HANDSOME GHOST

HANDSOME GHOST
Menunggu



Arsil jadi bingung dengan apa yang harus dilakukannya , disatu sisi Arsil menganggap Inar sebagai kakaknya , dan niatnya Arsil hanya ingin membantu kakaknya namun malah jadinya seperti ini " mereka putus ."


Arsil pun terus berusaha mengetuk pintu Inar agar Inar mau membukanya dan memohon untuk memberinya kesempatan masuk untuk memberinya makan dan minum obat .


Tetapi Inar tidak menghiraukannya , malah membiarkannya , Arsil sudah pusing dibuatnya , dengan sabar Arsil menunggu kesadaran Inar membuka pintu .


" Ceklek ." pintu terbuka....


Inar membuatnya menunggu dan membuat khawatir seisi rumah bahwa dirinya kini membuat orang tuanya sedih terhadap sikapnya .


Inar pun keluar kamar dan memeluk ibunya sambil menangis dan meminta maaf kemudian juga meminta maaf pada ayahnya dan seisi rumah termasuk Arsil yang telah mengkhawatirkannya .


Namun saat ini Inar tidak menemukan Arsal ada dihadapannya , hancur sekali hatinya namun Inar masih bisa menahan dan menutupinya dari orang- orang yang menyayanginya .


Arsil sangat senang melihat Inar bisa keluar kamar dan memeluk kedua orang tuanya , Arsil juga langsung memberi kode pada bi mira untuk memberikan bubur kepada Inar .


Dengan sigap dan gerak cepat bi Mira membawa bubur untuk Inar dan menyerahkannya pada Arsil .


"Arsil terkejut mengapa bi Mira datang memberinya bubur apakah Arsil yang harus menyuapi Inar ."fikir Arsil ."


Inar hanya menunduk malu saat kedua orang tuanya mendukung Arsil untuk menyuapi Inar , padahal Arsil tidak enak hati begitu pun dengan Inar .


Kedua orang tua Inar pun tersenyum melihat Arsil yang begitu perhatian terhadap Inar yang sedang sakit mengusulkan untuk membuat bubur dan inisiatif menghubungi dokter .


Arsil pun merasa sedikit malu karena dari tadi ibunya Inar selalu memujinya .Begitu pun dengan Inar yang malu oleh Arsil atas kelakuan kedua orang tuanya yang salah paham dengan hubungan mereka .


Saat Arsil menyuapi Inar didepan kedua orang tuanya , Arsil sedikit canggung dan gugup , karena bagaimana pun Arsil menutupi rasa suka terhadap Inar tetap akan ketahuan .


Ayahnya Inar membuka pembicaraan kepada Arsil mengenai pernikahan mereka , ibunya mengatakan sangat setuju bila pernikahan Arsil dengan Inar cepat terlaksana .


Supaya mereka tidak malu dan selalu jadi pembicaraan para tetangga . tiba - tiba Inar terbatuk dan Arsil pun langsung memberi Inar minum .


Kedua orang tua Inar pun bingung melihat tingkah anaknya yang seperti baru saja bertemu padahal mereka setiap hari bertemu bahkan satu kantor .


Kini giliran Arsil yang tersedak padahal tidak makan apapun membuat kedua orang tua Inar saling adu pandang dan mulai curiga dengan tingkah anaknya .


" Inar ada apa ini sebenarnya , kamu sudah putus ? kata ayahnya .


" Maaf ayah , bolehkah kita bahas itu nanti , Inar baru saja mau makan obat dan badan Inar masih lemas !" Inar memohon .


Tidak lama kedua orang tua Inar pun mengerti dan meninggalkan mereka berdua . Arsil meminta maaf atas prilakunya sehingga membuat Arsal menjadi salah paham .


Inar menggeleng , dan mengatakan bahwa Arsil tidak bersalah namun memang hubungannya dengan Arsal sudah selesai alias putus .


"Arsal yang mengatakannya sendiri pada kamu kan Arsil ? "kata Inar .


" Sebenarnya saya merasa sakit hati , kecewa dan kesal , serta sempat memberi kesempatan terlebih dahulu untuk memperbaikinya , namun ternyata tidak ada itikad baik dari Arsal malah pergi meninggalkannya tanpa menjelaskan . " kata Inar .


Arsil pun terdiam dan hanya menunduk mendengarkan penjelasan Inar . Kini suasana menjadi hening dan canggung .


************


Assalammualaikum...


Sahabat reader yang budiman ...


Like dan komennya donk..


Biar authornya lebih semangat ..


oke....


Terima kasih 🙏🙏