Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
31



Dan setelah kau tak ada,


pada akhirnya aku harus belajar


bagaimana caranya


untuk menjadi kuat


...sendirian


...


tiba lah waktunya pementasan drama di Ahir semester setelah UAS setelah tampil aku dan Lee pun mengantar Acha dan Claude ke bandara.


"jangan pernah lupakan aku!" Ujar ku lalu memeluk Acha sambil menangis


"tenanglah aku gak akan lupa sama kamu Ruby" Ujar Acha sambil mengelus pundak ku dengan lembut


setelah melapaskan pelukan dengan ku Acha pun menghampiri pak Dion yang juga ikut mengantar.


"Aku pergi dulu ya" Ujar Acha lalu memeluk pak Dion.


ya ... aku tau mereka sudah berpacaran, ahirnya Acha mendapatkan laki-laki yang cocok untuknya.


"sudah ya guys kita pergi dulu! Lee tolong jaga Ruby kami ya! bye...." Ujar Claude sambil melambaikan tangan nya bersama Acha pergi berjalan menjauh dari kami.


kami pun melambaikan tangan kami sambil melihat mereka berjalan menjauh.


"habis ini kita makan dulu mau? bapak yang traktir" Ujar pak Dion. aku dan Lee dengan senang hati mengiya kannya


kami makan di sebuah restoran yang berada di dalam bandara sambil membahas soal aku yang juga mendapat kan kesempatan beasiswa jurusan pendidikan di Tohoku University setelah lulus.


"Keajaiban" Ujar Lee sambil menyedot minumannya


"setidaknya Ruby sudah ada motivasi untuk belajar" Ujar Pak Dion


"Aku juga sedikit terkejut" sambil tertawa kecil dan menggaruk kepala ku yang tidak gatal.


"ya, kalian nanti kalau sudah di Jepang hati-hati ya. kamu Ruby, perempuan di Jepang sering kali di rendahkan oleh pria disana" Jelas pak Dion


"cewe kayak begini mana ada yg mau Deketin" Jawab Lee sambil menunjuk ku yg berada di sebelah dengan jempolnya.


"Lee, kamu mending diam" Ujar ku sambil menatapnya kesal.


tidak lama kemudian makanan kami pun datang. kami menghabiskan makanan kami lalu berpisah dengan pak Dion. Lee mengantarkan ku pulang.


ke esokan harinya aku masih harus kembali ke sekolah untuk kerja bakti membersihkan bekas tampil teater.


aku menghela nafas panjang sambil menyapu area bawah panggung teater.


"cape banget kayaknya" Ujar Mizu sambil terus fokus menyapu


"biasa aja" Jawab ku tanpa memperdulikan keberadaannya.


"kamu marah karna aku suka sama Lee? manusia punya pilihan masing-masing kamu ga bisa marah cuman karna itu"


"tapi aku punya hak untuk marah dan tidak"


aku pun langsung pergi mencari spot lain untuk di bersihkan karna memang ntah kenapa aku menjadi sebal sama Mizu.


aku tidak iri soal dia di sukai banyak pria. tapi aku gak suka dia bilang suka sama Lee namun dekat juga dengan pak Davin. seakan2 cowo hanya mainan untuknya.


aku yakin kehidupan lu setelah ini tanpa Acha dan Claude akan jadi kehidupan paling menyusahkan di tambah aku harus semakin rajin belajar untuk nilai ku.


"lagi mikirin apa? ko diem aja" Tanya Lucien secara tiba-tiba memecah lamunan ku


"aku bingung, apa bisa cewe suka sama cowo lebih dari 1" Jawab ku sambil terus menatap sapu yang sedang ku pegang.


"Ruby kamu polos banget ya, sebenernya ... bisa di bilang perasaan manusia itu unik. kamu bisa aja suka sesama jenis, sama cowo 2 atau bahkan 3 orang sekaligus, suka sama hewan, atau suka sama seseorang beda dimensi contohnya sebuah gambar, tapi rasa suka yang ku jelaskan ini berbeda. rasa suka yang ini lebih ke perasaan cinta atau bahkan nafsu ingin memiliki. kita tidak bisa menyalahkan itu karna itu sudah pure dari manusia tersebut dan biasanya banyak faktor yang membuat manusia bisa jadi begitu. untuk lebih lanjutnya kamu bisa tanya aku lain kali. sekarang kita fokus bersih-bersih dulu ya" Jelas Lucien lalu tersenyum ke arah ku.


"wah, kamu tau banyak ya" Ujar lu sambil menatap Lucien tidak menyangka


"aku memang suka dengan sesuatu yg mengarah ke kondisi psikologis manusia" Jawab Lucien sambil melanjutkan menyapu.


"wah, kamu kuliah mau ambil jurusan psikologi?" tanya ku penasaran


ahirnya kami melanjutkan bersih-bersihnya hingga jam menunjukan pukul 3 sore. semua sudah bersih dan kita pun berkumpul di ruang teater.


"gimana kalo kita main ousama game?" Tanya Lucien


---


*Permainan ini memiliki aturan, yakni hanya satu 'Perintah Raja itu Mutlak' jadi bagi siapa yang mendapatkan perintah dari raja, dia harus melakukannya dan tidak boleh melanggarnya atau dia akan kena hukuman.


Untuk memainkan game ini, bahan-bahan yang di butuhkan hanya sebuah "Sumpit" atau "Pulpen" yang di beri tanda nomor, dan di antara salah satunya di beri tanda 'Ousama'. Siapapun yang mendapatkan tanda 'Ousama' dia akan menjadi Rajanya. 


Lalu sisanya yang mendapatkan hanya nomor saja, di wajibkan untuk menyembunyikan nomor tersebut tanpa di ketahui oleh siapapun. Contohnya ; "Nomor tiga harus menjilat ketiak nomor lima" atau "Nomor empat mencium nomor enam*".


---


"wah boleh juga tu!" Ujar Lee dengan semangat


"nah kesempatan ku buat ngerjain kalian"


"lumayan buat bikin kita semua makin akrab aku pasti ikutan"


"aku ikut! aku suka tantangan!"


ahirnya Lucien pun menghitung semua orang yang ingin ikut dalam game termasuk Mizu. dia pun mulai membuat nomor pada beberapa pulpen dan mewarnai atas pulpen untuk menandakan itu pulpen ousama (raja)


permainan pun dimulai~


"Aku rajanya! nomor 3 cubit nomor 7!"


aku melihat kertas ku ternyata nomor 6. syukurlah~


ahirnya yang memegang nomor tersebut pun melakukan perintah dari raja.


permainan pun di lanjutkan~


"Aku rajanya! nomor 1 peluk nomor 5!"


aku melihat ternyata nomor ku 5 dan ternyata nomor 1 adalah Mizu dia pun langsung memeluk ku.


setelah selesai bermain kami pun ahirnya memutuskan untuk pulang. aku pulang bersama Lee, ya lumayan untuk mengirit ongkos ku


"Haah... lumayan panas juga ya hari ini" Ujar ku sambil mengelap kringat ku dengan tangan.


"iya panas banget hari ini aku juga merasa gitu" Ujar Lee sambil mengambil tissue dan mengelap keringatnya.


aku pun memperhatikan Lee yang sedang mengelap kringat nya terlihat keren. namun tiba-tiba saja aku kepergok mencuri pandang ke arahnya.


"apa liat-liat!?" tanya nya dengan nada judes membuat ku sedikit kesal


"apasih pede banget di liatin orang aku liat ke arah kaca mobil" jawab ku sambil melihat ke arah lain


"emang ya, lu cewe paling aneh yang pernah aku temuin"


"kamu juga cowo aneh"


"aneh dari mananya!?"


"gak tau, pikir aja sendiri'


"emang ya ngomong sama cewe itu lebih susah dari ujian kimia" Ujar Lee sambil menjalankan mobilnya


"APA KAMU BILANG!!?" sambil menengok ke arah Lee dan mengepalkan tangan kanan ku


"Hus jangan brisik!" Jawab Lee, tatapannya fokus ke jalan


dasar ya cowo ini! cowo paling aneh benar-benar aneh, aku pun tidak habis fikir aku menyukai laki-laki seperti ini!


berlanjut~


School episode Tamat~


Hai pembaca setia Black And White Prince, gimana nih cerita sampe chapter 30nya? untuk chapter selanjutnya masa kuliah dan jangan lewatkan keseruan masa kuliah Ruby di Jepang ya!!