I Love You, Uncle

I Love You, Uncle
Bab 34



Setelah upacara pemberkatan di pagi hari, lanjut pada malam harinya dengan acara resepsi pernikahan. Ansel dan Clara sedang bersiap-siap di dalam kamar hotel. Ansel tak bisa berhenti memandang wanita yang sedang mematut dirinya di depan cermin.


"Kenapa kamu memandangku seperti itu?" tanya Clara melirik dari arah cermin.


"Ah… Emm, aku hanya merasa masih tak menyangka sudah menikah denganmu," sahut Ansel sambil tersipu malu.


Clara memutar tubuhnya menatap ke arah Ansel sambil melempar senyum. Ia berjalan menghampiri Ansel dan membelai pipi pria yang ia cintai. Ia menatap mata Ansel dalam-dalam.


"Aku juga tak pernah menyangka bisa menjadi Nyonya Ansel, kamu tahu bukan jika aku sudah menunggu momen ini selama bertahun-tahun lamanya, aku kira memilikimu hanyalah sebuah ketidakmungkinan namun aku salah," tutur Clara.


"Kamu masih merasa jika ini seperti sebuah mimpi?" tanya Ansel.


Clara hanya tersenyum, suasana di kamar hotel mereka sepi karena beberapa orang sedang mempersiapkan untuk acara resepsi mereka. Ansel menarik tubuh Clara untuk semakin mendekat ke arahnya. Jantung Clara seketika berdegup kencang.


"Ansel, apa yang kamu lakukan, bagaimana jika ada orang yang melihat?" ujar Clara panik.


"Memangnya kenapa, kita kan sudah sah menjadi suami istri," sahut Ansel menggoda.


"Tapi ini masih sore, dan aku malu jika ada orang yang melihat," tutur Clara.


Ansel gemas melihat tingkah Clara yang masih saja malu-malu padahal mereka sudah menikah. Ia menarik tubuh Clara dan mengecup bibirnya. Sontak Clara terkejut ia khawatir jika ada yang melihat aksi mereka.


"Mmmppphh…" gumam Clara yang mulai kehabisan napas.


Ansel ******* bibir Clara dan tak membiarkan Clara untuk bernafas. Semakin Clara memberontak untuk melepaskan diri, semakin Ansel memeluknya dengan erat. Perlahan Clara mulai menikmati cumbuan itu hingga terbawa suasana.


Namun saat mereka sedang asyik bercumbu, tiba-tiba Mira dan Ridwan masuk ke kamar mereka untuk memberitahu jika acara resepsi akan segera di mulai. Sontak Ansel dan Clara terkejut lalu melepaskan cumbuannya.


"Astaga," gumam Clara terkejut.


"Ah, maafkan kami," celetuk Mira merasa bersalah.


"Kamu memang perusak suasana, Kawan," sahut Ansel sambil merapikan jasnya.


Acara resepsi pernikahan Ansel dan Clara di gelar dengan tema garden party. Menyewa sebuah halaman di hotel bintang lima, mereka mengadakan acara resepsi dengan mengundang keluarga serta orang terdekat. Lampu-lampu taman di pasang di setiap sudut memberikan suasana hangat.


"Selamat menempuh hidup baru ya, Ansel dan Clara semoga segera diberi momongan," ujar salah seorang tamu undangan.


Suara musik klasik mengalun merdu menambah suasana dalam acara resepsi ini semakin intim. Ansel dan Clara berdansa di tengah taman diiringi dengan alunan musik klasik. Tak terasa waktu terus berputar hingga larut malam.


"Aku lelah sekali," ucap Clara saat berjalan menuju ke kamar hotelnya setelah acara resepsi selesai.


"Ya sudah kalau begitu, kamu segera mandi dan istirahat saja nanti. Karena besok pagi kita harus bersiap-siap untuk perjalanan jauh," sahut Ansel.


Akhirnya malam itu Ansel dan Clara melewatkan malam pertama mereka. Mereka terlelap dalam tidur malamnya. Hingga akhirnya suara alarm dari ponsel Ansel membangunkan mereka dari tidur lelapnya.


"Selamat pagi sayang, bagaimana tidurmu tadi malam?" tanya Ansel sambil mencium pipi Clara.


"Hoam… Pukul berapa sekarang?" ujar Clara sambil mengusap-usap matanya.


"Masih pukul 06.00, kita masih punya waktu dua jam lagi untuk melakukan perjalanan ke rumah baru kita," sahut Ansel.


Akhirnya setelah sarapan pagi dan bersiap-siap mereka akhirnya segera menuju ke rumah baru mereka. Sebenarnya perjalanan bisa di tempuh menggunakan mobil, namun karena ingin menghemat waktu, Ansel berinisiatif untuk pergi menggunakan pesawat pribadi sewaan Ansel ke kota lainnya.


"Aku kira kita akan pergi naik mobil saja," ucap Clara.


"Tidak sayang, aku ingin kita lebih menghemat waktu jadi aku memesan tiket pesawat untuk kita," sahut Ansel.


"Baiklah kalau begitu," tutur Clara.