
Inar sudah mulai berangsur sembuh , saat ini Inar merasa sangat segar karena selama 3 hari Inar tidak dapat beraktivitas walaupun hanya aktivitas ringan namun tetap saja Nie mencegahnya .
Inar kini sudah beranjak dari tempat tidur ,dan segera merasakan segarnya udara pagi dan hangatnya sinar mentari pagi .
Tiba - tiba Nie datang dan mengetuk pintu kamar Inar , melihat Inar yang terlihat sudah segar dan mulai kembali beraktivitas , awalnya merasa sangat cerewet namun lama kelamaan semakin memahami kalau Inar mungkin merasa bosan .
Selama aktivitas yang ringan Nie tidak terlalu mengekangnya , Nie masih khawatir kalau Inar kembali merasa kesakitan dibagian kepalanya.
Nie sangat peduli karena Nie sudah menganggap Inar sebagai saudaranya yang selama ini tidak Nie miliki .
Nie tidak ingin kehilangan Inar seperti saat Nie kehilangan adik perempuannya , dia hendak dipisahkan oleh kedua orang tuanya karena mereka bercerai .
Nie diambil oleh ayahnya sementara adiknya pergi bersama ibunya . Namun karena adiknya sering sakit dan tidak mampu berobat makanya adiknya meninggalkannya untuk selama - lamanya .
Tidak lama setelah itu ibunya pun tertabrak mobil saat hendak menyebrang tetapi sialnya truk yang remnya blong melindas ibunya yang sedang menyebrang .
Nie merasa trauma bila mendengar kecelakaan apalagi kini Nie sendiri yang mencelakai Inar namun Nie masih beruntung karena Inar hanya mengalami geger otak ringan akibat benturan di bagian kepalanya dan mengeluarkan darah karena pelipisnya sobek .
Nie langsung memeluk Inar dan menangis serta meminta maaf kepada Inar karena Nie telah mencelakainya .
Inar pun merasa terharu dengan sikap Nie yang menurut Inar terlalu berlebihan dan sangat memanjakannya .
Kejadian hari itu dilihat oleh sosok cantik yang ikut menangis karena disaat dirinya bertemu Inar dan sudah nyaman bersama Inar terjadi kecelakaan yang sampai saat ini dirinya pun belum sempat memperkenalkan diri kepada Inar .
Mereka akhirnya beranjak pergi meninggalkan kamar Inar dan menuju ruang makan yang telah tersedia berbagai macam makanan semuanya kesukaan Inar .
**********
Sementara di apartemen Arsal , Arsil merasa khawatir dengan keadaan Inar , Arsil merasa ada yang Inar sembunyikan dari dirinya .
Mungkin terjadi sesuatu yang tidak ingin diketahui olehnya sehingga Inar lebih memilih tinggal di apartemen temannya namun Arsil juga baru tahu kalau Inar memiliki teman bernama Nie .
Siapakah Nie ? Arsil kan tahunya kalau Inar selalu bersamanya atau Arsal dan Riza sisanya karyawan yang ada diperusahaan .
Arsil memang tertarik kepada Inar namun Arsil tahu kalau Inar hanya menganggap dirinya sebagai teman bahkan mungkin adiknya saja .
Dan kini Arsil tidak ingin egois apalagi memaksakan kehendak untuk membujuk Inar agar menyukai dirinya walaupun dirinya sama persis dengan Arsal baik fisik maupun kesukaan namun berbeda dari prilaku dan sikap .
Inar lebih dulu menyukai Arsal karena lebih dulu bertemu dengannya walau pun Arsal cuma sebuah bayangan namun Inar menerima apa adanya keberadaan Arsal .
Inar selalu ceria dan tersenyum lebar pada Arsal , itu membuat Arsil bergerak mundur untuk mengejarnya kini , mungkin suatu saat perasaannya terhadap Inar akan benar - benar hilang bila saatnya tiba .
Arsil dikagetkan dengan suara pintu yang terbuka keras sampai pada akhirnya muncul Arsal yang terlihat seperti marah bercampur khawatir .
Arsal langsung menanyakan keberadaan Inar pada Arsil , karena Arsal merasa curiga ada yang tidak beres pada Inar yang susah dihubungi walaupun Arsal sudah berulang- ulang menghubunginya .
Arsil pun menjelaskan kepada Arsal keberadaan Inar sekarang , dan merasakan khawatir kepada Inar karena sepertinya Inar menyembunyikan sesuatu darinya .
Mereka akhirnya sepakat untuk pergi menemui Inar di apartemen Nie yang pernah menghubungi Arsil dan meminta kejelasan agar tidak terjadi kesalah pahaman .
****************
Hello sahabat reader yang budiman...
Penasaran...
Gimana kelanjutannya...
Ikuti terus ya setiap episodenya...
Jangan lupa like , komen , vote , juga favorit...
Terima kasih...