Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
15



*Kalau saja aku bisa melihat masa depan,


dan bagaimana akhir dari semua ini.


yakinlah, apa pun itu,


akan jauh lebih baik daripada sekarang*.


...


hari ini aku mendapat tugas belanja beberapa alat di toko buku ber sama Claude.


"Claude untuk kuas cari yang lengkap tiap ukuran, sama habis itu kita ke tukang jahit ya kita harus mencari benang wool" Ujar ku dan Claude pun mulai menjari bahan yang akan di beli dengan cepat.


aku pun menemuka kuas yang ku cari dan aku mengambil nya tanpa sadar tangan ku bersentuhan dengan tangan orang yang juga ingin mengambil kuas tersebut. aku pun langsung menengok ke arah orang itu ternyata Ka Gavin.


"loh ka Gavin mau beli kuas juga?" Tanya ku penasaran


"iya nih, aku ada tugas seni budaya membuat sebuah lukisan kanvas" Jelas ka Gavin lalu mengambil kuas tersebut.


sedang asik mengobrol dengan ka Gavin tiba-tiba saja Claude muncul sambil membawa kuas yang lebih bagus


"Claude?" Ujar ka Gavin sambil membulatkan matanya ke arah Claude


"Ayo Ruby kita sekarang harus ke tukang jahit mencari benang wool!" Ujar Claude sambil menarik tangan ku menjauh dari ka Gavin. aku sedikit melihat ke arah ka Gavin yang sepertinya sangat kecewa.


sesampainya di tukang jahit pun kami membeli beberapa benang wool dengan warna yang sudah di perintahkan oleh Acha. ketika semua barang terkumpul kami kembali lagi ke sekolah dan memberikan semua barang nya ke Acha.


Acha pun mendata semua barang nya dan memberikan nya ke Lucien Sekertaris club seni yang bertugas membuat semua peralatan untuk teater kita nantinya.


aku melihat Claude membuka ponsel nya dan banyak sekali pesan dari ka Gavin yang masih terus meneror nya sampai sekarang.


"pasti capek ya di teror terus terus an sama mantan" Ujar ku sambil duduk di sebelah Claude yang terlihat pusing


"ya begitu lah Ruby. sangat lelah rasanya, padahal dia sudah sama Reon kenapa harus tetap meneror ku seperti ini"


"mungkin dia belum bisa move on dari kamu"


"aku gak peduli. aku kau berubah semenjak kejadian yang sama Lee itu aku ingin menjadi cowo straight aku gak mau di pandang menjijikan lagi"


"ya bagus lah kalau kamu mau berubah stright sepenuh nya. aku dukung kamu, jangan terlalu memaksakan ya"


"emang cuman kamu yang paling ngerti" Ujar Claude lalu mencium bibir ku tanpa sadar kita di liatin oleh orang-orang satu ruangan


"woi jangan disini juga kali" tegur Acha sambil melipat tangan nya di dada


aku sama Claude hanya tersenyum miris karna terbawa suasana yang tadi.


kami pun memulai latihan teater dan memperlancar semua nya Karna waktu menuju pentas sudah sebentar lagi.


waktu istirahat latihan pun aku izin ke toilet sendirian karna sudah kebelet. sejak keluar dari ruang teater aku sudah merasa seperti ada yang mengikuti. waktu keluar dari toilet aku melihat ka Gavin sudah menunggu ku.


aku melihat tatapan ka Gavin berbeda dari biasanya. dia sepertinya sedang sangat marah. aku bingung apakah aku membuat nya marah?


"tunggu tunggu ini ada apa ya ka? kenapa aku harus tinggal in Claude" Ujar ku mulai mengeluarkan kringat dingin


"ku bilang tinggalkan ya tinggalkan!" Ujar Ka Gavin dengan nada tinggi. aku pun mencari cara untuk pergi.


aku mencoba berlari namun ka Gavin bisa menangkap ku dengan mudah. dia menutup mulut ku dan membawa ku ke sebuah kelas kosong jauh dari ruang teater.


ka Gavin memukul wajah ku dengan sangat kencang hingga bibir ku mengeluarkan darah.


"kamu gak pantas buat Claude! jauhi dia" Ujar ka Gavin lalu menendang tulang kering kaki ku hingga aku tidak kuat untuk berdiri


"aw!" keluh ku sambil memegang tulang kering kaki ku dengan kedua tangan ku.


lalu ka Gavin terus memukul badan ku. aku hanya melindungi kepala ku dengan tangan ku.


seluruh tubuh ku rasanya sakit punggung ku mulai mengeluarkan darah karna di tendang dengan sangat kencang. kaki ku sudah mati rasa badan ku gemeteran. aku sudah tidak kuat.... siapa pun tolong aku. aku gak mau mati disini aku harus memenuhi tanggung jawab ku di club.


"maaf" Ujar ku dengan sangat pelan. ka Gavin pun menunduk dan menarik kerah baju ku


"masih bisa bicara!" ujar nya lalu menonjok bibir ku hinggap mengeluarkan darah.


aku punya dua pangeran kenapa salah satu dari mereka tidak ada yang datang menolong ku. tolong aku takut! jika kalian tidak segera menolong ku, aku akan mati!


"kalau kamu mendekati Claude lagi akan ku buat kamu jadi cacat" Ujar ka Gavin lalu berjalan keluar dari ruangan.


aku gak bisa bergerak sama sekali bahkan untuk teriak pun aku susah bibir ku sangat sakit jika di gerak an. tangan ku mati rasa aku tidak bisa mengeluarkan ponsel.


"Ruby!!!" aku mendengar suara seseorang. sepertinya aku sedang berkhayal ... aku pun memejamkan kedua mata ku karna sudah tidak kuat lagi.


aku mendengar suara orang orang di sekitar ku. Acha suaranya terdengar panik.


Acha jangan panik aku baik baik saja ... aku kuat disini aku akan kembali memerankan peran utama ku.


Claude kamu juga kenapa terdengar seperti panik. tenang saja kita aja bermain di teater sebagai peran utama. kita akan menjadi pasangan peran utama yang hebat kamu tenang saja ya aku pasti bisa menghafalkan dialog ku dengan cepat.


Lee? kamu juga ada? kenapa kamu terdengar juga panik. hey aku disini .... aku akan memakai baju buatan mu pada saat tampil teater nanti. maka dari itu kamu harus bikin baju se bagus mungkin ya ... jangan ada cacat sedikit pun nanti penampilan ku jadi gak sempurna kalo ada cacat di kostum ku.


apa aku akan berakhir seperti ini? apakah ini Ahir dari cerita ku yang sudah ku buat se indah mungkin nanti nya? atau aku akan selamat. tapi kenapa semua orang terlihat panik bahkan Acha sampai menangis.


ah .... rasanya aku ingin tidur ...


tidak lama kemudia aku pun membuka mata ku. aku membuka mata di ranjang Rumah sakit aku melihat Lee sedang asik membaca buku nya di samping ku.


"Lee" Ujar lu lemah, bibir ku masih terasa sakit waktu ku buat bicara


"Ruby? kamu sudah sadar? untung lah! aku panggil dokter dulu ya" Ujar Lee dan aku pun mengangguk an kepala ku.


dokter pun datang untuk memeriksa ku lebih lanjut dan ternyata aku sudah koma selama seminggu berturut-turut. aku sedikit kaget karna aku hanya merasa tidur sebentar.


ternyata ini bukan Ahir. aku masih bisa melanjutkan cerita ku. aku harus mendapatkan Ahir yang bahagia dari semua ini ... White Prince And Black Prince siapa di antara kalian yang akan bersama ku di Ahir cerita nanti?


berlanjut~