
Siang itu Ansel berinisiatif untuk mengajak Clara jalan-jalan di luar. Tujuannya untuk membuat Clara semakin percaya diri dan tak perlu takut untuk mengumbar hubungan mereka berdua. Ansel mengajaknya ke sebuah restoran bertema outdoor dengan pemandangan gugusan pegunungan.
"Tempat ini indah sekali," ucap Clara terpana.
"Syukurlah jika kamu merasa senang berada di sini," sahut Ansel.
"Tapi kenapa kamu tiba-tiba mengajakku kemari?" tanya Clara.
"Supaya kamu terbiasa untuk pergi ke luar bersamaku tanpa ada rasa takut lagi harus bertemu banyak orang," sahut Ansel.
Tanpa mereka sadari di tempat yang sama ada Delia dan ia diam-diam mengambil foto Ansel dan Clara. Ia kembali membuat onar dengan menyebarkan foto tersebut dan membuat berita yang tidak benar tentang keduanya.
"Ah, rupanya mereka berdua sekarang sudah berani mengumbar hubungan di depan publik? Lihat saja aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia, sementara Ansel mencampakkan aku begitu saja!" gumam Delia.
Satu minggu berlalu, keduanya selalu terlihat bersama. Namun Ansel dan Clara lebih memilih untuk tinggal di tempat yang berbeda guna menghindar fitnah. Namun masih saja banyak orang yang menghina mereka membuat Clara sedih. Apalagi Delia kembali membuat gosip jika keduanya diam-diam telah menikah siri.
"Ansel, kenapa Delia selalu berbuat ulah dan mengusik kehidupanku? Pagi tadi ia kembali membuat gosip jika kita diam-diam sudah menikah secara siri dan sekarang orang-orang kembali memfitnah kita," ucap Clara dengan panik saat siang itu Ansel berkunjung ke rumahnya.
Ansel rupanya belum tahu tentang berita itu hingga akhirnya Clara menunjukan postingan milik Delia. Ia juga membaca komentar orang-orang sekitar yang menyudutkan Clara, seolah-olah Clara yang menggoda Ansel.
"Keparat! Aku sudah lama memutus hubungan dengan Delia, tapi kenapa dia masih saja mengusik kehidupanku!" tutur Ansel kesal.
"Jadi sekarang aku harus bagaimana? Aku lelah menghadapi cibiran dari orang-orang yang terus merendahkan diriku," ucap Clara dengan nada suara bergetar karena tak kuasa menahan tangis.
Ansel menatap Clara dengan iba dan penuh rasa bersalah. Ia tak tega melihat wanita yang begitu ia cintai harus menanggung ini semua sendirian. Bahkan semenjak masalah ini mencuat dan menjadi semakin besar, tubuh Clara menjadi semakin kurus karena tak nafsu makan memikirkan masalah ini.
"Jangan bicara tentang hal-hal yang buruk, Clara," tukas Ansel.
"Memang begitu kenyataannya, aku benar-benar takut dengan cibiran orang yang semakin banyak memaki hubungan kita," jawab Clara.
Ansel yang tak lagi bisa terima dengan hinaan orang-orang akhirnya meminta pengacaranya untuk mendampinginya mengklarifikasi di media sosial agar semua orang tahu kebenarannya. Hari itu juga Ansel dan Clara menemui Malik di kantor pengacara miliknya dan meminta adanya konferensi pers untuk mengkonfirmasi kebenaran berita itu.
"Kalian berdua tenang saja, serahkan urusan ini padaku, aku akan menjadi juru bicara untuk meluruskan ini semua," ucap Malik.
Malik memberikan saran pada Ansel dan Clara untuk membuat video klarifikasi dan mengunggahnya ke media sosial. Clara masih saja takut dan ragu karena khawatir akan mendapatkan serangan komentar buruk dari netizen. Namun, Ansel menyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja karena ada Malik yang mendampingi.
"Aku merasa ragu," ujar Clara.
"Kenapa Clara? Ini adalah satu-satunya cara kita untuk menunjukkan pada semua orang jika hubungan kita bukanlah hubungan terlarang," jawab Ansel berusaha meyakinkan Clara..
"Benar apa yang dikatakan oleh Ansel, kamu tidak perlu khawatir akan hal ini. Aku akan mendampingi kalian sampai masalah ini benar-benar selesai," ucap Malik menimpali.
Clara berusaha meyakinkan dirinya sendiri hingga akhirnya ia bersedia untuk membuat video klarifikasi itu. Ansel memerintahkan asistennya untuk membuat setting dan menata kamera. Sementara Ansel dan Clara sedang di briefing oleh Malik untuk bicara di depan kamera.
"Bagaimana apa kamu sudah siap?" tanya Ansel pada Clara.
"Iya, aku siap," sahut Clara.