
Ansel membuat video klarifikasi tentang siapa Clara dan tentang hubungan mereka. Ansel dan Clara berbicara dengan penuh keyakinan dan ketegasan. Meskipun sebenarnya di dalam hati kecil Clara masih tersimpan rasa takut.
"Saya Ansel Lazuardy dan Clara Antonia bermaksud untuk membuat video klarifikasi terkait keributan yang kemarin kami buat," ujar Ansel membuka pembicaraan.
"Sebelumnya kami ingin meminta maaf jika beberapa waktu lalu, ada berita gosip yang menyeret nama kami dan membuat kalian semua jadi tidak nyaman," timpal Clara.
Ansel mulia mengatakan jika ia memang memiliki hubungan spesial dengan Clara, bukan hanya sebatas paman dan keponakan. Ansel juga berterus terang jika dia mencintai Clara dan ingin menikahi Clara dalam waktu dekat ini.
"Kami perlu meluruskan di sini jika saya dan Clara tidak memiliki hubungan darah dalam artian kami bukan paman dan keponakan kandung, jadi hal tersebut tidak dapat membatasi kami dalam menjalin hubungan," tutur Ansel menjelaskan.
"Sebelumnya kami sudah berkonsultasi mengenai hal ini dari segi hukum kepada pengacara keluarga, dan menurut beliau hubungan kami sah-sah saja di mata hukum," timpal Clara.
Dalam video klarifikasi itu Malik juga ikut serta untuk memberikan suara guna meyakinkan orang-orang yang menyaksikan video tersebut. Sebagai seorang pakar hukum, kredibilitas Malik tak perlu diragukan lagi.
Hingga akhirnya Ansel mengatakan jika dia benar-benar serius dengan Clara. Dalam waktu dekat ini ia berencana untuk melamar dan menikahinya. Sontak Clara terkejut saat mendengarnya, ia tak percaya Ansel mengatakan hal itu di depan publik saat itu juga.
"Sebagai bukti keseriusan saya, maka dalam waktu dekat ini saya akan melamar dan menjadikan Clara sebagai istri saya," ucap Ansel dengan penuh keyakinan.
Clara sontak mencubit lengan Ansel karena merasa panik. Ia hanya diam tak berani menatap ke depan kamera sebab terkejut dengan ucapan Ansel.
"Kenapa kamu mengatakan hal itu? Saat briefing barusan tak ada kalimat itu," bisik Clara dengan wajah panik.
"Memangnya kenapa? Biar saja semua orang tahu," jawab Ansel.
"Kau…Astaga sungguh aku tak habis pikir denganmu," sahut Clara yang mendadak kehabisan kata-kata untuk berdebat dengan Ansel.
Kini keduanya saling tatap dan Ansel memanfaatkan momen itu untuk melamar Clara. Tanpa Clara tahu, sebenarnya Ansel sudah mempersiapkan cincin yang sudah lama ia pesan dari seorang desainer ternama. Clara terkejut saat tiba-tiba Ansel bersimpuh di hadapannya.
"Ansel, apa yang sedang kamu lakukan," tutur Clara panik dan bingung.
"Apa maksudnya?" tanya Clara yang masih tak mengerti dengan semua ini.
"Maukah kamu menjadi istriku?" ujar Ansel sambil tersenyum penuh harap.
Clara merasa terharu ia tak menyangka jika pria yang selama ini ia idamkan dan hanya ada dalam angan mendadak melamar dirinya. Clara sempat terdiam sejenak ia bingung harus berkata apa.
" Aku… " ujar Clara ragu-ragu.
"Kamu bilang mencintaiku juga kan? Jadi Ayolah hidup bersamaku," tutur Ansel.
"Baiklah aku bersedia untuk hidup bersamamu dan menjadi istrimu," sahut Clara.
Clara akhirnya menerima lamaran Ansel. Raut wajah Ansel terlihat bahagia sekaligus terharu. Ia sontak memeluk erat tubuh Clara. Tak terasa air mata jatuh membasahi pipi Clara.
" Kenapa kamu menangis?" tanya Ansel.
" Aku terharu, aku tak pernah menyangka jika aku bisa mendapat dirimu setelah sekian lama aku hanya bisa berharap tanpa bisa memilikimu," sahut Clara.
"Aku juga bahagia karena akhirnya kamu mau menerimaku, Clara. Jadi sekarang mari kita buka lembaran baru dan hidup bersama," tutur Ansel sambil menyeka air mata di pipi Clara.
Video klarifikasi Ansel dan Clara mendadak viral karena lamaran tersebut. Beberapa orang mulai memahami hubungan mereka berdua dan berakhir untuk memberi dukungan. Namun tak sedikit pula yang menghujat karena masih menganggap jika itu hal yang salah.
"Apa-apaan ini, kenapa Ansel jadi berani mengumbar hubungan di depan publik!" ucap Delia yang melihat video itu dan sontak terpancing emosi.
Ia tak terima jika Ansel akan segera menikahi Clara. Delia masih bersikukuh jika hubungan antara Ansel dan Clara adalah hubungan terlarang. Ia juga merasa jika lebih pantas bersanding dengan Ansel.
"Apa bagusnya perempuan itu dibanding aku? Lagipula mereka lebih cocok dilihat sebagai paman dan keponakan daripada sepasang kekasih! Aku tak terima dengan ini semua, jika aku tak bisa mendapatkan Ansel maka Clara juga tidak!" gumam Delia sambil mengepalkan tangannya.