I Hope, My Existance Is Real

I Hope, My Existance Is Real
17



Setelah berada masuk kedalam rumah Nara bersinggah duduk diruang tamu dengan keadaan ruang tamu yang sudah begitu gelap, dengan lampu lampu yang sudah di matikan.


Berada duduk di keheningan dan di kegelapan membuat Nara berfikir banyak hal. Merasakan perasaan yang semula sudah berada tertahan atau bahkan tertutup.


Bersekolah dengan Yudi, Lula yang mengetahui rahasia nya, Afka yang mulai mengerti dengan dirinya yang penuh rahasia, juga dengan keberadaan Nara yang tidak ingin beranjak dari keempat teman nya. Semua berada memenuhi isi kepalanya.


Nara bangun dari duduknya, pergi ke dapur dan kembali ketempat semula dengan sebotol soda dan gelas berukuran besar. Dituangkan soda sampai busa nya berada memenuhi gelas besarnya. Dengan sekali meminum Nara sudah dapat menghabiskan segelas soda, yang menjadikan Nara bersendawa mengeluarkan angin.


"Hhhhh..."


Setelah nya Nara mengehelai nafas, sesak dalam penat dan dalam dadanya.


Apa yang dapat lebih memahami dari sepi dan kesendirian. Dua hal yang berada di rasakan Nara sebagai tempat dan waktu yang dapat menenangkan nya, memberikan persinggahan untuk nya.


Saat saat seperti ini Nara menjadi terbuka dengan dirinya, tidak perlu ada yang ditutupi, tidak perlu ada yang direkayasa atau sekedar ditahan dalam dirinya.


Keberadaan Nara dalam sepi dan sendiri tidak menjadikan Nara berharap seseorang berada untuk memahami nya untuk mendengarkan nya.


Dalam sepi dan sendiri Nara bebas mencurahkan, melampiaskan dengan seperti apa yang Nara inginkan.


Meski setelah nya Nara harus kembali dalam peran nya pada dunia dan hidup nya.


Sekedar uraian singkat sudah menjadi tataan rumit yang harus Nara jalani.


"Nara?"


Seru Kyra menghampiri Nara yang berada duduk ditengah gelap nya ruang tamu.


Cklllkk..


Kyra menyalakan lampu sekedar memastikan dengan apa yang Nara lakukan.


"Hey ma"


Sapa Nara tersenyum.


Kyra menoleh kepada jam dinding, memastikan jam berapa sekarang dengan Nara yang masih terjaga belum beristirahat, pukul 02:10.


"Jam segini kamu ngapain dirung tamu gelap gelapan"


Nara mengangkat gelas berisikan soda yang sebelumnya dituang kembali dan belum di habiskan nya.


"Minum soda, mama mau?"


Tawar Nara kepada Kyra.


"Malem malem minum soda?"


Tanya Kyra melebarkan tatapannya.


"Eeee... "


Nara yang kembali bersendawa dengan busa yang seolah penuh berada di tenggorokan nya.


"Mmm"


Nara tersenyum mengangguki nya.


"Hhhh..."


Kyra menghelai nafas menyaksikan putri nya seperti ini.


"Kebanyakan minum soda ngga bagus, Nara"


Tegur Kyra mengingatkan, sebelum bergegas pergi meninggalkan Nara.


"Mana yang lebih ngga bagus banyak minum soda, atau banyak harta tapi ngga bahagia"


Gumam Nara setelah memperhatikan Kyra yang pergi meninggalkan nya.


"Hhhhh.."


Helai Nara sesak dalam dadanya, beranjak bangun untuk kembali mematikan lampu ruang tamu menjadikan ruang tamu kembali gelap seperti sebelumnya.


Kembali berada di sofa tapi kali ini Nara membaringkan tubuhnya, memiringkan posisi nya dengan tetesan air mata yang tidak disadari nya mulai berjatuhan.


Berada terikat sekedar dengan hubungan dan tanggung jawab menjadikan Kyra berada memenuhi keseharusan nya tanpa adanya perasaan sayang yang berada di tunjukkan nya, atau Kyra hanya ragu dan malu untuk menunjukan nya. Entah, yang pasti seperti berada dekat dengan rasa asing yang mengikat.


Seperti malam malam sebelum nya Nara selalu kesulitan untuk tertidur. Biasa orang menyebut kebiasaan Nara ini sebagai insomnia, masalah sulit tidur dan sulit tidur nyenyak yang berkelanjutan. Beberapa kali Nara melakukan konsultasi, dokter yang menanganinya pasti akan mengatakan jika Nara depresi, memiliki banyak kecemasan, dan terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein, tapi memang apa yang dikatakan dokter memang benar.


Sebenarnya dokter menganjurkan Nara untuk melakukan teritmen dan beberapa pengobatan, tapi Nara menolak nya. Karna menurut Nara berada terjaga sepanjang malam menjadikan otak nya dapat berfikir banyak hal dan menentukan jalan akan apa yang dipikirkan nya.


Jarum jam sudah berada menunjukkan pukul 04:35, dan Nara sudah mulai merasakan ngantuk dan perlahan mulai terlelap dengan sendirinya di sofa ruang tamu.


Hanya memerlukan beberapa jam untuk menuju pagi.


Seperti pada kewajiban seperti pagi pada biasa untuk mbo Minah membangunkan Nara.


"Tok.. tok..tok..tok.."


Ketuk mbo Minah cukup kencang.


"Non Nara udah pagi non, bangun nanti kesiangan berangkat sekolah nya"


Seru mbo Minah dengan suara cempreng nya.


"Tok..tok.. Non.. Non Nara?"


Ketuk dengan seruan yang bersamaan.


Masih begitu hening tidak didapati jawaban atau suara dari dalam kamar Nara. Mbo Minah mengorek gagang pintu sekedar memastikan kamar Nara yang terkunci atau tidak, tetapi kamarnya sedang tidak di kunci tidak seperti biasanya dengan Nara yang selalu mengunci kamarnya.


Setelah berada masuk kedalam kamar Nara, tempat tidurnya masih tertata begitu rapih tidak di dapati keberadaan Nara di atas tempat tidur dan disudut ruang kamarnya.


"Non?"


Periksa mbo Minah didalam toilet.


"Non Nara kemana ko ngga ada ya?"


Gumam mbo Minah setelah memastikan keberadaan Nara.


Mbo Minah yang kemudian berlari keluar dan menggedor pintu kamar Kyra majikan besar nya.


"Permisi Bu? Non Nara tidak ada di kamar nya"


Seru mbo Minah setelah dengan Kyra yang berada membukakan pintu untuk nya.


"Ngga ada gimana?"


Tanya Kyra memastikan.


"Tadi pas saya mau bangunin non Nara pintu kamar nya ngga di kunci Bu, dan saya periksa masuk non Nara udah ngga ada, tempat tidur nya pun masih tertata rapih Bu"


Perjelas Mbo Minah dengan detail nya.


Kyra terdiam sesaat ingat dengan keberadaan Nara terakhir kali, semalam saat Kyra menjumpai putri nya tengah berada di ruang tamu. Kyra yang kemudian bergegas keruang tamu.


Dan benar saja di dapati keberadaan Nara yang tertidur di sofa tanpa bantal maupun slimut yang dikenakan nya, masih dengan celana yang pendek dan sweater nya.


"Ko bisa tidur disini sih non Nara"


Seru mbo Minah setelah berada menghampiri Nara.


Minta Kyra dengan perintah nya.


"Baik non"


Mbo Minah yang beranjak meninggalkan keduanya.


"Nara? Nara bangun udah pagi"


Seru Kyra setelah berada menghampiri Nara dan menepuk lengan Nara dengan pelan.


"Mmmm?"


Gretu Nara belum menjadi sadar sepenuhnya.


"Bangun, nanti Sekolah nya kesiangan"


Setelah berada menyadari suara yang tengah membangunkan nya Nara membuka pejaman matanya.


"Mama?"


Seru Nara dengan matanya yang menyipit.


"Bangun, ngapain coba tidur disini. Buruan bangun"


Lanjut Kyra menarik tangan Nara untuk memaksa nya bangun.


"Ketiduran semalam"


"Yaudah sana mandi, siap siap"


"Mmm"


Nara tersenyum mengangguki nya.


Nara kembali kekamar bersiap mandi dan mengenakan pakaian nya kali ini karna bangun lebih awal Nara mengenakan makeup dan sepatu nya dikamar sebelum pergi keluar. Tidak seperti biasanya dengan Nara yang mengenakan nya didalam mobil jika mobil sudah hampir sampai disekolah.


Nara yang sudah berada di meja makan dengan mbo Minah yang menyiapkan nya, mengisi piring nya dengan menu sarapan yang sudah di persiapkan mbo Minah.


"Non Nara ko bisa tidur di sofa non?"


Tanya mbo Minah saat meletakkan kembali piring Nara di hadapan Nara.


"Begadang semalam Nara mbo eh ketiduran"


Jawab Nara tersenyum.


"Gitu ya non, kalo gitu saya ijin kebelakang ya Bu, non"


Pamit mbo Minah beranjak meninggalkan meja makan, membiarkan kedua majikan nya menikmati sarapan nya.


Tin..tin..


Bunyi klakson mobil di tengah sarapan Nara yang sudah hampir habis di makan nya.


"Nah tuh Yudi udah jemput"


Seru Mama tau dengan siapa yang baru saja membunyikan klakson mobil nya.


"Khoo..kho..kho.."


Nara menjadi tersedak begitu terkejut dengan apa yang mama katakan barusan, dengan nama Yudi yang membuat nya terkejud.


Nara meminum habis segelas air putih di hadapan nya.


"Apa ma? Yudi jemput? Jemput siapa?"


Seru Nara memastikan.


"Iya jemput kamu, kan kamu yang satu sekolah. Pak Arto hari ini ijin ngga masuk karna anak nya dirawat dirumah sakit. Jadi mama telfon Yudi buat jemput kamu"


Seru Kyra menjelaskan.


Mendengar penjelasan menjadikan ekspresi Nara berbeda.


"MA!"


Seru Nara menggentak dengan nada nya.


"Hhhhh..."


Yang kemudian Nara menghelai nafas nya, menahan diri dari emosi nya.


"Ma, kenapa harus telfon Yudi segala? Nara kan bisa naik taksi, bus, angkot atau apapun itu, ngga perlu di jemput Yudi kaya gini"


"Nara!"


Seru Kyra dengan nada tinggi nya.


"Kamu ini sebenarnya kenapa sih sama Yudi? Udah saat nya kamu buat akur dan bersikap baik sama dia. Yudi juga selama ini memperlakukan kamu dengan baik kan, terus kamu kenapa kaya gini sama Yudi"


Kesal Kyra dibuat dengan perilaku Nara yang selalu sentiem setiap menyangkut dengan Yudi.


"Ma, mama.."


Gretu Nara lirih dengan sudut matanya yang berkaca. Terasa teriris patah dengan pertanyaan dan kata kata yang mama ucapkan. Menjadi sangat jelas dengan Mama yang tidak mengerti apa apa dan tidak memahami sedikit pun akan semua.


"Mama itu ngga tau apa apa ma"


Lanjut Nara dengan seruan nya.


"Iya kalo kamu mau buat Mama tau, ya kamu ngomong"


Lanjut Kyra menjadi ikut kesal dengan sikap Nara yang seperti ke kanak Kanakan untuk nya.


Suasana menjadi memanas, dengan keduanya yang sama sama sudah berada dengan emosi dan jengkel nya.


"Apa reaksi mama kalo mama tau dengan apa yang Yudi dan suami mama lakuin ke aku. Mama akan menjadi marah dengan apa yang sudah mereka lakukan mengingat dengan aku anak kandung dan putri mama satu satunya. Atau kah mama akan menyalahkan aku dan menjadi pura pura tidak tau hanya karna mama tidak ingin kehilangan apa yang saat ini mama miliki"


Gumam Nara ramai dalam batin nya, tangisan yang seolah berada dalam hatinya pun tertahan untuk tidak menjadi nyata terlihat terjatuh di mata.


"Nara coba ya buat bersikap baik dan akur sama Yudi,mama mohon"


Mohon mama dengan keinginan nya.


"Nara akan berangkat bareng sama Yudi tapi ngga buat bersikap baik sama dia"


Pertegas Nara yang kemudian bangun dari duduk nya, membawa tasnya dan keluar dengan hentakan kaki yang menjadi lebih berat di langkahkan. Berlalu pergi meninggalkan Kyra.


Berada menghampiri Yudi dan langsung masuk kedalam mobil begitu saja.


Yudi tersenyum melambaikan tangan nya kepada Kyra yang memperhatikan dari beberapa jarak.


"Yudi sama Nara berangkat dulu ya ma"


Pamit Yudi sebelum masuk kedalam mobil.


"Iya, bawa mobil nya hati hati ya"


Jawab Kyra tersenyum dengan ramah nya.