Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
14



*Ketika dunia mulai gila,


aku berharap agar diriku kuat.


karena dunia tidak pernah berhenti berputar,


baik nyata maupun tidak*.


...


aku datang di pagi hari ke sekolah dan seperti biasa di kelas baru ada Lee seorang. dia membaca buku dengan wajah dingin nya tanpa menghiraukan aku yang berjalan masuk kelas.


"buat kemaren aku mi---" Belum sempat aku menyelesaikan kata-kata ku dia sudah berbicara


"jangan ingat kan aku sama kejadian kemarin, rasanya aku mau muntah!" Ujar Lee dengan tatapan nya yang seakan akan sangat membenci Claude


"yaudah jangan sampe kamu musuhan sama Claude ya hanya karna kejadian kemarin"


"aku gak musuhan. aku hanya tidak ingin mengenal nya" Jelas Lee


*apa beda nya dia gak mau kenal lagi sama aja mereka musuhan dong* ujar ku dalam hati


namun tiba-tiba saja Arumi anak kelas 11 IPS 2 masuk ke dalam kelas ku dan menghampiri Lee.


*cewe itu kurang beruntung mood Lee sedang tidak bagus pagi ini* Ujar ku dalam hati sambil sesekali melirik ke arah Lee dan Arumi


"Lee aku bawain kamu kue coklat nih.... enak loh...." Ujar Arumi sambil menyodorkan kotak bekal yang ber isi kan kue coklat


"taro di meja" Ujar Lee dingin.


"ok! jangan lupa di makan ya" Terus Arumi sambil tersenyum


"iya, nanti jam pulang sekolah ksini lagi ambil kotak nya" Jawab Lee dengan nada dingin nya


"oke!" ujar gadis itu sambil bersenandung keluar kelas sepertinya dia senang kue nya di terima oleh Lee


yang aku tau Arumi memang suka sama Lee sejak kami duduk di bangku kelas 10 namun Lee selalu menolak nya dengan kasar.


"tumben kamu terima pemberian nya" Ujar ku penasaran


"lebih baik Nerima pemberian ini dari pada dekat dengan White Prince mu yang gak normal!" Jawab Lee seakan akan menunjukan bahwa Claude itu sangat menjijikan di mata nya.


Lee pun membuka kotak makanan itu dan mulai memakan kue coklat pemberian Arumi.


"rasanya lumayan enak juga. Ruby mau?" Tanya Lee menawarkan kue nya


"tidak, tidak usah. aku sudah sarapan tadi"


"oh yaudah"


tidak lama kemudian kelas pun semakin ramai lalu bel upacara pun berbunyi kami semua ke lapangan untuk melaksanakan upacara bendera.


di pertengahan upacara aku merasa pusing dan sekitar pandangan ku pun mulai berkunang kunang sampai ahirnya aku pingsan dan di bawa oleh anak organisasi PMR ke ruang UKS


yang berjaga kali ini adalah Reon dan Via. namun yang menemani ku selama di UKS adalah Reon.


"ko bisa pingsan, kamu gak sarapan tadi pagi?" Tanya Reon sambil mengambilkan ku segelas teh hangat.


sedang asik mengobrol dengan Reon tiba-tiba saja Ka Gavin pun datang sebagai pasien juga. Reon pun ke tempat tidur sebelah untuk menangani ka Gavin.


tiba tiba saja pikiran ku sedikit terlintas soal ka Gavin 100% gay dan yang mengurus nya Reon. aku juga agak aneh kenapa tirai nya harus di tutup. aku mencoba sedikit menguping pembicaraan mereka sambil sedikit mengintip.


"kamu tumben gak kuat, biasanya kan kuat berdiri seberapa lama pun" Ujar suara Reon sambil memberikan segelas teh hangat.


"aku kan pura-pura sakit mau ketemu kamu tau. masa kamu gak peka" Jawab Gavin dengan suara yang sedikit manja membuat ku geli lama lama "sini aku sun biar kamu semangat jaga UKSnya hari ini" Ujar Gavin lalu mencium dahi Reon


"makasih ya baby" Jawab Reon sambil mecium pipi Gavin sebagai balasan nya


*Damn! mereka romantis banget woi!* ujar ku dalam hati sedikit kesal kenapa gay malah terlihat lebih romantis dari pada pasangan normal


aku pun tidak melanjutkan menguping aku merebahkan tubuh ku di ranjang UKS untuk ber istirahat sampai waktu nya masuk dan belajar kembali.


aku malah sekarang kepikiran bagaimana perasaan Acha. dia baru kali ini suka sama seseorang dan orang nya malah tidak suka pada wanita. membayangkan nya saja membuat ku sedikit sakit hati apa lagi aku berada di posisi Acha yang sekarang ini.


aku melihat Reon kembali duduk di meja nya dan mulai mendata obat-obat an dan pasien yang sakit pada hari upacara itu.


tidak lama kemudian bel masuk pun di bunyikan aku kembali ke kelas dan sekilas melihat Reon berpelukan dengan ka Gavin. dengan cepat aku keluar dari ruang UKS.


di depan pintu UKS aku melihat Lee yang sedang berdiri sepertinya dia menunggu ku.


"kamu ngapain disini" tanya ku penasaran


"nungguin kamu lah apa lagi. udah merasa baik an? yuk ke kelas!" Ajak Lee sambil menggandeng tangan kanan ku menuju kelas.


kami pun belajar seperti biasa... aku masih tidak habis fikir sama apa yang aku lihat. aku kira soal LGBT itu cuman ada di luar negri. tapi ternyata aku terlalu polos. di sekitar ku ada yang seperti itu


dan lagi kenaoa harus cowo yang keliatan ganteng dan keren yang suka sesama jenis padahal kan sayang banget muka dan badan nya itu banyak cwe yang suka pasti.


apa bagusnya menyukai sesama jenis seperti itu aku gak paham sama sekali. semakin aku mencoba memahami semakin aku bingung dan terjebak oleh pikiran ku sendiri.


tidak lama kemudia bel istirahat pun berbunyi. Acha langsung masuk ke dalam kelas ku tanpa Claude.


Acha menampilkan wajah murung nya selama di kelas ku. mungkin karna dia masih kepikiran soal Ka Gavin. aku tau itu.


tiba-tiba saja Lee menggeser bangku nya dan ikut makan di meja ku bersama Acha


"wih tumben. ada apa nih ikut-ikutan geser bangku" Tanya Acha sambil menatap Lee dengan kebingungan


"aku mau akrab juga sama sekertaris dari club Teater" Ujar Lee meledek Acha. sepertinya aku tau niat Lee ingin sedikit menghibur Acha yang sedang murung.


"ho.... jangan macem macem sama sekertaris kita loh dia sedikit galak" Ujar ku ikut meledek Acha untuk mencairkan suasana agar dia tidak murung terus.


"ih kalian apa sih ko jadi ngeledek aku" keluh Acha yang seketika ekspresi nya sedikit berubah


"nah gitu dong muka jangan di tekuk terus. biasanya juga kamu tiap kesini selalu ketawa ketawa gak jelas sama si Ruby. sekarang malah nekuk muka begitu kan aku jadi bingung" Jelas Lee sambil tersenyum.


"haha hanya ada sedikit masalah tapi sudah gapapa ko. makasih ya kalian sudah membantu mengembalikan mood ku" Ujar Acha sambil tersenyum.


aku dan Lee pun bertukar pandang lalu tersenyum.


black prince ku sudah berubah menjadi orang yang sangat peduli ternyata ....


berlanjut~