
Bodoh mungkin kata yang tepat saat ini untuk seorang Anatasya. Kabur dari rumah bosnya hanya mengenakan kaos oblong kedodoran dan celana training kebesaran yang Ana yakini itu milik Rey. Beruntungnya ia masih sempat mengambil tas, jika tidak mungkin dia akan jadi gelandangan dengan penampilan saat ini seperti gembel habis kena gusur satpol pp.
Ana langsung masuk ke mobil taksi online yang dipesan, sebelum Rey berhasil mengejar. Ana memejamkan mata, merutuki kebodohannya karena terbuai oleh sentuhan Rey, bahkan entah kenapa tubuhnya sangat mendukung tindakan pria mesum itu.
Stop it!!! Itu pelecehan gak bermoral. Dan lo gak nolak Ana. Astaga. Gue menolak itu, hanya saja tubuh ini tidak sejalan dengan otak. Ana terus berperang dalam dirinya.
"Mba?" Entah sudah keberapa kali mas-mas itu memanggil Ana.
" Apa sih Pak?!" Bentak Ana, merasa terganggu.
"Udah sampe Mba." Jawab sang sopir yang menoleh kebelakang.
" Eh ... udah sampe ya, Makasih ya Pak ... eh, mas maksudnya udah bayar ya pakai gopay." Ucap Ana setengah berteriak karena gadis itu langsung berlari masuk gerbang kosnya dan menaiki tangga, takut jika ada penghuni kos yang melihat dirinya.
Ana langsung merebahkan diri di kasur setelah mengunci pintu. Ia trauma, takut jika bosnya akan mengejar sampai sini.
Drrrrrttttt drrrtttttt
Tiba-tiba ponsel Ana berdering. Ia membiarkannya terus berbunyi, ia sudah yakin kalo itu pasti bos laknat itu. Tetapi ponsel itu terus berbunyi membuatnya tidak bisa memejamkan mata.
"HALO APA LAGI SIH PAK?! SAYA SUDAH PULANG, SAYA JUGA MAU BOLOS KERJA HARI INI!" Teriak Ana di depan ponselnya.
"Loh Mba kok pulang, terus ini orderannya gimana? Saya sudah sesuai titik tapi gak ada siapa-siapa."
Ana langsung mengerjap-ngerjapkan mata, ia langsung bangun duduk di tepi ranjang.
"Maksudnya?"
"Ini saya taksi online yang Mba pesan tadi, kebetulan tadi saya musti muter soalnya jalannya ditutup buat hajatan jadi tadi nyasar dulu."
Ana terdiam, berpikir sejenak. Lalu mas-mas tadi?
"**Mba-mba halo"
"*Yaudah Pak, selesain aja saya sudah sampe kos, saya juga sudah bayar pakai gopay," jawab Ana lalu menutup sambungan telepon***.
Ana memijit pelipisnya, ia mengingat-ingat kejadian tadi.
"Bapak gila ya?! dasar mesum." Ana mendorong tubuh Rey, saat pria itu hendak mencium bibirnya.
Ana berlari ke kamar mengambil celana apapun yang bisa ia pakai, ia menyambar tasnya terus berlari tidak peduli teriakan Rey maupun ancaman pria itu.
Ana memesan taksi online.
"Ayo dong, nyangkut satu aja." Gumamnya, ia terus berjalan menjauh dari rumah besar itu.
Hingga satu pesan masuk dari aplikasi taksi online, belum sempat ia buka tiba-tiba ada mobil yang menepi didepannya tanpa bertanya Ana langsung masuk.
"Pak sesuai titik ya." Ujar Ana, ia terus melihat kebelakang takut jika Rey mengejarnya.
"Tapi Mba---"
"Ayo Pak jalan, jalan!" Teriak Ana panik, saat melihat siluet bosnya.
"Kemana mba?"
"Jalan kenanga, kos melati." Jawab Ana, ia berbalik memejamkan matanya saat akhirnya mobil itu mulai menjauh dari Rey.
Ana menepuk jidatnya. "Terus mas-mas tadi siapa?"
•••
Ana selesai mandi, ia masih kepikiran dengan mas-mas tadi, untungnya dia gak jahat kebayang kalo sampai dilecehin lagi. Ia mengeleng-gelengakan kepala menepis pikiran buruknya.
"Amit-amit."
Tok tok tok
Dok dok dok
" Iya, sabar!" Teriak Ana kesal, saat ketukan berganti dengan gedoran.
"Perasaan gue gak punya utang sama bang tongol deh,, apalagi bang emok, apa pinjaman online kali ya?" Gerutu Ana.
" Siap–––?" Mata Ana membulat saat melihat siapa yang menggedor pintu kamarnya, ia menelan mentah-mentah semua amarah yang akan dia luapkan.
"Ehhh ... Ibu Mlehoyy." Ana tampak kikuk, ia menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Ada apa Bu?" Tanya Ana, merasa ada kejanggalan dari ekspresi ibu kosnya yang tidak bersahabat ditambah aura wanita paruh baya itu seperti akan turun badai tornado.
"Kamu!" Tunjuk ibu kos ke wajah Ana, membuat gadis itu refleks terlonjak mundur.
"Beresin barang kamu!!" Bentak Bu kos.
Astaga, dosa apa sih gue hari ini apes banget.
"Salah saya apa Bu? Perasaan duit kos juga lancar," Sanggah Ana, lalu menarik lengan bu kos.
"Jangan giniin Ana Bu, Ana kan sebatang kara di sini." Ia merengek, dengan sedikit air mata buaya dan berhasil, ibu kosnya tampak tersentuh.
"Iya sih, kamu kasihan tapi ...."
" Kok tapi si Bu?" Ana menaikkan sebelah alisnya.
"Tapi saya gak peduli!!" Bentak Bu kos, membuat Ana mengerjap-ngerjapkan mata tidak percaya. **** sih badak ngamuk.
"Yah Bu, jangan gitu dong." Rengek Ana seperti anak kecil.
"Lagian kamu udah punya suami ngapain juga kos? gak usah pake acara pisah ranjang, pisah ranjang segala dosa tau." Oceh bu kos.
"Suami? Pisah ranjang?" Benak Ana. Please siapapun tampolin mulut Bu kos, gue masih lajang terus kapan nikahnya udah punya suami gitu aja.
"Alah, udah sono pulang itu suami kamu nungguin di bawah, Ganteng tau." Bisik Bu kos, Ana langsung menoleh ke bawah.
Astaga dragon ball. Ana menggeram.
"Pak Rey!" Suara itu hanya berdengung di telinga Ana. Sedangkan Rey justru tengah menikmati ekspresi Ana yang menurutnya begitu menggemaskan saat marah.
•••
Ekspetasi Ana hari ini adalah shopping, cuci mata berburu berondong siapa tahu ketemu jodoh. Tetapi kenyataanya ia justru terkunci di dalam apartemen Rey. Sungguh menyebalkan!
"Mau Bapak apa sih?" Hardik Ana, akhirnya membuka suara setelah dua jam hanya duduk tanpa ada yang bersuara.
"Ana kamu tau kan, umur saya sudah menginjak dua puluh lima tahun ...." Jawab Rey. Ya, terus masalah sama gue apa?
"Usia yang sudah matang untuk menikah." Ana menaikkan sebelah alisnya, menatap heran ke arah bosnya.
"Dan Mama saya sudah minta saya untuk menikah, saya gak mau kalo sampai mama saya berinisiatif menjodohkan saya." Ujar Rey.
"Ya Bapak tinggal nikah aja sih, apa hubungannya sama saya yang di seret ke sini?" Gak jelas, jawab Ana.
" Masalahnya saya belom nemuin yang cocok." Ana makin tidak paham. Bos gue kejedot tiang listrik kali ya kaya setnov?
"Iya, hubungannya sama saya apa?" Teriak Ana yang mulai kesal dan gemas ingin mencabik-cabik bosnya yang sangat menyebalkan.
"Karena saya maunya kamu." Ucap Rey, membuat Ana diam terpaku. Entah karena syok atau tidak tahu harus bereaksi seperti apa? Why? Why? Kenapa harus gue?
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊