
Karena dia mencintai terlalu dalam,
terlalu hancur...
dan kamu,
...mencintai dia yang rusak.
...
Hari ini adalah hari terakhir UAS. Rasanya dan di semester berikutnya Claude dan Acha akan sibuk oleh banyak ujian dan mengurus beasiswa mereka.
ntah kenapa aku masih belum bisa melepas mereka begitu aja. aku masih ingin bersama mereka.
selesai UAS Acha mengajak ku untuk kumpul di ruang teater dan dengan senang hati setelah bel selesai UAS aku langsung menuju ruang teater.
"hai kalian! sudah nunggu lama?" Tanya ku dari depan pintu ruang teater lalu berjalan masuk.
"Kamu kelihatan ceria ya, kayaknya senyum mu itu tidak lama lagi akan luntur waktu liat siapa yang akan datang lagi nanti" Jelas Acha membuat ku bingung apa yang dia maksud
tidak lama kemudian datanglah Lee dan Mizu masuk ke dalam ruang teater. aku pun hanya bisa memalingkan wajahku dari Lee karna aku masih marah padanya.
"Ayo selesaikan kesalah pahaman ini secepatnya" Ujar Claude lalu mengambil kursi dan mendudukinya
"Apa maksud kalian ngundang mereka!?" Tanya ku kesal sambil terus memalingkan wajah ku.
"sebentar lagi kita lulus dan akan kuliah jauh dari sini. kamu masih mau musuh an sama Mizu & Lee?" Tanya Balik Acha sambil mengelus kepala ku dengan lembut.
"gapapa aku lebih baik sendiri" Jawab ku dan aku tidak akan goyah dengan sikap Acha saat ini
"Ruby, kamu marah padaku juga?" Tanya Mizu membuat ku langsung menengok ke arahnya.
tiba-tiba saja pak Davin datang sambil membawa setumpuk kertas di tangannya
"halo, ada anak club teater disini?" Tanya pak Davin membuat kami langsung menengok ke arahnya.
"Ada yang bisa di bantu pak?" Tanya ku langsung menghampiri pak Davin yang ada di depan pintu ruang teater.
"perwakilan club teater di panggil oleh Pak Dion di ruang guru dan kebetulan Mizu ada disini, ada yang ingin saya bicarakan. bisa ikut saya dulu Mizu?" Jelas pak Davin.
"Baik pak" ujar Mizu sambil jalan mengikuti pak Davin.
aku pun pergi dari ruang club teater dan berjalan menuju ruang guru untuk menemui pak Dion.
aku mengetuk pintu ruang guru lalu masuk ke dalam ruang guru menghampiri pak Dion yang terlihat sedang sibuk.
"Permisi pak, saya perwakilan dari club teater" Ujar ku, pak Dion pun langsung menengok ke arah ku menunjukan sebuah list anggota Teater.
"saya hanya ingin mendiskusikan ini, untuk anggota kelas 12 yang akan lulus lumayan banyak. Acha dan Claude anggota yang berbakat juga akan lulus tahun ini. kira-kira saya ingin mendiskusikan untuk mencari beberapa anggota baru di awal semester 2 sebelum anak kelas 12 lulus. Acha, Claude sama kamu tolong datang besok ke ruang teater pada saat pulang sekolah untuk mendiskusikan ini." Jelas pak Dion sambil menunjuk list anggota yang dia tunjukan padaku. aku pun meng iya kan pak Dion lalu keluar dari ruang guru.
ketika aku keluar ruang guru aku melihat Lee menunggu di lorong, ntah siapa yang dia tunggu.
aku pun lewan depan Lee tanpa menengok ke arahnya. namun, Lee langsung menahanku.
"Ikut aku!" ujar Lee langsung menarik ku masuk ke dalam sebuah kelas lalu melepaskan tangan ku.
aku pun memperhatikan dia yang sedang mengatur nafasnya untuk berbicara.
"kamu mau sampai kapan begini?" Tanya Lee
"apa aku harus jawab itu?"
"Ruby... kamu jangan buat kesabaran ku habis ya" Ujar Lee sambil berjalan pelan ke arah ku, aku pun memundurkan langkah ku karna merasa terancam.
"M-ma-mau apa kamu?" Tanya ku sambil terus melangkah ke belakang, namun tiba lah ketika di belakang ku mentok sebuah meja.
aku memejamkan mata ku karna dia sudah terlalu dekat.
"sayang, kamu cemburu ya?" Tanya Lee suaranya terdengar sangat pelan di telinga ku.
sontak aku langsung mendorongnya dan langsung lari pergi keluar kelas.
ke esok an harinya. aku, Claude dan Acha pun mendiskusikan soal keanggotaan teater.
"jadi tersisa Ruby, kira-kira bisa mencari beberapa anggota minimal 3 orang tidak semester depan? karna saya yakin murid kelas 12 pasti sibuk terutama Claude dan Acha yang mendapatkan beasiswa di Tohoku" Jelas pak Dion.
"saya usahakan pak, mungkin akan sedikit sulit karna di semester 2 pasti anak club lain juga mulai sibuk karna persiapan untuk demo eskul di penerimaan murid baru nanti" Jawab ku
"Kita harus bisa dapat anggota baru secepatnya untuk mencari pemain di drama musikal baru untuk demo eskul nanti" Jelas pak Dion lagi.
"Mungkin saya dan Claude di awal semester 2 masih bisa bantu sedikit pak" Ujar Acha
"untuk anggota mungkin kita pakai Lee sama Mizu dari club seni apa bisa pak?" Tanya Claude
"hmm... Lee sama Mizuki ya... kalau Lee saya sudah pernah liat penampilannya di drama musikal Jepang waktu itu tapi kalau Mizu kita harus lihat dulu. dan kalau ingin menggunakan mereka untuk drama musikal selanjutnya kita harus izin pembina Club Seni, pak Davin" Jelas Pak Dion kepada kami "kalian coba pastikan pada Lee dan Mizu, saya pastikan pada Davin untuk ini" Terus pak Dion
"Baik pak akan kami laksanakan segera" Ujar Acha
"oke kalau begitu diskusinya sampai sini saja. semangat club teater!" Ujar pak Dion sambil mengepalkan tangan kanan nya
"SEMANGAT!!!" ujar kami ber 3 semangat sambil mengepalkan tangan kanan kami.
pak Dion pun keluar ruang teater dan tersisa kami ber 3. aku hanya bisa menundukkan kepala ku.
"cepat-cepat lah baik an sama Lee dan Mizu atau kamu akan kesusahan nantinya" Ujar Acha sambil menengok ke arah ku
Claude pun tiba-tiba berdiri dari duduknya lalu memeluk ku dari belakang.
"Baikan ya bukan balikan! inget! Acha bilang Baikan doang!" Ujar Claude sambil terus memeluk ku.
"Ku usahakan ya, aku benar-benar belum ingin melihat mukanya!" Jawab ku sambil terus menunduk an kepala ku.
ketika kami sedang mengobrol tiba-tiba saja pak Davin pun datang.
"selamat sore pak, ada yang bisa di bantu?" Tanya Acha langsung menghampiri pak Davin
"sore, saya mendengar kalian ingin memakai anggota club seni untuk drama kalian selanjutnya. Untuk memakai anggota club seni Lee dan Mizu saya coba konfirmasi dulu ke seluruh anak club seni. karna kami juga sedang ada projek besar, di tambah nanti mereka harus bantu peralatan kalian kan. jadi kemungkinan mereka menolak" Jelas pak Davin sambil melihat kami ber 3 secara bergantian.
"Baik pak, trimakasih atas bantuan nya" Jawab Claude.
"Semangat buat club kalian!" Ujar pak Davin sambil mengedipkan matanya lalu pergi meninggalkan ruang teater.
"Guru genit" Ujar Acha
"Tapi ganteng" Ujar Claud
"Biasa aja" Jawab ku
"Heeeeeeee!?" Ujar Acha dan Claude bersamaan.
berlanjut~