
Semua yang nyata,
membuatku takut...
pada akhirnya...
...aku hanya lari dari kenyataan
...
aku duduk di bangku ku di kelas sambil memakan roti karna aku tidak sempat sarapan tadi pagi.
"tumben Dateng jam segini, biasanya jam 6 lewat dikit udah dateng" Ujar Lee yang terlihat jelas sekali dia meledek ku.
"Berisik ah" Jawab ku sambil terus memakan Roti
"Ruby ... aku Nemu coklat loh di kolong meja ku, mau makan bareng?"
*emang dasar prince pasti punya penggemar* ujar ku dalam hati sambil menatap Lee dengan tatapan masam
"A-ayo lah ngeliat nya biasa aja dong"
"Hmhhh!!!!"
"cemberut aja kamu pagi-pagi"
tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi, guru masuk bersama seorang wanita yang sepertinya anak baru.
"semuanya, kita hari ini kedatangan anggota kelas baru. ayo silahkan perkenalkan diri mu" Ujar wali kelas ku dan anak itu pun langsung maju satu langkah untuk memperkenalkan dirinya
*Badannya kurus, Rambutnya pendek, berkulit putih, mata bulat dengan bibir tipis, wajah nya juga kecil, kaki yang panjang ... wuah .... cantik! sempurna sekali anak baru ini* Ujar ku dalam hati sambil memperhatikan anak baru yang masuk ke dalam kelas ku bersama wali kelas ku
"wah cantik"
"Cewe rambut pendek ada yang se cantik ini?"
"ini sih namanya jackpot!"
bisik para murid laki-laki yang dari tadi sudah bisa ku dengar. aku melirik Lee dia malah terlihat seperti tidak tertarik sama sekali.
"N-Na-Namaku Usami Mizuki, biasa di Panggil Mizuki atau Mizu, salam kenal semuanya" Ujar anak perempuan itu sambil tersenyum
"Baiklah Mizuki kamu bisa duduk di bangku kosong di belakang laki-laki yang sedang baca buku itu" Ujar wali kelas ku sambil menunjuk bangku yang tepat berada di belakang Lee.
Anak baru itu pun berjalan ke arah bangku itu lalu duduk di tempatnya. aku memperhatikan dia dari tadi lalu tiba-tiba mata kami bertemu, dia memberikan ku sebuah senyumannya.
*Be-benar benar wanita sempurna* Ujar ku dalam hati lalu kembali menghadap ke depan.
aku pun kembali belajar di kelas seperti biasa. Lee sesekali ku lihat wajahnya tetap dingin tak ber ekspresi seperti biasa. tapi ... setau aku dia suka cewe ber rambut pendek. namun kenapa dia tidak tertarik melihat Mizuki sejak awal?
memang dasar cowo aneh...
bel istirahat pun berbunyi aku langsung mengeluarkan bekal makan siang ku dan bersiap untuk makan.
"Ruby!!!" Sapa Acha dari depan pintu kelas ku, dia berlari masuk menuju tempat duduk ku di susul oleh Claude di belakangnya.
kami pun makan siang bersama dan Lee sudah mulai bergabung dengan kami. aku melihat si anak baru hanya makan sendiri, aku pun memberanikan diri untuk menghampirinya
"Mizu, mau makan bareng?" Tanya ku pada Mizuki yang langsung menatap ke arah ku.
"Boleh?" Mizu memastikan
"silahkan~" jawab ku lalu Mizu langsung pindah ke tempat ku bergabung dengan yang lain.
kami pun semua berkenalan dengan Mizu sambil sesekali memakan bekal kami.
"Mizu, kamu masuk teater aja biar bisa ketemu Aku, Claude dan Ruby" Ujar Acha
"eh? aku sih berniat masuk club seni karna aku waktu SMP dan selama di sekolah yang dulu selalu menang lomba melukis" Jelas Mizu sambil sesekali tersenyum.
"psst... cowo es!" Ledek Acha ke Lee yang terlihat tidak peduli dengan pembahasan kami
"Kayaknya mood Lee sedang tidak bagus" Ujar Claude sambil menatap ke arah Lee
"duh... apa sih kalian kalo ngobrol ya ngobrol aja" ketus Lee lalu menatap kami
"Lee, Mizu mau masuk club seni tuh" Ujar ku
"Masuk ya masuk aja nanti pulang sekolah, gak usah di bawa ribet" Jawab Lee tanpa menengok ke Mizu. Mizu pun menunduk an kepalanya
aku sedikit penasaran sepertinya Mizu semenjak tadi terus memperhatikan Lee ... aku gak mau ber prasangka buruk namun itu lah kenyataannya. Acha pun menengok ke arah ku yang sepertinya kami sepemikiran.
kami pun melanjutkan makan siang kami lalu belajar seperti biasa.
pada saat pulang sekolah aku langsung membereskan peralatan sekolah ku dan ingin menuju club.
"Ano ... Ruby ..." Ujar Mizu aku pun langsung menengok ke arah nya.
"iya?"
"bisa minta tolong temani aku menuju ruang Club seni? aku tidak tau dimana"
"maaf Mizu bukan nya gak mau tapi aku sedang terburu-buru" Jawab ku lalu menggendong tas ku "Lee, kamu mau ke Club Seni juga kan ... bareng Mizu tuh, aku duluan ya ... bye ..." Terus lu lalu berlari ke arah ruang teater untuk latihan sebelum Acha mengoceh.
sesampainya di ruang club teater, aku pun latihan dengan anak teater lebih serius lagi dan mencoba mengatur ekspresi sebisa mungkin. Acha bilang akting kami sudah lumayan bagus dan kami pun istirahat.
ketika kami sedang ber istirahat tiba-tiba saja Lee datang dengan Mizu untuk melihat club kami.
"jadi ini ruang club teater, kita akan sering kesini karna untuk tugas desain dan latar panggung pertunjukan teater anak club seni yang melakukan nya" Jelas Lee ke Mizu sambil berjalan masuk ke dalam club teater.
anak laki-laki di club kami pun langsung mendatangi Mizu yang terlihat penasaran dengan club kami. memang dasar para cowo gak bisa ngeliat yang bening dikit.
Lee pun langsung memisahkan diri dengan Mizu dan berjalan ke arah ku yang sedang duduk sendirian.
"sayang, gimana latihannya?" Tanya Lee lalu duduk di sebelah ku.
"semakin membaik sih ... Acha bilang akting ku semakin bagus loh ... kamu jangan lupa nanti nonton aku ya" Jawab ku antusias sambil tersenyum ke arah Lee
tiba-tiba saja Mizu pun menghampiri kami yang sedang asik mengobrol.
"hey Ruby" sama Mizu aku pun melambaikan tangan ku sambil tersenyum "Lee ... aku sudah boleh menggambar sesuatu di club?" Terus Mizu, Lee pun langsung bangun dari duduknya dan kembali ke ruang club mereka.
aku pun kembali latihan ... ntah kenapa pikiran ku tertuju kepada Lee dan Mizu selama latihan.
setelah latihan aku langsung berjalan ke arah ruang Seni untuk menengok Lee... sesampainya di ruang seni aku melihat mizu yang sedang fokus menggambar.
melihat ada aku di depan pintu ruang club Mizu langsung menengok ke arah ku.
"Mizu ... lihat Lee kemana ga?" Tanya ku pada Mizu sambil berjalan masuk ke dalam ruang club Seni.
"Lee ada di dalam situ sama Lucien mereka sedang mendesain sesuatu untuk club kamu" Jelas Mizu sambil menunjuk ke arah ruangan yang tirai nya di tutup.
"thankyou"
aku pun berjalan ke arah ruangan itu dan membuka tirai nya. aku melihat Lee sedang sangat fokus melakukan pekerjaan nya. dia jadi terlihat lebih tampan dari biasanya.
Lee yang sadar aku datang langsung menghampiri ku.
"ayo sayang kita pulang" Ujar Lee sambil menggendong tasnya.
kami pun langsung berpamitan dengan anak Club seni lalu Lee mengantarkan ku pulang. sesampainya di depan rumah aku tidak langsung keluar dari mobil.
"Lee"
"kenapa sayang?"
"apa menurut mu Mizuki terlihat cantik"
"semua orang yang melihat dia pasti tau dia cantik, memang kenapa?"
"apa kamu akan suka sama dia?"
"aku kan udah punya kamu Ruby. kenapa nanya begitu sih?"
"habis ... dia sesuai kriteria kamu kan cewe rambut pendek"
"udah ya sayang ... jangan mikir aneh-aneh, masuk rumah sana istirahat" Ujar Lee sambil mengelus rambut ku dengan lembut.
aku pun mencium pipi Lee lalu keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah ku...
bener kata Lee ...
gak seharusnya aku mikir aneh-aneh
berlanjut~