
Inar membuka matanya perlahan , saat melihat sekeliling Inar kaget karena dirinya berada dirumah sakit , dan menggunakan oksigen .
Inar melihat kedua orang tuanya bersedih dan Riza yang sedang mengajaknya berbicara sambil terus meminta maaf .
Tangannya terus menggenggam tangan Inar , saat denyut jantung inar kembali normal , Riza langsung memencet tombol untuk memanggil dokter .
Kedua orang tua Inar terkejut dan bersyukur , langsung memeluk Riza , kemudian berterima kasih kepada Riza , karena telah membangkitkan semangat Inar untuk kembali hidup .
Inar sedikit bingung dengan apa yang dialaminya , mungkin Inar telah kembali ke dunia nyata , "namun bagaimana dengan Arsal dan Alin ."gumamnya .
Dokter memeriksakan tubuh Inar , dengan sedikit mengerutkan keningnya , dokter kagum semuanya normal , dokter pun melepas semua alat yang menempel di tubuh Inar .
Inar juga segera dipindahkan ke ruang rawat Inap dan meninggalkan ruang IGD .
Selama tiga hari Inar seperti orang mati , namun sedikit harapan karena nadinya masih berdenyut , walaupun harus sesekali dibantu oleh alat medis .
Riza tersenyum bahagia , melihat Inar kembali sehat , begitupun dengan bu Yanti dan pak Rama yang terus menerus memeluk Inar silih berganti .
Inar melihat sekeliling ruangan , mencari keberadaan Arsal , Inar kangen pada Arsal , bagaimana keadaan Arsal , terus saja mencari membuat orang disekitarnya merasa heran .
Bu Yanti menepuk pundak Inar perlahan dan menanyakan tentang apa yang Inar cari .
Pak Rama mengira mungkin Inar mencari Riza , padahal Riza pamit pulang setelah mengetahui Inar baik - baik saja .
Inar menggeleng , namun semuanya sulit untuk dijelaskan karena masalahnya rumit dan tidak bisa diselesaikan secara logika .
Inar kembali berbaring sambil memikirkan cara untuk segera sembuh dan keluar dari Rumah sakit .
Inar ingin cepat mencari Arsal dengan menyusulnya ke Apartemen Arsal , kemudian pergi bersama mencari Alin .
*************
Keberadaan Arsal.....
Arsal sebenarnya berada samping Inar saat mereka kembali dari dunia lain , dan mengantar Inar kembali masuk ke tubuhnya , namun Arsal berjanji pada dirinya , untuk tidak melibatkan Inar kembali .
Arsal tidak mau Inar jadi terlibat dan masuk ke zona yang berbahaya bagi dirinya , karena Arsal baru sadar bahwa membantu Arsal berarti masuk ke lingkaran berbahaya dan sulit untuk keluar .
Arsal pun pergi meninggalkan Inar sebelum Inar sadar .Walaupun terasa berat namun tetap harus dilakukannya .
Arsal terus menyusuri jalan dengan kesediriannya dalam keadaan hati yang hampa , merasa sedih berada jauh dengan Inar .
Arsal membayangkan betapa senangnya saat dimana Inar menggenggam tangannya , memeluknya , dan bercerita juga bermanja padanya .
Kini Arsal harus tega meninggalkan Inar karena dunia Arsal dan Inar sangat jauh berbeda .
Arsal juga sebelum meninggalkan Inar melihat Riza , dimana menurut Arsal Riza lebih pantas berada disamping Inar .
Riza juga sahabatnya dan prilakunya juga baik serta santun , Riza tipe setia , buktinya kedua orang tua Inar sangat menyukainya .
Arsal terus berjalan kearah yang tanpa Arsal sadari menuju kota baru .
Arsal pun tersenyum , kemudian Arsal naik kereta cepat menuju kota baru , dimana Arsal harus menemukan Ibu dan adik kembarnya Arsil .
************
Sementara Riza.....
Saat melihat keadaan Inar sudah melewati masa kritisnya dan baik - baik saja , Riza segera pamit pulang pada kedua orang tua Inar .
Riza bermaksud untuk membiarkan Inar istirahat terlebih dahulu dan memberi peluang kepada kedua orang tua Inar , untuk berkumpul melepas kerinduannya .
Riza dengan mengemudikan mobilnya kembali ke Apartemen milik Arsal , berniat mencari Arsal dan berharap bertemu di Apartemen tersebut .
Sesampainya di Apartemen Riza langsung membuka kunci Apartemen Arsal , namun tidak disangka ternyata Arsal memang tidak ada di Apartemen .
Riza merasa sangat bingung mencari petunjuk keberadaan Arsal sahabatnya .
Riza pun kembali mencari dokumen penting tentang Arsal dan keluarganya selain ayahnya yang sudah meninggal .
Namun apalah daya ternyata tidak menemukan sedikit pun petunjuk .
Riza pun mengunci kembali pintu Apartemen Arsal dan kembali ke rumah miliknya .
***********
Di rumah sakit.....
Sedangkan pak Rama pergi untuk menyelesaikan administrasi keuangan dengan pihak Rumah sakit .
Sebenarnya pak Rama dan bu Yanti , mengingatkan Inar dan menyarankan untuk menginap satu hari lagi di Rumah sakit .
Namun Inar menolak , dan ingin segera pulang karena Inar merasa sudah sembuh dan ingin beristirahat di rumah saja .
Mang Supri dan bi Mira bergegas menuju ruang rawat dimana Inar dirawat .
Mereka tidak mau terlambat untuk menjemput majikannya pulang dan ingin menyambutnya dengan penuh rasa lega .
Sesampainya dikamar rawat Inar , bi Mira mengetuk pintu terlebih dahulu kemudian masuk .
Bu Yanti dan Inar pun tersenyum dan menyambutnya , kemudian menyuruh bi Mira dan mang Supri menunggu .
Tidak lama pak Rama pun muncul kemudian menyuruh Inar segera bergegas dan bersiap pulang .
Sontak semuanya mengucap syukur karena Inar bisa segera pulang .
Bi Mira dan mang Supri membawa koper dan barang Inar .
Sementara bu Yanti dan pak Rama menggandeng Inar yang terlihat sedikit lemas .
*******
Sepanjang perjalanan pulang Inar terus murung dan diam , sambil melihat keluar kaca mobil , Inar berharap melihat Arsal .
Inar sangat merindukan Arsal dan ingin bertemu dengan Arsal .
Inar pun ingat bahwa dirinya berjanji membantu Arsal mencari keberadaan ibu dan adik kembarnya .
Inar meneteskan air matanya dan mengalir ke pipi mulusnya , serta tanpa sengaja terlihat oleh bu Yanti .
Tanpa basa basi bu Yanti langsung memeluk Inar dan menenangkan Inar agar Inar tidak bersedih .
Sesampainya di rumah , Inar kemudian turun didampingi ayah dan ibunya , langsung menuju ke kamarnya .
Namun sebelum masuk ke kamar Inar menuju kamar kakaknya dan membukanya , berharap bertemu Arsal .
Namun harapan Inar sirna dikamar kakaknya ternyata kosong seperti saat Arsal belum hadir di rumahnya .
Inar membayangkan saat Arsal membuat kekacauan sampai seisi rumah dibuatnya panik .
Inar juga tidak sengaja melihat Arsal yang baru saja keluar kamar mandi dan masih menggunakan handuk .
Tanpa sadar Inar tersenyum dan merasa malu membayangkannya dimana Arsal yang telanjang bulat saat handuknya terjatuh .
Kejadian itu membuat Inar semakin merasa rindu kepada Arsal yang entah bagaimana sekarang nasibnya .
Inar sedikit kaget saat ayahnya menepuk pundak dan memberinya semangat .
Ayah dan ibunya Inar mengira bahwa Inar sangat merindukan kakaknya yang berada di luar negeri untuk menyelesaikan kuliah S2nya .
Inar memeluk kedua orang tuanya dan menangis menumpahkan semua kesedihan , walaupun mereka tahunya Inar merindukan kakaknya .
Bagi Inar itu lebih baik dari pada dianggap aneh dan kembali membuat kekacauan .
Semua keluarga Inar merasa bersyukur dan lega melihat Inar telah kembali dan berada ditengah - tengah keluarga .
Bisa berkumpul kembali semuanya terasa sangat senang , seperti telah mendapatkan kebahagiaan kembali setelah beberapa saat sempat menghilang .
Inar pun kembali ke kamarnya dan beristirahat , agar besok Inar segera pulih dan sehat seperti sedia kala .
Inar ingin segera mencari keberadaan Arsal dan mencarinya ke apartemen milik Arsal .
............
Happy reading
Sahabat reader yang budiman
yuuuu terus ikutin episode handsome ghost..
jangan lupa like , komen , vote juga favorit ya...
*** terima kasih ***