Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
8



Aku berjalan melewati lorong sekolah yang sepi menuju kelas ku. jam menunjukan masih pukul 6.15 pagi.


*Ting


ponsel ku berbunyi, aku pun langsung mengecek ponsel ku dan membalas pesan tersebut



Aku pun semakin bersemangat untuk melewati hari ini ... sambil bersenandung aku melanjutkan langkah ku menuju kelas.


di dalam kelas aku melihat Lee sedang menidurkan kepala nya di atas meja. ya ... menurut ku ini pemandangan yang tak biasa karna Lee kalau pagi selalu sibuk dengan buku nya.


aku pun duduk di bangku ku dan melihat ke arah Lee yang sepertinya dia memang sedang tidur *Tidur aja kenapa harus terlihat tampan sih* Ujar ku dalam hati sambil terus memperhatikan nya.


*pemandangan indah di pagi hari, aku pasti sangat beruntung sekali hari ini* Terus ku dalam hati sambil tersenyum.


tiba-tiba saja Lee membuka mata nya lalu melihat ke arah ku, aku langsung membuang muka ku menatap ke arah lain.


"ngapain kamu lihat lihat aku tidur!?" Tanya nya sambil mengangkat kepala nya lalu melipat tangan nya di dada


"si-siapa? nggak tuh!"


"kalau tidak kenapa memalingkan wajah? mecurigakan sekali"


"A-Aku sedang memperhatikan AC yang terlihat kotor dari tadi"


"Cewe aneh" Ketus Lee lalu kembali menidurkan kepala di atas meja menghadap ke arah lain.


*nih cowo kalo ngomong kenapa seneng banget bikin orang emosi sih" Ujar ku dalam hati sambil menatap belakang kepala nya.


...


bel pulang sekolah pun berbunyi aku langsung lari ke arah ruang club ku seperti biasa dan mulai latihan bersama Claude.


"Cut! Cut! Cut! haduh! Ruby jangan kaku gitu dong coba lebih natural lagi!" Keluh Acha yang mulai uring uringan sejak tadi karna akting kami sangat kacau


"Ma-Maaf" Jawab ku panik


"Istirahat dulu 10 menit habis itu kita lanjut latihan" jelas Acha, aku dan Claude pun mencoba latihan ber 2 dan memperbagus akting ku.


tidak lama kemudian Lucien pun datang membawa sebuah kostum yang sepertinya untuk kami.


"Acha, kostum untuk pangeran udah jadi. mau di coba dulu ga?" Tanya Lucien sambil memegang Kostum berwarna putih di tangan nya.


"boleh aja itu Claude ada di situ coba kamu ke belakang podium pakaikan baju nya untuk Claude" Jawab Acha lalu memanggil Claude untuk mencoba costum nya.


lalu Claude pun keluar dari belakang podium dan menunjukan costum yang ia kenakan.



*Astaga! astaga! astaga! ya ampun! ko jadi makin tampan!?* Ujar ku dalam hati sambil tidur memperhatikan Claude


"Agak berat ya jubah nya" Keluh Claude sambil mengibas jubah nya beberapa kali.


"hmm ... bagus juga sih ... muka Claude juga jadi semakin menjual.... kerja bagus buat club seni!" Ujar Acha mengacungkan jempol nya ke Lucien


"Trimakasih. untuk Costum RedHood masih di desain supaya jadi terlihat sedikit moderen" Jelas Lucien


"Baiklah untuk waktu kita juga masih sekitar 3 bulan lagi untuk tampil, jangan lupa perhatikan juga latar dan peralatan yang di butuh kan"


"Baiklah saya usahakan." Ujar Lucien


Claude pun melepas costum nya dan mengembalikan pada club seni lalu Lucien kembali ke ruang club nya.


"Guys! ayo kita latihan lagi!" perintah Acha dan kami pun mulai latihan kembali di panggung.


selesai latihan club aku pun membereskan barang ku dan hendak ingin pulang. ruang club sudah tidak ada orang hanya sisa aku dan Claude. aku melihat Claude masih sibuk mengelap keringat nya.


"iya hati-hati, maaf hari ini aku sedikit lelah jadi tidak bisa mengantar mu pulang"


"tidak masalah. kamu istirahat nanti ya. bye!" Ujar ku sambil melambaikan tangan lalu keluar dari ruang club.


ketika berjalan ke gerbang depan aku melewati ruang club seni yang pintu nya tidak tertutup aku pun melihat ke arah dalam ruangan ternyata Lee sedang berkaca menggunakan sebuah kostum buatan club mereka.


"hmm... udah ganteng ko" Ledek ku dari pintu, Lee pun langsung menengok dengan cepat, wajah nya yang me merah terlihat manis



dia melihat ke arah ku, seketika wajah ku juga me merah melihat nya yang begitu tampan dengan kostum yang dia gunakan


"ngapain liat-liat" ketus Lee


aku pun masuk ke dalam ruang seni yang dingin dan sepi itu hanya ada aku dan Lee di dalam nya.


aku memperhatikan wajah Lee yang terlihat malu-malu ... bulu mata yang sedikit panjang dan bibir yang sedikit tebal sangat cocok untuk muka nya yang bisa di bilang kecil.


Lee pun tampak kesal dan langsung menaruh telapak tangan nya di muka ku.


"Jangan tatap aku dengan muka menyebalkan itu!" Ujar Lee sambil meremas muka ku. "Hei, Muka mu kecil juga ya bahkan hanya sebesar telapak tangan ku" Terus Lee sambil melepaskan tangan nya dari wajah ku.


"Ya ga di remas juga dong wajah ku jadi terasa sakit tau!" Jawab ku sambil menatap nya kesal.


Lee pun memajukan langkah nya semakin dekat dengan ku.


dia pun menekuk kaki nya dan mendekat kan wajah nya pada wajah ku. aku pun memejam kan kedua mata ku dengan cepat.


"Kamu punya lipatan mata juga ternyata ya di wajah kecil itu" Ujar Lee sambil terus melihat ke wajah ku


perlahan aku membuka mata ku. aku pun mendorong tubuh Lee dengan cepat sebelum ada kejadian yang tidak di inginkan.


aku membalikan tubuh kan dan mencoba bernafas dengan normal. jatung ku rasanya ingin berhenti berdetak oleh kelakuan Lee yang seperti itu.


*Brak!


seseorang membanting pintu ruang seni dan ternyata itu adalah Claude


Claude masuk ke dalam ruang seni lalu menarik ku keluar secara kasar meninggalkan Lee seorang diri


"Claude? ada apa?" tanya ku bingung


sesampainya di tempat parkir ternyata Claude kali ini membawa mobil bukan motor lagi. dia pun menyuruh ku masuk ke dalam mobil.


"Jangan menggoda pria lain. jangan memancing kecemburuan ku" Ujar Claude sambil menatap ku serius.


"menggoda? apa maksud mu?" Tanya ku bingung


"di ruangan sepi ber 2 dengan laki-laki lain lalu saling menatap. jangan lakukan itu lagi"


"aku hanya melihat dia pake kostum kok! ga ada niat lain!"


"tidak harus masuk ke dalam ruangan nya kan? depan pintu saja cukup"


"lagian kan cuman pena-" belum sempat aku menyelesaikan kata-kata ku Claude sudah membungkam ku dengan bibir nya dan menahan kepala lu agar tidak melepas ciuman nya


*oh dia memang benar cemburu ternyata* Ujar ku dalam hati.


aku pun menutup mata ku lalu memeluk tubuhnya dan membalas ciuman nya... aku merasa dia benar menyayangi ku kali ini ....


apa misi ku sudah berhasil? apa aku akan mendapatkan ending bersama white prince ku? lalu ... bagaimana dengan black prince ku?


ah pikirkan nanti saja!


~Berlanjut~