
*Karna hati dan jiwa ku sudah terjatuh semakin dalam,
semakin gelap,
semakin jauh .....
di tempat yang tidak seharusnya,
tidak semestinya*.
....
siang di hari Minggu ini aku menghabiskan waktu ku untuk bermain game di nitendo. aku ingin sedikit menikmati hari dengan cara ku sendiri.
namun siang indah ku tiba-tiba saja berubah karna Acha datang main ke rumah ku.
"ya ampun cewe perawan ngabisin waktu di kamar cuman main game doang" Keluh Acha sambil memegang dahi nya.
"aku butuh hiburan tau! lagian kamu ada apa tiba-tiba kesini" Tanya ku penasaran
"aku mau konsultasi soal cinta" Ujar Acha yang seketika membuat ku membulatkan mata ke arah nya karna kaget
"A-Aku ga salah denger nih? seorang Acha pengen konsultasi soal cinta!?" Ujar ku sambil tersenyum meledek karna yang aku tau Acha tidak pernah tertarik soal Cinta Cinta an
"Ruby! Aku serius tau!"
"Jadi ... cowo mana yang sudah berhasil bikin kamu berfikir seperti ini" Ujar ku sambil meminum soda yang di gelas
"Gavin"
"Pffftttt" aku kaget dan hampir saja menyembur muka Acha.
"jorok banget sih! nih lap dulu mulut mu" Ujar Acha sambil memberikan ku tisu
"Gavin ketua club badminton itu? anak kelas 12 IPA 3!?" Tanya ku memastikan dia suka pada Gavin yang ku kenal.
"iya bener yang itu"
"kenapa kamu bisa suka sama dia?"
"aku juga ga tau! Ahir-Ahir ini kami dekat dan aku jadi suka sama dia" jelas Acha
"ya terserah kamu sih mau suka sama siapa. tapi setau aku Gavin sedikit playboy jadi kamu hati-hati saja sama dia"
"ya aku tau sifat playboy nya itu tapi aku benar benar sudah suka sama dia, gimana ini"
*dia bertanya pada ku yang sama sekali belum pernah merasakan cinta. yang benar saja!?* Ujar ku dalam hati sambil terus menatap Acha
"nyatakan saja perasaan mu" Ujar ku enteng dan Acha langsung mencubit pipi ku dengan kasar
"Ruby....!!!! kamu gila ya!? mana mungkin!" Jawab Acha dengan tatapan kesal nya.
aku pun menghabiskan beberapa waktu mengobrol bersama Acha hingga ahirnya kami mengundang Claude dan Lee untuk main ke rumah ku juga.
dan tidak lama kemudian mereka ber 2 datang ke rumah ku.
"Ku kira kamu hanya mengundang ku doang" Keluh Lee dengan wajah dingin nya seperti biasa
"sudah lah kalian akur dong perasaan dari dulu gak pernah akur" Ujar Acha memberikan tempat agar Lee dan Claude menjadi sebelahan.
aku hanya tersenyum menanggapin Claude sama Lee yang terus saja perang dingin tanpa selesai. tapi aku agak sedikit aneh dengan tatapan Claude ke Lee ...
tiba-tiba saja Acha mengajak ku keluar sebentar dan meninggalkan Lee ber 2 dengan Claude dengan tujuan agar mereka akur. kami hanya mengintip dari jendela kecil depan kamar ku.
"Acha! kita ga bisa begini! perasaan ku gak enak kalo kita tinggalkan mereka ber 2 aja di dalam kamar ku!" Keluh ku dengan suara kecil agar Lee dan Claude tidak dengar
"sttt! aku mau memastikan sesuatu. banyak yang bilang Claude itu Bsex dan dia tertarik sama Lee" Jawab Acha enteng membuat ku juga sedikit penasaran apakah gossip itu benar
aku melihat Claude menggeser duduk nya menjadi dekat dengan Lee. Claude tiba tiba saja memegang pipi Lee dengan tangan
"woi! kamu gila ya ngapain megang megang pipi!" Keluh Lee yang terlihat jijik dengan perlakuan Claude sambil melepaskan tangan Claude dengan kasar
aku sama Acha semakin penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya
"Lee"
"Apaan!?"
"kamu kalo di liat dari dekat ganteng juga ya"
"apa sih! ya terus kenapa!?"
tiba tiba saja Claude pun mencium pipi Lee dengan sigap Lee langsung bangkit dari duduk nya dan menghajar Claude. dengan cepat aku dan Acha langsung masuk ke kamar me misahkan Lee yang sepertinya benar benar naik pitam dan siap membunuh Claude kapan pun ada kesempatan.
"jangan pernah dekat dekat dengan ku lagi! dasar gak waras!" keluh Lee yang terlihat sangat kesal.
Lee pun langsung pulang mungkin karna sanking shock dengan apa yang di lakukan oleh Claude beberapa menit yang lalu.
kami pun sudah ber 3. aku dan Acha memastikan soal gossip yang selama ini di sekolah soal Claude yang juga bisa menyukai laki-laki
"ya itu benar, begini lah aku. pasti kalian habis ini merasa jijik kan pada ku. di tambah lagi Lee pasti semakin membenci ku" Jelas Claude dengan tatapan sedih.
"tenang lah Claude... Lee paling shock aja karna dia stright dan kamu menggoda nya seperti itu" Jelas ku sambil mengelus pundak Claude dengan sangat halus untuk menenangkan nya.
"Claude, bagi lu lebih baik kamu hilangkan sifat suka sesama jenis mu. jangan sampai kamu di jauh in oleh seluruh laki laki di sekolah" Tegas Acha dengan tatapan tidak menyangka dengan apa yang sudah terjadi di antara Claude dan Lee
"aku dari dulu juga ingin menghilangkan itu tapi gak bisa! kalau kalian tau kenapa waktu itu aku putus sama Odelia karna aku jadian sama Gavin! kalian pasti tau kan Gavin yang mana" Jelas Claude, aku sama Acha pun saling bertukar pandang karna tidak menyangka apa yang baru Claude katakan
"t-tu-tunggu yang kamu maksud si Gavin ketua club badminton itu?" Tanya Acha memastikan.
"memangnya yang bernama Gavin di sekolah kita ada berapa? kan hanya dia doang! lagian siapa coba yang gak tertarik sama cowo sporty seperti Gavin. bukan hanya kalian para cewe tapi cowo juga bisa tertarik sama dia. dan untung nya dia sepenuhnya gay jadi aku bisa deketin dia dengan gampang" Jelas Claude membuat Acha terlihat lemas dengan kata-kata yang di keluarkan Claude.
"kamu becanda kan Claude! bilang kamu becanda sekarang juga!" Ujar ku sambil menggoyang tubuh Claude yang terlihat sedih.
"buat apa becanda seperti ini!? aku serius! dia beneran 100% gay dia gak tertarik sama perempuan! kalian bisa pastikan sama orang nya langsung kalo ga percaya! sekarang aku sudah putus sama Gavin namun dia masih terus mengejar ku! nih kalo ga percaya!" jelas Claude sambil menunjukan pesan Gavin yang nge spam hp Claude
aku dan Acha memperhatikan semua chat nya antara percaya dan tidak ternyata dia beneran suka sesama jenis
"Aku pulang dulu!" Ujar Acha sambil menunduk an kepala nya dan berjalan keluar dari kamar ku.
"dia kenapa? ko kayak galau" tanya Claude penasaran.
aku hanya membalas pertanyaan Claude dengan senyuman lalu menemani Acha keluar dari rumah ku.
aku melihat Acha mengeluarkan air matanya lalu memeluk ku sebelum pulang.
aku sedikit tidak tega dengan Acha namun mau bagaimana lagi itu semua kenyataan yang mau tidak mau dia harus terima.
*jika kamu siap untuk jatuh cinta kamu juga harus siap untuk menahan sakitnya patah hati*
Berlanjut~