
Aku ingin bersamamu selamanya...
semudah itu,
...sesulit itu.
...
hari ini adalah hari di mana pementasan drama dan aku menjadi peran utama untuk yang pertama kalinya.
club teater dan Club seni pun sangat sibuk hari ini kecuali Mizu ... karna dia anak baru di club seni dia bisa menikmati penampilan kami hari ini.
tiba lah saat permainan teater dimulai. kami mulai bermain drama, menyanyi dan menari karna memang pementasan kali ini adalah drama musikal.
aku melihat Mizu duduk di bangku penonton sambil menikmati pementasan kami. semua penonton tersenyum dan memberikan tepuk tangan saat bagian terakhir dari pertunjukan kami.
kami pun memberi penutup sebuah lagu yang biasa kami nyanyikan lalu kami juga menari.
setelah selesai kami semua pun berfoto bersama anak club seni yang membatu kami selama latihan dan membuat semua peralatan yang kami butuhkan.
setelah berfoto Lee langsung menghilang ntah kemana lalu Mizu juga tidak terlihat sejak tadi.
aku pun ganti baju dan menghapus riasan ku. di belakang panggung aku masih melihat anak club Seni yang masih sibuk membereskan panggung.
"Lucien, kamu lihat Lee gak dia kemana?" Tanya ku kepala Lucien yang sedang membereskan peralatan audio
"Lee? setau ku dia ke ruang Club tadi, dia bilang moodnya sedang tidak baik. mungkin karna cemburu liat kamu sama Claude tuh haha" Jawab Lucien sambil meledek ku.
"kan itu cuman teater. yasudah aku ke ruang club Seni dulu, makasih Lucien ... bye ... " Ujar ku sambil berjalan keluar tempat pementasan dan menuju ruang Club seni
Lee lucu banget deh kalo cemburu cuman karna itu haha ... aku akan hibur dia nanti deh kalo ketemu. sekarang aku sudah bebas ... kira kira ajak Lee kemana ya untuk merayakan ke bebasan ku.
sesampainya aku di ruang club seni aku melihat Lee sedang duduk sendirian namun ketika aku hendak menghampirinya secara pelan-pelan, tiba tiba saja aku melihat Mizu menghampiri Lee duluan.
aku pun menahan langkah ku agar tidak langsung menghampiri Lee.
Mizu duduk di sebuah meja persis di depan Lee lalu tersenyum.
"kenapa? ko kamu diem terus?" Tanya Mizu sambil tersenyum ke arah Lee
"aku udah biasa begini. Harusnya aku yang nanya kamu kenapa senyum-senyum terus kalo ngeliat aku" Jawab Lee sambil menatap Mizu
"masa cowo ganteng di Club Seni dingin banget gini sih" Goda Mizu
"ya terus kenapa? urusannya apa?"
Mizu pun berdiri dari duduk nya dan mendekati Lee yang sedang duduk di kursi itu lalu memegang pundak Lee.
"aku boleh nanya?" Tanya Mizu sambil terus menatap Lee
"apa lg?"
"kamu udah punya pacar? Aku sering lihat kamu sama Ruby, kalian pacaran?"
"Bukan urusan mu! sudah lah aku pulang dulu!"
"Lee! Jawab dulu!" Ujar Mizu memaksa sambil memegang tangan Lee
"Apaan s--" belum sempat Lee menyelesaikan kata-katanya Mizu menarik Lee lalu mencium Lee.
tapi bukan menghindar Lee malah membalas ciuman Mizu sambil memeluk nya. hati ku terasa sakit melihat mereka
"Ruby? ngapain di depan doang? bukan nya tadi nyariin Lee?" Ujar Lucien mengagetkan ku.
seketika Mizu dan Lee melepas ciuman nya dan melihat ke arah kami.
"ini baru mau nyamper Lee ko tadi aku dari toilet dulu" Jawab ku lalu masuk ke dalam ruang club seni.
"Lee, kamu udah selesai urusan club? pulang yuk" Ujar ku tanpa menatap Lee
"Aku masih sibuk bantu yang lain, kamu mau tunggu aku atau mau pulang duluan?" Tanya Lee
"oh? atau Ruby mau bantu kita?" Tanya Mizu dengan senyum nya seperti biasa.
"G-gak deh aku pulang dulu ya. kalian semangat beres-beresnya" Ujar ku lalu pergi meninggalkan ruang club seni
air mata ku jatuh sambil berjalan, aku tidak bisa menahan nya.... kenapa? kenapa jadi begini ... kenapa harus Lee ku? dia kan cantik dia bisa cari yang lain.
tanpa sengaja aku menabrak seseorang di depan ku.
"Ruby!? kenapa nangis!?" suara yang tak asing membuat ku menatap muka orang itu
Claude pun mengajak ku ke taman belakang sekolah dan membelikan ku sebuah minuman.
"kenapa? ko nangis sih? baru aja jadi peran utama harusnya seneng" Ujar Claude yang terlihat ingin sedikit menghibur
akun pun meminum minuman pemberian Claude lalu terdiam cukup lama.
"Aku mau pulang" Ujar ku dengan tatapan nanar menatap minuman kaleng yang terbuka di tangan ku.
"pulang!? kamu gak ikut perayaan sama anak club seni nanti!?"
"oh, ada ya? yaudah kamu temani aku ya" Ujar ku sambil terus menatap kaleng minuman pemberian Claude
"pastinya!" jawab Claude sambil menggeser duduknya tepat di sebelah ku lalu mengelus rambutku dengan lembut.
tidak lama kemudian sudah tiba waktunya untuk perayaan. aku hanya duduk diam di antara Acha dan Claude.
aku melihat Lee malah asik dengan Mizu tanpa memperdulikan ku.
*haah aku gak nyaman* Ujar ku dalam hati lalu menutup kedua mata ku.
"Ruby? ada apa?" Tanya Acha namun aku tidak menjawab, dia pun melihat ke arah Lee lalu kembali melihat ke arah ku "masalah sama Lee?" Terus Acha namun aku tetap diam sambil memainkan jari tangan ku.
tiba-tiba saja Lee menghampiri ku. ahirnya dia peka ... itu lah yang ku pikirkan ... namun ...
"Ruby ... nanti kamu pulang sendiri ya ... aku mau nemenin Mizu ke toko buku hari ini untuk belanja peralatan melukis untuk club seni" Jelas Lee
"Aku ikut!" jawab ku dengan nada pelan sambil menunduk an kepala
"Jangan nanti kamu pulang kema--"
"INTINYA AKU IKUT!" Ujar ku menaikan nada bicara ku membuat semua mata tertuju pada kami.
"Ruby! kamu pulang! jangan membantah!"
"Gak mau! kamu gak boleh berdua sama Mizu! aku ikut!" Ujar ku membuat Mizu menghampiri ku juga
"memang kenapa kalo aku berdua sama Lee?" Tanya Mizu dengan tatapan nya yang terlihat sedih.
"Gak boleh ... Lee punya ku" Jawab ku dengan nada pelan
"punya mu? kalian pacaran?" Tanya Mizu dengan nada keras membuat semua orang membulatkan mata nya karna kaget
"i--" belum sempat aku menyelesaikan kata-kata ku Lee pun langsung berbicara
"Engga tuh, jangan bikin isu yang gak bener Mizu" Ujar Lee sambil memegang kepala Mizu.
aku melihat sekitar semua orang terlihat lega ... memang nya kenapa kalo aku pacaran sama Lee? ada yang salah?
"habis Dia bilang kamu punya dia" Ujar Mizu sambil menunjuk ke arah ku.
"kan yang dia maksud pertemanan" Jelas Lee
aku pun mengepalkan kedua tangan ku berusaha sebisa mungkin menahan emosi.
namun Claude tiba-tiba sama menggenggam tangan ku dan aku pun langsung menengok ke arahnya dan jujur itu cukup membuat ku tenang.
"kalo gitu kamu jadi pacar aku aja Lee" Ujar Mizu membuat kami semua menengok kembali ke arah mereka.
"hmm, Boleh" Jawab Lee seketika satu ruangan bertepuk tangan
tanpa sadar aku pun menampar pipi Lee karna sudah tidak tahan dengan emosi. tanpa menengok ke arah mereka aku menggendong tas ku lalu keluar ruangan sambil menangis.
Lucien yang baru balik dari toilet pun melihat ku keluar ruangan sambil menangis.
"Loh? kenapa?" Tanya Lucien penasaran. aku mengabaikan pertanyaan nya dan berjalan pulang ke rumah.
sesampainya di rumah aku merebahkan tubuh ku di ranjang sambil menangis. menangisi keadaan ku saat ini.
*Ting
suara ponsel membuat ku mengecek langsung. ku kira Lee chat minta maaf ...
tapi ternyata ....
sepertinya memang sudah harus berakhir ... aku pun kembali menumpahkan tangis ku ... aku melihat ada cutter di atas meja, aku pun mengambil nya lalu menyilet tangan ku dengan nama "Lee" sambil terus menangis.
berlanjut~