada naskah ku.


Claude berjalan ke arah ku dan duduk di samping ku. seketika aku langsung mengambil tas ku dan pindah tempat duduk sedikit jauh dari Claude


tidak lama kemudian Acha pun datang melihat ku dan Claude duduk saling berjauhan dia pun mendekati ku.


"kalian marahan?" tanya Acha penasaran


"ga" Jawab ku dingin tanpa menengok ke Acha


"dia aja yang menghindari ku sejak lama!" Ujar Claude


"Gak usah ke ge er an! buat apa aku menghindar dari kamu!?" Jawab ku mulai emosi.


"guys santay guys sebenernya ada apa ini coba jelas in pelan pelan" Ujar Acha semakin bingung sama apa yang terjadi di antara aku dan Claude


"Tanya aja sama Ruby! aku aja sampe sekarang ga tau salah ku dimana" Ujar Claude dengan memasang muka kesal


"dia bilang suka sama aku tapi malah cium odel-" belum sempat menyelesaikan kata-kata ku, aku langsung menutup mulut ku dengan kedua tangan ku


"oh, jadi kamu liat kejadian waktu itu. bukan nya itu ga baik ya mencari tau masalah pribadi orang lain" Ujar Claude menutup naskahnya dengan kasar dan berjalan ke arah ku.


Acha pun langsung berdiri untuk menahan Claude yang sepertinya terlihat emosi


"Claude dia perempuan Claude tahan!" Ujar Acha sebisa mungkin menenangkan Claude


"ga tau lah ya terserah aja!" ujar ku ikutan kesal lalu pergi keluar ruang teater.


cowo nyebelin! bukan nya minta maaf malah marah balik! egois! mentang mentang yang suka sama dia banyak. dia bisa permainkan cewe begitu aja!


kesel! kesel! kesel!


aku pun berjalan ke arah mesin minuman. sepertinya minum susu kotak akan memperbaiki mood ku yang sangat hancur saat ini.


aku melihat seorang lelaki sedang kebingungan di depan mensin minuman sambil menggaruk kepala nya. karna aku merasa kenal dengan orang itu aku pun menghampiri nya.


"ka Gavin? ko kayak kebingungan gitu" Tanya ku penasaran


"eh Ruby, ini loh aku lupa bawa uang sedangkan ruang club ku kan di lantai 4. apa kamu bisa pinjamkan aku uang? besok ku ganti deh"


"boleh aja. butuh berapa?" tanya ku sambil mengorek saku ku untuk mengambil uang


"100 Yen saja"


"trimakasih Ruby"


Ka Gavin pun langsung menekan mesin minuman nya dan membeli sebuah soda kalengan lalu pergi meninggalkan ku.


aku pun membeli satu susu kotak rasa moca dan kembali ke ruang teater yang sudah terlihat ramai.


kami pun latihan seperti biasa. aku mengingat kata-kata dari Lee yang supaya aku bersikap profesional.


tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 sore yang waktunya latihan sudah selesai.


Acha pun menghampiri ku tiba-tiba


"lebih baik kamu baikan sama Claude, akting kalian jadi benar-benar hancur" Ujar Acha sambil duduk di samping ku.


"tidak mau! dia egois! aku akan usaha untuk bersikap profesional untuk teater ini. jangan khawatir!" Jawab ku sambil menggendong tas ku.


"ya sudah intinya aku ingin hasil yang maksimal nanti, terserah kalian mau marahan atau baikan"


"tenang saja ... aku selalu ber usaha se maksimal mungkin untuk club ini" Ujar ku sambil berdiri dari duduk ku. "Aku pulang dulu ... bye Cha" Terus ku sambil melambaikan tangan ke arah Acha dan melangkah keluar ruang teater


aku melihat Claude berada di lorong aku pun tetap jalan seperti biasa tanpa memperduli kan nya yang sedang berdiri itu.


Claude menahan ku dia menarik tangan ku ke sebuah ruang kelas kosong. sebisa mungkin aku memberinya jarak sejauh-jauh nya


"maaf soal Odelia aku ga tau kalo kamu ngeliat itu" Ujar Claude dengan tatapan bersalah


"lupain aja... lagian aku bukan siapa siapa mu jadi kamu ga pantes ngejelasin ini ke aku" jawab ku tanpa menatap nya


"aku ga mau marahan terus sama kamu Ruby"


"aku sudah maafin sekarang mau apa lagi?"


Claude pun menarik tubuh ku ke pelukan nya. sepertinya dia benar benar merasa bersalah kali ini.


aku pun membalas pelukan nya "sudah maafin aku juga yang udah cemburu tanpa alasan ini" Ujar ku


Claude pun melepaskan pelukan nya dan menatap ku.


"jangan pernah menghindar dari ku lagi. soal odelia kami sudah selesai, yang aku suka sekarang itu kamu Ruby" Jelas Claude sambil terus menatap ku


"tenang lah ... aku hanya sedikit cemburu saja dan juga maaf aku belum bisa terima perasaan mu. aku masih belum siap untuk memulai sebuah hubungan lebih dari teman" Jawab ku sambil tersenyum ke arah Claude.


"kapan pun aku akan tunggu jawaban dari kamu Ruby. percayalah aku akan menjaga hati ku untuk kamu. aku mau kamu bukan odelia atau yang lain"


"Iya, iya. udah ya Claude sudah jam segini aku harus pulang, Lee pasti nungguin aku di mobil sekarang ini. kamu juga pulang gih besok kan masuk sekolah pagi lagi" Ujar ku sambil melangkah ke luar ruang kelas


"Ruby! berjanjilah kamu akan bersama ku nanti" Ujar Claude dari dalam kelas dan aku pun pura pura tidak mendengar itu


ntah lah aku masih labil mau pilih yang mana. aku sepertinya suka keduanya dan tidak bisa memilih salah satu.


sesampainya di parkiran aku pun langsung masuk ke dalam mobil Lee yang sudah menunggu ku dari tadi.


"kamu lama banget sih! hampir aja aku tinggal" Ujar Lee dengan nada nya yang kesal


"ya maaf tadi ada sedikit problem" jawab ku


"yasudah lain kali kalo keluar telat kabarin ya" Ujar Lee sambil menjalankan mobil nya


*Ting


ponsel ku pun berbunyi dan aku langsung mengecek pesan yang sepertinya dari claude.



dasar Claude, semoga saja yang dia bilang itu benar dan semoga saja dia hanya ngomong seperti ini pada ku


berlanjut~