
Selesai sarapan mereka bersiap - siap untuk pergi ke kantor bersama - sama , Inar pun segera bergegas membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor bekas mereka makan .
Setelah semuanya terlihat rapih , Inar menyusul kepergian Arsal dan Arsil yang sudah menunggunya diruangan depan .
Inar tersipu malu saat Arsal tersenyum manis padanya , namun Inar merasa sedih karena ketampanannya tidak terlihat oleh banyak orang .
Seandainya Arsil adalah Arsal mungkin kebahagiaannya sangat sempurna .
Inar membalas senyum Arsal dan menggenggam tangannya , untuk menghindari kebingungan orang yang melihatnya Inar pun harus menggenggam tangan Arsil juga .
Karena realitanya Inar adalah kekasih yang nyata bagi Arsil dihadapan orang - orang , walaupun Inar kekasih Arsal namun sayang tidak ada orang yang melihat kisah mereka .
********
Sesampainya di kantor Inar segera masuk ke dalam ruangan kerjanya , begitupun dengan Arsil yang menyusulnya masuk ke ruangan kerjanya .
Saat masuk ruangan , Arsil kaget karena seorang perempuan cantik telah menunggunya .
Saat melihat kedatangan Arsil , Ratih nama perempuan tersebut langsung memeluk Arsil dan memaksa menciumnya .
Sontak Arsil kaget dan mendorong Ratih , Arsil tidak mau kalau ada yang melihat kejadian tersebut dan salah paham .
" Kamu kenapa ? ngga kangen sama aku ? "kata Ratih .
"Kamu siapa ?" kata Arsil .
" Aku Ratih , kekasihmu yang tidak pernah kamu pedulikan , Arsal aku sangat mencintaimu ." jelas Ratih .
" Maaf Ratih , aku sibuk ." kata Arsil .
Arsil tidak mungkin menjelaskan kepada Ratih kalau Arsil bukanlah Arsal , bisa kacau rencana untuk menangkap Amar .
Ratih menangis sambil terus mengikuti Arsil kemana pun Arsil pergi , selain itu Arsil mulai geram saat Ratih terus menempel pada dirinya .
Arsal yang masuk ke ruangan Arsil langsung kaget melihat keberadaan Ratih .
Ingin sekali menampar perempuan Rubah itu yang selalu mempermalukan dirinya dan memperlakukan Arsal seenaknya sendiri .
Arsil yang melihat kedatangan Arsal merasa senang dan lega , seolah memohon bantuan Arsal agar bisa mengatasinya .
Arsal yang mengerti keinginan Arsil dengan cepat Arsal menyusun rencana buruknya yang akan dilakukan untuk mengusir Ratih .
Arsal menghampiri Arsil kemudian menyuruhnya pergi ke toilet dan meninggalkan Ratih diruangan ini sendiri .
Arsil pun mengikuti apa yang Arsal perintahkan , dan Ratih pun masuk dan terjebak pada permainan Arsal .
Arsal duduk didekat Ratih terus mengangkat dokumen dan membukanya , sontak Ratih ketakutan dan berteriak - teriak bahwa diruangan Arsil ada hantunya .
Arsil yang melihat Ratih lari dengan terbirit - birit membuatnya tertawa senang .
Kebahagiaan Arsal dan Arsil tidak berlangsung lama karena sudah ada sepasang mata yang penuh dengan tanda tanya dan tercium rasa cemburu .
Inar yang melihat kejadian dari awal membuatnya kecewa dengan perlakuan Arsal yang tidak terus terang dan menceritakan tentang Ratih padanya bahwa Arsal telah memiliki kekasih sebelum bersama dirinya .
Inar langsung masuk ke ruangannya dan membanting dokumen yang hendak diberikannya kepada Arsal .
*******
Suasana sedikit tegang tetapi tidak terasa seperti itu kembali saat Riza datang dan masuk ke ruang Inar .
Riza membuat Inar tersenyum dan menghibur Inar dengan tingkah konyolnya , membuat Inar tertawa terpingkal - pingkal .
Arsal mengerutkan alisnya dan sedikit panas mendengar Inar yang bisa tertawa sampai seperti itu saat bersama Riza .
Arsal pun merasa cemburu , dan tidak suka melihat keakraban Inar dengan Riza , yang membuatnya semakin kesal dan marah .
Riza tidak sadar bahwa Arsal sudah ada disampingnya karena memang Riza tidak mengetahui dan melihat Arsal .
Riza hanya tahu bahwa Arsil adalah Arsal yang dari dulu merupakan sahabat terbaiknya .
Inar yang melihat Arsal berada dihadapannya membuat Inar kesal dan menggenggam tangan Riza untuk segera pindah duduk disampingnya .
Suasana diruangan tersebut semakin tegang karena masing masing tidak mau mengalah karena cemburu buta .
Arsil yang hendak meminta dokumen pada Inar kaget dan merasakan sesuatu telah terjadi terhadap mereka .
Dengan cepat Arsil langsung mengambil dokumen dari Inar dan mengajak Riza keluar dari ruangan tersebut .
Arsal langsung mendekati Inar namun Inar terus menghindari Arsal .
Arsal merasa kesal dan langsung menggenggam tangan Inar dan mendekatkannya pada dirinya begitu dekat .
Inar merasa sedikit bergetar dan menatap tajam kepada Arsal dan hendak berbicara pada Arsal namun belum sempat berbicara , Arsal sudah terlebih dahulu menutup mulutnya dengan bibirnya membuat Inar mendorong Arsal dan keluar dari ruangan .
*************
Penasaran .....
Ikuti terus ya new episode..
HANDSOME GHOST
jangan lupa like , komen , vote , dan favorit
Terima kasih....