
Seandainya aku bisa terus memikirkanmu,
tergila-gila padamu,
tumbuh tua bersamamu
...seandainya.
...
Hari Jumat pun tiba. Lee, Claude dan Acha sudah berada di rumah ku. soal berita aku dan Lee pacaran pun Claude dan Acha belum tau. kami masih menyembunyikan nya selama 4 hari ini.
"Guys! kalian bisa kan lepas gandengan tangan kalian itu?" Ujar Acha sambil menunjuk tangan ku dan Lee yang bergandengan di dalam rumah
"tau nih apaan sih!" Ujar Claude langsung duduk di tengah antara aku dan Lee
"huft! kalian mandi dulu sana habis itu aku siap kan makan malam lalu kita nonton DVD horor sambil ngemil mau?" Tanya ku dan semua nya pun setuju dengan ide ku.
aku pun yang pertama mandi setelah aku mandi pun gantian Lee, setelah Lee selesai Mandi Claude pun mandi dan Acha sedang merapihkan barang-barang nya.
aku sama Lee kami ber 2 sudah berada di ruang tengah. aku pun menyenderkan kepala ku di bahu Lee sambil menggenggam tangan Lee
"kamu gak takut ketauan yang lain?" Tanya Lee namun aku tetap menyender padanya
"mereka kan lagi pada sibuk sendiri ... aku mau pacaran dulu sama kamu sebentar" Jawab sambil terus menyender pada Lee
namun tiba-tiba saja Acha Dateng mengagetkan kami, seketika aku langsung bangun dan melepas genggaman ku dari Lee
"Guys, kalian aneh deh dari tapi nempel Mulu padahal kalo di sekolah ribut terus" Ujar Acha sambil menatap ke arah aku dan Lee secara curiga.
"Pe-perasaan mu aja kali" Jawab ku sambil tersenyum miris.
tidak lama kemudian Claude pun selesai mandi dan gantian sama Acha. Aku pun izin ke dapur untuk menyiapkan makan malam namun Lee mengikuti ku karna dia tidak mau di tinggal ber 2 dengan Claude.
sesampainya di dapur Lee pun menutup pintu nya lalu memeluk ku dari belakang.
"sayang, kamu pake celana pendek waktu ada tamu laki-laki itu bahaya loh" Ujar Lee tangan kirinya memeluk ku dan tangan kanan nya memegang paha ku dengan lembut.
"Lee jangan begini. nanti keliatan mereka gimana" Ujar ku sambil memegang tangan kiri Lee dengan kedua tangan ku.
Lee pun membalik badan ku agar menghadap padanya
"cium dulu sekali" Ujar Lee langsung mencium ku, aku pun membalas ciuman nya dan setelah Lee melepas ciuman nya dia keluar dari dapur dan duduk di kursi meja makan.
tidak lama kemudian kami pun makan malam bersama dan berkumpul di ruang tengah untuk menonton DVD
aku sengaja memposisikan duduk di antara Claude dan Lee namun posisi ku lebih nempel ke arah Lee.
setelah selesai menonton DVD jam pun menunjukan pukul 10 malam dan kami langsung bersiap untuk tidur.
aku pun terbangun pada pukul 12 malam untuk pergi ke toilet. aku pergi ke toilet sendiri dan waktu keluar Lee sudah ada di depan pintu toilet.
"Sayang" Ujar nya dengan suara pelan lalu cium bibir ku dengan cepat, aku pun menerima ciuman nya. aku merasa dia sudah menahan nya sejak tadi.
aku pun mengajak ke ke kamar ku lalu menutup pintu kamar ku dan memastikan Acha dan Claude masih tertidur.
Lee langsung mendorong ku ke arah tempat tidur dan melanjutkan ciuman nya.
Lee pun melepas ciuman nya lalu membisik an ku "sayang, tahan suara mu ya takutnya mereka kebangun nanti" bisik Lee lalu di lanjut dengan mencium leher ku.
aku pun sebisa mungkin menahan suara ku agar tidak keluar.
tangan Lee mulai menyentuh ku, aku menutup mulut ku dengan kedua tangan ku agar tidak menimbulkan suara.
setelah selesai aku dan Lee pun kembali ke ruang tengah untuk tidur.
kami ber 4 sarapan bersama di meja makan dengan masakan sederhana yang ku buat.
"Oh ya, ngomong ngomong kalian pulang hari ini atau Minggu?" Tanya ku membuka obrolan sambil sesekali memakan sarapan ku
"Minggu dong" mereka serempak menjawab.
"oh ya Ruby, Lee" Ujar Claude aku dan Lee pun menengok ke arah nya
"hmm?" sahut ku
"Kalian semalam kemana, aku terbangun jam setengah 1 pagi kalian tidak ada di tempat" Tanya Claude membuat ku hampir tersedak, Aku pun langsung meminum air ku.
"gak kemana mana, aku semalem ke luar sebentar melihat bintang. kalo Ruby gak tau deh kemana" Jelas Lee
"hah!? seorang Lee!? liat bintang!? pfffttt" Ledek Acha, Lee pun langsung menatap sinis ke arah Acha membuatnya berhenti meledek
"Oh, gitu. baby lain kali ajak aku ya kalo mau liat bintang biar aku bisa nemenin kamu" Goda Claude ke Lee
"Najis! jangan Harap!" ketus Lee namun Claude hanya tersenyum tipis, dari sorot matanya aku melihat sebuah kekecewaan yang mendalam.
kami pun melanjutkan sarapan kami lalu mereka membantu ku membersihkan rumah.
setelah membersihkan rumah aku sedikit lelah jadi aku merebahkan tubuh ku di sofa. tidak lama kemudian Acha pun datang dan duduk di lantai sambil menyender ke sofa tempat ku rebahan.
"Ruby"
"hmm?"
"Aku punya pertanyaan, jawab jujur ya"
"kenapa?"
"Kamu jadian sama Lee?"
"keliatan banget ya?"
"iya, terlihat jelas kalian jadi dekat terus padahal dulu udah kayak tom and Jerry susah banget akur"
"ntah lah, aku juga ga paham kenapa aku tiba-tiba suka sama dia"
"jadi kamu sudah memilih black prince kan? white prince mu bagaimana?"
"white prince ku menyukai black prince ku, malah jadi Rival! aku juga bingung ini sebenernya cerita 2 cowo ngerebut in aku atau aku saingan sama cowo untuk mendapatkan cowo"
"Ruby .... bagaimana pun perjalanan hidup mu nanti ... yang bisa menentukan kebahagiaan hanya kamu seorang ... bukan aku dan juga bukan kedua pangeran mu itu"
"iya aku tau! untuk itu lihat nanti saja bagaimana ke depan nya. hadapi yang sekarang dulu ... aku sayang Lee sekarang"
"ya sudah terserah kamu saja" Ujar Acha lalu berdiri dari duduknya "ayo bangun kita siap kan makan siang" Terus Acha lalu berjalan ke arah dapur.
kami pun melanjutkan dengan makan siang dan bermain permainan kecil untuk menghibur diri kami.
hari ini gak akan pernah ku lupakan ... aku memiliki teman yang peduli sama ku, pacar yang selalu ada buat ku dan menyayangi ku.
untuk saat ini aku merasa hidup ku sempurna. aku merasa aku lah orang paling bahagia disini.
sekarang aku paham ....
peran utama dalam hidup ini adalah aku ....
berlanjut~