I Hope, My Existance Is Real

I Hope, My Existance Is Real
29



Beralih sejenak dari Nara dan berada dengan Kyra.


Usia Keyra saat ini bisa dikatakan tidak lagi mudah dengan angka 48 yang dimiliki nya.


Di usianya saat ini Kyra masih saja cantik dan awet muda. Terlebih dimalam ini Kyra dibuat begitu anggun dan menawan dengan mermaid dress berwarna hitam.


Gaun berbahan brokat yang digunakan Kyra memiliki statement dibagian bawah gaun menjadikan nya mengembang indah. Dengan rambut yang tergulung cantik.


Sebagai sentuhan terakhir pada penampilannya, Kyra mengenakan gelang, cincin, dan anting minimalis yang senada.


Setelah keluar dari salon ternama Kyra masuk kedalam mobil mewah milik Aron dan duduk bersebelahan dengan Aron yang juga sudah tampil gagah dengan jas hitam nya.


Aron sendiri pria berusia 53 tahun, tinggi dan memiliki wajah gagah yang terlihat sangar terlebih dengan brewok tipis yang dimiliki nya.


Pribadi keras yang tempramen tapi sekali nya sudah dibuat cinta terhadap sesuatu dia bisa terobsesi dengan begitu dalam nya. Itu lah salah satu alasan Kyra akhirnya menikahi Aron pria yang sebenarnya tidak dicintai nya.


Malam ini kedua nya tampak mewah dan serasi, senada dengan sama glamor nya dengan sama sama menjadikan warna hitam pilihan atas pakaian yang keduanya kenakan. Memang sudah ditentukan oleh Aron sendiri sebenarnya dengan apa pun yang Kyra kenakan kali ini.


Berada sampai di depan sebuah hotel yang jauh dari jangkauan dan keramaian. Tidak begitu mewah sekedar hotel berukuran sedang yang tampak sederhana dengan banyak nya penjaga yang berada mengelilingi hotel.


"Jangan terlalu banyak tersenyum, angkat dagu dan tatapan berada lurus kedepan. Semenarik apapun tetap tidak boleh menoleh, terkecuali dengan membawa tubuh mu untuk menghampiri nya. Jangan buat masalah apalagi kegaduhan kamu tau itu"


Perjelas Aron dengan panjang nya, dengan seperti apa Kyra bersikap saat berada masuk kedalam sana.


Kyra hanya diam mengangguki, menjadi patuh dengan apapun yang diminta oleh Aron. Prasangka nya dengan ini bukan lah tempat dan hal yang baik, tidak jauh dari pekerjaan dan dunia yang Aron tekuni. Berada untuk dapat menahan dan mengendalikan diri, menata nya dengan sangat baik dengan apapun yang nantinya berada didalam sana, Kyra harus siap menghadapi nya.


Saat berada turun Kyra hanya dapat melirik kan bola matanya untuk dapat melihat orang orang yang berada ramai sekedar menjadi penjaga disebuah hotel biasa. Kyra hanya merasa terheran kenapa ada penjaga sebanyak ini didepan hotel seperti ini, rasanya sangat tidak pas. Orang orang yang kemudian berada tunduk kepada Aron, seperti sudah mengenal Aron dan menjadikan tundukan nya seperti tanggung jawab atau keharusan.


Setelah menaiki lift ke lantai teratas lantai 12, Kyra dan Aron masuk di satu ruangan yang terhampar kemewahan dengan ramai nya orang orang yang berada mengisi nya. Orang orang yang berada dengan kesibukan nya masing masing, ada yang tengah berjudi ria, ada yang tengah menikmati kebersamaan nya dengan para wanita, ada juga yang berada menari dengan minuman yang menemani nya. Semua bersorak ramai, bermacam-macam.


Tidak begitu terkejud dengan tempat yang saat ini berada dipijak akan keberadaan nya, dan dengan beberapa hal yang berada lewat dalam pandangan nya. Ini bukan kali pertama nya Aron mengajak Kyra ketempat seperti ini dan bukan hal baru juga untuk nya. Kyra tidak menduga dengan acara makan malam yang Aron janjikan berada dan menjadi seperti ini dan di tempat seperti ini bersama orang orang yang serupa hina dan menjijikkan, rasanya sangat malu untuk Kyra akan ini semua.


Berada dengan apa yang menjadi peraturan dengan Kyra yang harus berada mengangkat dagu dan menatap lurus kedepan.


Saat disadari keberadaan Kyra dan Aron semuanya berada tertuju menatap dan memperhatikan nya, menjadikan ramai terjeda seketika.


Berada masuk di satu pintu selanjutnya dengan di antar beberapa pelayan yang juga mengawal Aron dan Kyra.


satu ruangan berukuran sedang dengan empat orang yang sudah berada duduk di sofa, menyisakan satu tempat di tengah yang di peruntuk untuk Aron dan Kyra.


Adanya Aron dan Kyra menjadikan orang-orang didalam ruangan bangun dari duduknya menyambut kedatangan Aron dan Kyra dengan tawa dan senyum ceria yang ramai.


Setelah Aron dan Kyra duduk Aron mengulurkan satu tangan nya mempersilahkan untuk yang lain nya kembali duduk.


"Aron"


Seru salah seseorang yang berada duduk di paling pinggir di sisi kanan. Seorang pria yang merupakan kerabat dekat Aron didalam lingkup pekerjaan nya ini, Ian namanya. Ian memperlihatkan amplop coklat yang kemudian dikeluarkan isi didalamnya, sebuah foto seseorang yang tampak sangar dan menakutkan. Berada diletakkan Ian foto tersebut di tengah meja, agar yang lain nya dapat ikut melihat nya.


"Sudah di duga ini bukan sekedar pesta dan bersenang-senang"


Seru Aron tersenyum dengan gumam nya. Menegakkan punggung nya dari sandaran yang semula dirasakan nya begitu nyaman, sekedar untuk nya dapat melihat seseorang yang berada dalam foto tersebut. Tampak tidak asing dan begitu familiar dengan orang didalam foto tersebut.


"Tau dia siapa? Marko! Ketua gengster highlighted!"


Perjelas Ian dengan menekan foto tersebut dengan satu jari tangan nya, memperjelas dengan siapa orang yang berada dalam foto. Marko yang merupan ketua tim gengster yang cukup terkenal dikalangan nya.


"Seseorang meminta kita buat menghabisi nya. Bayangkan jika kita dapat menyelesaikan nya dengan tuntas seperti dengan keinginan nya, seberapa banyak keuntungan yang akan kita dapatkan?"


Lanjut Ian dengan antusias nya.


Aron masih terpaku seperti tengah sibuk memperhatikan dan memikirkan nya.


"Gua kesini mau makan malam dengan istri gua, tapi malah di sajikan dengan kerjaan"


Aron yang kembali menyandarkan bahunya seperti semula, menjadikan kenyamanan dirasakan nya.


"Ayo lah, kapan lagi kita bisa dapat keuntungan berkali kali lipat kaya gini"


Bujuk Ian kepada Aron. Seolah tidak ingin melepaskan dan ingin menggapai dengan apa yang saat ini tengah diperdebatkan nya.


"Tapi satu sisi resiko buat ini jauh lebih besar. Lo tau seperti apa Marko dengan anak buah yang dia punya?"


Seru salah seorang yang lain nya, Mahen.


"Selama ini apa resiko yang kita hadapi ngga besar, Marko bukan satu satunya. Kita pernah menghadapi yang jauh lebih dari pada Marko. Kita ngga menyerang secara terbuka dan terang terangan kita pake taktik dan ngabisin secara diem diem"


Aron menjadi tertawa, seperti ada hal lucu yang tiba tiba menggelitik nya.


"Lo emang ngga punya rasa takut, kapten Ian"


Seru Aron dengan pujian nya kepada Ian dengan sebutan kapten karna Ian sendiri adalah seorang kapten di sebuah tim kepolisian.


Seorang polisi yang memiliki kerja sampingan sebagai mafia, terdengar konyol dan sangat tidak masuk akal. Tapi bagaimana lagi tempat yang ditinggali yang disebut bumi adalah tempat dimana orang yang tampak baik dan melindungi adalah orang yang berada menjadi sebaliknya, jahat dan serakah juga begitu menakutkan.


Ian tersenyum dengan pujian yang diterima nya.


"Jadi gimana?"


Lanjut Ian masih menjadi terobsesi akan project, pekerjaan baru yang ditawarkan nya.


Aron terdiam memainkan jari jemari yang berada di atas paha nya. Mempertimbangkan dengan keputusan apa yang akan di buat nya kali ini, mengingat dengan banyak nya keuntungan yang didapat juga dengan risiko besar yang nantinya akan dihadapi.


Sedangkan Kyra berada diam, bungkam menahan dirinya setelah dengan semua yang didengar. Rasa nya saat ini ingin sekali berteriak untuk Aron menghentikan pekerjaan gilanya, kejahatan yang dilakukan nya, sesuatu yang bukan sekedar membahayakan orang lain tapi juga dirinya sendiri.


Saat tengah memikirkan dan mempertimbangkan nya tiba tiba Aron berada menoleh kepada Kyra.


Kyra menggeleng gelengkan kepala nya dengan pelan dan dengan kedua mata yang sudah menjadi berkaca-kaca.


Tidak memperdulikan Kyra, Aron Kembali membawa tatapan nya. Yang kemudian tersenyum dan mengangguki kepalanya.


"Kita ambil project ini, siapin kesepakatan nya, lihat dan awasi situasi baru menata strategi"


Seru Aron dengan rencana yang sudah dibuat dengan tekad bulat nya.


Jika sudah berada dengan keputusan atau keinginan nya sudah tidak lagi ada orang yang dapat mengganggu gugat.


Menjadi begitu kecewa dan sangat terluka dengan seseorang yang seharusnya melindungi nya malah membuat nya takut dan akan membunuh orang lain. Kyra memutuskan untuk bangun dari duduk nya dan berlari keluar dengan mengangkat gaun nya. Ternyata pertahanan akan dirinya sendiri akhirnya buyar tidak terkendali.


Sontak orang-orang yang berada di dalam ruangan menjadi terkejud dan tidak mengerti dengan apa yang Kyra lakukan, sampai berlari tanpa lebih dulu berbasa basi kepada Aron.


"Lo bisa atur semuanya, setelah beres baru lo hubungin gua"


Seru Aron setelah bangun dari duduk nya dan bergegas mengejar Kyra.


Sudah berada keluar dari hotel Kyra tertunduk dengan tangisan nya.


Aron menarik tangan Kyra untuk Kyra dapat berada menghadap nya, yang kemudian Aron memukul nya begitu saja dengan punggung telapak tangan yang dihantamkan di wajah Kyra begitu saja. Menjadikan darah berada keluar di sudut bibir nya.


"Hhhh..."


Helai Aron dengan emosi yang berada meluap luap.


"Kamu pikir aku bawa kamu kesini buat kamu permaluin kaya tadi, hah?"


Aron dengan geram nya, dengan tangan yang berada mencengkram kedua pipi Kyra dengan satu tangan nya, menjadikan bibir Kyra seperti termanyun karna kedua pipinya yang ditekan.


"Lepas!"


Seru Kyra memaksakan wajahnya untuk dapat terlepas dari tangan Aron.


"Dari aturan yang kamu buat, ngga ada aturan buat aku dilarang berlari keluar kan"


Seru Kyra dengan membela dirinya, atas apa yang sudah di lakukan nya.


"Prkkk"


Kali ini tamparan yang berada melayang dengan sangat kencang di pipi Kyra.


Menjadikan Kyra tertunduk kesakitan memegangi pipinya yang perih.


"Jangan buat masalah, bukan nya aku udah bilang itu kan"


Pertegas Aron kembali menjelaskan, dengan apa yang baru Kyra lakukan menjadikan masalah untuk nya karna sudah membuat nya malu di depan banyak orang.


"Masuk mobil!"


Lanjut Aron dengan perintah nya, berada menahan emosinya setelah melihat Kyra yang tertunduk menangis kesakitan.


Menarik tangan Kyra untuk mengajak nya masuk kedalam mobil, tidak ingin ada orang yang nantinya melihat dengan keributan nya.