
"Mati lah aku! aku lupa mengerjakan PR kimia lagi" keluh ku sambil memegang kepala ku dengan wajah memucat karna panik.
aku menidurkan kepala ku di atas meja dengan muka yang menyedihkan mengarah ke Lee yang duduk di sebelah ku dengan jarak yang tak begitu jauh. aku memejamkan mata ku berusaha untuk tetap tenang *ayo Ruby semangat, paling di hukum ga boleh ikut pelajaran* ujar ku dalam hati menyemangati diri ku sendiri. aku pun membuka mata ku dan melihat Lee melirik ke Arah ku lalu kembali melihat buku nya.
"kenapa?" Tanya Lee tanpa menatap ke arah ku.
seketika aku mengangkat kepala ku dan tersenyum ke arah nya "Aku tidak apa-apa" jawab ku dengan nada cerita *pala lu ga apa-apa hah! gw panik sampe hampir mati ini* ujar ku dalam hati sambil terus memaksakan senyuman ku.
"tadi mengeluh sekarang bilang gapapa. jangan sok kuat kalo butuh bantuan bilang. dan lagi senyum mu yang di paksakan itu terlihat menjijikan" Ujar Lee dengan nada dingin.
*nih cowo ngajak berantem pagi-pagi? kalo dia tau gw ngeluh hibur sedikit ke malah tetap saja memakai kata-kata tajam yang seperti itu* Ujar ku dalam hati karna kesal dengan kata kata Lee. namun tiba-tiba saja Lee membuka tas nya dan mengeluarkan buku kimia milik nya
"hari ini kamu selamat. lain kali jangan sampai lupa lagi" ujar nya sambil memberikan Buku kimia nya kepada ku
"oh? Terimakasih" Ujarku sambil menerima buku Lee *Black Prince yang terbaik* terus ku dalam hati lalu memulai menyalin Pr Di buku Lee.
aku membuka Buku Lee dan melihat tulisan nya yang sangat rapih dan lengkap ... dia laki-laki rajin ternyata di beberapa tugas nya juga ada sedikit gambar yang lucu aku menjadi semangat menyalin tugas milik Lee.
setelah selesai aku iseng menyelipkan catatan untuk nya. hati ku sangat senang laki-laki yang di kenal tampan dan dingin memberikan PR nya pada ku .... seperti mimpi rasanya.
aku pun mengembalikan buku Lee tepat sebelum bel masuk kelas berbunyi.
"Terimakasih, Aku sangat terbantu" Ujar ku sambil memberikan kembali buku nya.
"sama-sama" jawab nya lalu menengok ke arah ku "lain kali kalo ada pr di inget ya. apa coba yang kamu pikirkan sampai pr aja lupa. nilai mu juga ga bagus, belajar lebih rajin kamu itu wanita" lanjutnya yang kata-kata dari dia mampu membuat ku sakit berkali kali lipat ... hati nya terbuat dari apa sih ngomong ko ga di pikir dulu!
"maaf" jawab ku sambil menahan kesal yang rasanya ingin ku pukul saja muka nya yang tampan itu.
tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi kami pun belajar seperti biasa. aku sesekali melirik ke arah Lee ketika dia akan membuka buku PR nya untuk di koreksi. dia pun melihat kertas surat yang ku berikan lalu menaruh nya di saku baju. aku sedikit melihat dia tersenyum namun tidak tau apa karna surat ku atau karna dia menertawakan kata-kata yang ku berikan padanya. sampai kapan Black Prince akan menunjukan sisi hangat nya aku juga kurang tau.
"RUBY! RUBY!" ujar guru kimia ku dengan nada tinggi
"saya Bu!" jawab ku lalu berdiri dari bangku
"jangan bengong di kelas saya! sekali lagi saya liat kamu bengong saya usir kamu!" terus guru ku dengan nada marah
"maaf Bu" jawab ku lalu kembali duduk dan pelajaran pun di lanjutkan
aku menengok ke arah Lee dia terlihat biasa saja dengan wajah dingin nya yang terlihat fokus ke pelajaran.
lalu beberapa teman ku dari club teater datang ke kelas ku untuk makan bersama termasuk Claude yang selalu membawa roti rasa pisang dan susu coklat kesukaan nya.
"Ruby! Ayo makan bersama" Ujar Acha teman dekat ku di club Teater. bersama dengan Claude dia memasuki kelas ku lalu menghampiri ku.
"Hai Acha! ayo ayo silahkan!" jawab ku dan menggeser beberapa bangku untuk Claude dan Acha duduk.
"Trimakasih, Aku juga bisa geser sendiri padahal" Ujar Claude sambil tersenyum seperti biasa. senyuman nya membuat wajahku me merah seketika.
kami pun makan bersama sambil mengobrol dan bercanda... aku sesekali melihat ke arah Lee yang terlihat jengkel dengan kami.
"Ada apa Lee?" Tanya ku penasaran karna dia terus terusan melirik ke arah ku.
"selalu tertawa dan tersenyum menyembunyikan semua nya. kamu terlihat seperti orang bodoh, ternyata nilai jelek mu itu mencerminkan diri mu memang benar benar bodoh" Ujar nya sambil tetap melihat bukunya
aku sangat kaget dia berkata seperti itu di depan teman-teman clubku. aku pun menunduk dengan tatapan sedih tidak bisa membalas perkataan nya. aku tahu Claude dan Acha memperhatikan ku.
"menyedihkan!" Terus Lee dengan kata-katanya yang terasa sangat tajam di hati ku
"hentikan!" Ujar Claude dengan suara Pelan
Lee pun menutup buku nya dan menengok ke arah kami "apa? suara mu terlalu kecil atau memang aku yang sedikit tuli?" terus Lee membuat Claude semakin Geram aku melihat Claude mengepal kedua tangan nya di atas meja.
"Claude kayak nya kita ganggu dia. udah ya, yuk kita kembali ke kelas bentar lagi juga bell masuk" Ujar Acha sambil menenangkan Claude yang sebentar lagi naik pitam. "Ruby kita ketemu lagi di ruang club nanti ya... kita dluan ya... bye Ruby" Terus Acha sambil menarik Claude untuk keluar kelas ku sebelum terjadi perkelahian yang tidak di inginkan.
setelah Claude dan Acha keluar Lee pun kembali membaca buku nya dengan tenang seperti tidak merasa bersalah sama sekali dengan apa yang barusan dia lakukan... aku sesekali melihat ke arah nya *sebenarnya apa yang ada di pikiran mu sampai kamu seperti ini. wajah mu sangat tidak sesuai dengan sifat mu. Black prince yang dingin dan ketus membuat ku semakin bingung*
*Brak!
Lee memukul meja ku dan memecah lamunan ku.
"jangan berikan surat menjijikan ini lagi, kata terimakasih saja sudah cukup" Ujar nya sambil memberikan surat yang tadinya ku selipkan di buku tugas nya.
"oh? iya iya" Jawab ku lalu menerima surat itu kembali. surat itu bertuliskan "Terimakasih Pangeran dingin" ya mungkin jelas saja dia tidak suka karna tulisan nya lebay? ntahlah
black prince yang dingin, ketus dan susah di tebak membuat ku sangat penasaran dan selalu ingin tau tentang nya.
~Berlanjut~