HANDSOME GHOST

HANDSOME GHOST
Kembali ke dunia nyata



Inar membuka matanya perlahan , saat melihat sekeliling Inar kaget karena dirinya berada dirumah sakit , dan menggunakan oksigen .


Inar melihat kedua orang tuanya bersedih dan Riza yang sedang mengajaknya berbicara sambil terus meminta maaf .


Tangannya terus menggenggam tangan Inar , saat denyut jantung inar kembali normal , Riza langsung memencet tombol untuk memanggil dokter .


Kedua orang tua Inar terkejut dan bersyukur , langsung memeluk Riza , kemudian berterima kasih kepada Riza , karena telah membangkitkan semangat Inar untuk kembali hidup .


Inar sedikit bingung dengan apa yang dialaminya , mungkin Inar telah kembali ke dunia nyata , "namun bagaimana dengan Arsal dan Alin ."gumamnya .


Dokter memeriksakan tubuh Inar , dengan sedikit mengerutkan keningnya , dokter kagum semuanya normal , dokter pun melepas semua alat yang menempel di tubuh Inar .


Inar juga segera dipindahkan ke ruang rawat Inap dan meninggalkan ruang IGD .


Selama tiga hari Inar seperti orang mati , namun sedikit harapan karena nadinya masih berdenyut , walaupun harus sesekali dibantu oleh alat medis .


Riza tersenyum bahagia , melihat Inar kembali sehat , begitupun dengan bu Yanti dan pak Rama yang terus menerus memeluk Inar silih berganti .


Inar melihat sekeliling ruangan , mencari keberadaan Arsal , Inar kangen pada Arsal , bagaimana keadaan Arsal , terus saja mencari membuat orang disekitarnya merasa heran .


Bu Yanti menepuk pundak Inar perlahan dan menanyakan tentang apa yang Inar cari .


Pak Rama mengira mungkin Inar mencari Riza , padahal Riza pamit pulang setelah mengetahui Inar baik - baik saja .


Inar menggeleng , namun semuanya sulit untuk dijelaskan karena masalahnya rumit dan tidak bisa diselesaikan secara logika .


Inar kembali berbaring sambil memikirkan cara untuk segera sembuh dan keluar dari Rumah sakit .


Inar ingin cepat mencari Arsal dengan menyusulnya ke Apartemen Arsal , kemudian pergi bersama mencari Alin .


*************


Keberadaan Arsal.....


Arsal sebenarnya berada samping Inar saat mereka kembali dari dunia lain , dan mengantar Inar kembali masuk ke tubuhnya , namun Arsal berjanji pada dirinya , untuk tidak melibatkan Inar kembali .


Arsal tidak mau Inar jadi terlibat dan masuk ke zona yang berbahaya bagi dirinya , karena Arsal baru sadar bahwa membantu Arsal berarti masuk ke lingkaran berbahaya dan sulit untuk keluar .


Arsal pun pergi meninggalkan Inar sebelum Inar sadar .Walaupun terasa berat namun tetap harus dilakukannya .


Arsal terus menyusuri jalan dengan kesediriannya dalam keadaan hati yang hampa , merasa sedih berada jauh dengan Inar .


Arsal membayangkan betapa senangnya saat dimana Inar menggenggam tangannya , memeluknya , dan bercerita juga bermanja padanya .


Kini Arsal harus tega meninggalkan Inar karena dunia Arsal dan Inar sangat jauh berbeda .


Arsal juga sebelum meninggalkan Inar melihat Riza , dimana menurut Arsal Riza lebih pantas berada disamping Inar .


Riza juga sahabatnya dan prilakunya juga baik serta santun , Riza tipe setia , buktinya kedua orang tua Inar sangat menyukainya .


Arsal terus berjalan kearah yang tanpa Arsal sadari menuju kota baru .


Arsal pun tersenyum , kemudian Arsal naik kereta cepat menuju kota baru , dimana Arsal harus menemukan Ibu dan adik kembarnya Arsil .


************


Sementara Riza.....


Saat melihat keadaan Inar sudah melewati masa kritisnya dan baik - baik saja , Riza segera pamit pulang pada kedua orang tua Inar .


Riza bermaksud untuk membiarkan Inar istirahat terlebih dahulu dan memberi peluang kepada kedua orang tua Inar , untuk berkumpul melepas kerinduannya .


Riza dengan mengemudikan mobilnya kembali ke Apartemen milik Arsal , berniat mencari Arsal dan berharap bertemu di Apartemen tersebut .


Sesampainya di Apartemen Riza langsung membuka kunci Apartemen Arsal , namun tidak disangka ternyata Arsal memang tidak ada di Apartemen .


Riza merasa sangat bingung mencari petunjuk keberadaan Arsal sahabatnya .


Riza pun kembali mencari dokumen penting tentang Arsal dan keluarganya selain ayahnya yang sudah meninggal .


Namun apalah daya ternyata tidak menemukan sedikit pun petunjuk .


Riza pun mengunci kembali pintu Apartemen Arsal dan kembali ke rumah miliknya .


***********


Di rumah sakit.....


Sedangkan pak Rama pergi untuk menyelesaikan administrasi keuangan dengan pihak Rumah sakit .


Sebenarnya pak Rama dan bu Yanti , mengingatkan Inar dan menyarankan untuk menginap satu hari lagi di Rumah sakit .


Namun Inar menolak , dan ingin segera pulang karena Inar merasa sudah sembuh dan ingin beristirahat di rumah saja .


Mang Supri dan bi Mira bergegas menuju ruang rawat dimana Inar dirawat .


Mereka tidak mau terlambat untuk menjemput majikannya pulang dan ingin menyambutnya dengan penuh rasa lega .


Sesampainya dikamar rawat Inar , bi Mira mengetuk pintu terlebih dahulu kemudian masuk .


Bu Yanti dan Inar pun tersenyum dan menyambutnya , kemudian menyuruh bi Mira dan mang Supri menunggu .


Tidak lama pak Rama pun muncul kemudian menyuruh Inar segera bergegas dan bersiap pulang .


Sontak semuanya mengucap syukur karena Inar bisa segera pulang .


Bi Mira dan mang Supri membawa koper dan barang Inar .


Sementara bu Yanti dan pak Rama menggandeng Inar yang terlihat sedikit lemas .


*******


Sepanjang perjalanan pulang Inar terus murung dan diam , sambil melihat keluar kaca mobil , Inar berharap melihat Arsal .


Inar sangat merindukan Arsal dan ingin bertemu dengan Arsal .


Inar pun ingat bahwa dirinya berjanji membantu Arsal mencari keberadaan ibu dan adik kembarnya .


Inar meneteskan air matanya dan mengalir ke pipi mulusnya , serta tanpa sengaja terlihat oleh bu Yanti .


Tanpa basa basi bu Yanti langsung memeluk Inar dan menenangkan Inar agar Inar tidak bersedih .


Sesampainya di rumah , Inar kemudian turun didampingi ayah dan ibunya , langsung menuju ke kamarnya .


Namun sebelum masuk ke kamar Inar menuju kamar kakaknya dan membukanya , berharap bertemu Arsal .


Namun harapan Inar sirna dikamar kakaknya ternyata kosong seperti saat Arsal belum hadir di rumahnya .


Inar membayangkan saat Arsal membuat kekacauan sampai seisi rumah dibuatnya panik .


Inar juga tidak sengaja melihat Arsal yang baru saja keluar kamar mandi dan masih menggunakan handuk .


Tanpa sadar Inar tersenyum dan merasa malu membayangkannya dimana Arsal yang telanjang bulat saat handuknya terjatuh .


Kejadian itu membuat Inar semakin merasa rindu kepada Arsal yang entah bagaimana sekarang nasibnya .


Inar sedikit kaget saat ayahnya menepuk pundak dan memberinya semangat .


Ayah dan ibunya Inar mengira bahwa Inar sangat merindukan kakaknya yang berada di luar negeri untuk menyelesaikan kuliah S2nya .


Inar memeluk kedua orang tuanya dan menangis menumpahkan semua kesedihan , walaupun mereka tahunya Inar merindukan kakaknya .


Bagi Inar itu lebih baik dari pada dianggap aneh dan kembali membuat kekacauan .


Semua keluarga Inar merasa bersyukur dan lega melihat Inar telah kembali dan berada ditengah - tengah keluarga .


Bisa berkumpul kembali semuanya terasa sangat senang , seperti telah mendapatkan kebahagiaan kembali setelah beberapa saat sempat menghilang .


Inar pun kembali ke kamarnya dan beristirahat , agar besok Inar segera pulih dan sehat seperti sedia kala .


Inar ingin segera mencari keberadaan Arsal dan mencarinya ke apartemen milik Arsal .


............


Happy reading


Sahabat reader yang budiman


yuuuu terus ikutin episode handsome ghost..


jangan lupa like , komen , vote juga favorit ya...


*** terima kasih ***