HANDSOME GHOST

HANDSOME GHOST
Ratih



Selesai sarapan mereka bersiap - siap untuk pergi ke kantor bersama - sama , Inar pun segera bergegas membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor bekas mereka makan .


Setelah semuanya terlihat rapih , Inar menyusul kepergian Arsal dan Arsil yang sudah menunggunya diruangan depan .


Inar tersipu malu saat Arsal tersenyum manis padanya , namun Inar merasa sedih karena ketampanannya tidak terlihat oleh banyak orang .


Seandainya Arsil adalah Arsal mungkin kebahagiaannya sangat sempurna .


Inar membalas senyum Arsal dan menggenggam tangannya , untuk menghindari kebingungan orang yang melihatnya Inar pun harus menggenggam tangan Arsil juga .


Karena realitanya Inar adalah kekasih yang nyata bagi Arsil dihadapan orang - orang , walaupun Inar kekasih Arsal namun sayang tidak ada orang yang melihat kisah mereka .


********


Sesampainya di kantor Inar segera masuk ke dalam ruangan kerjanya , begitupun dengan Arsil yang menyusulnya masuk ke ruangan kerjanya .


Saat masuk ruangan , Arsil kaget karena seorang perempuan cantik telah menunggunya .


Saat melihat kedatangan Arsil , Ratih nama perempuan tersebut langsung memeluk Arsil dan memaksa menciumnya .


Sontak Arsil kaget dan mendorong Ratih , Arsil tidak mau kalau ada yang melihat kejadian tersebut dan salah paham .


" Kamu kenapa ? ngga kangen sama aku ? "kata Ratih .


"Kamu siapa ?" kata Arsil .


" Aku Ratih , kekasihmu yang tidak pernah kamu pedulikan , Arsal aku sangat mencintaimu ." jelas Ratih .


" Maaf Ratih , aku sibuk ." kata Arsil .


Arsil tidak mungkin menjelaskan kepada Ratih kalau Arsil bukanlah Arsal , bisa kacau rencana untuk menangkap Amar .


Ratih menangis sambil terus mengikuti Arsil kemana pun Arsil pergi , selain itu Arsil mulai geram saat Ratih terus menempel pada dirinya .


Arsal yang masuk ke ruangan Arsil langsung kaget melihat keberadaan Ratih .


Ingin sekali menampar perempuan Rubah itu yang selalu mempermalukan dirinya dan memperlakukan Arsal seenaknya sendiri .


Arsil yang melihat kedatangan Arsal merasa senang dan lega , seolah memohon bantuan Arsal agar bisa mengatasinya .


Arsal yang mengerti keinginan Arsil dengan cepat Arsal menyusun rencana buruknya yang akan dilakukan untuk mengusir Ratih .


Arsal menghampiri Arsil kemudian menyuruhnya pergi ke toilet dan meninggalkan Ratih diruangan ini sendiri .


Arsil pun mengikuti apa yang Arsal perintahkan , dan Ratih pun masuk dan terjebak pada permainan Arsal .


Arsal duduk didekat Ratih terus mengangkat dokumen dan membukanya , sontak Ratih ketakutan dan berteriak - teriak bahwa diruangan Arsil ada hantunya .


Arsil yang melihat Ratih lari dengan terbirit - birit membuatnya tertawa senang .


Kebahagiaan Arsal dan Arsil tidak berlangsung lama karena sudah ada sepasang mata yang penuh dengan tanda tanya dan tercium rasa cemburu .


Inar yang melihat kejadian dari awal membuatnya kecewa dengan perlakuan Arsal yang tidak terus terang dan menceritakan tentang Ratih padanya bahwa Arsal telah memiliki kekasih sebelum bersama dirinya .


Inar langsung masuk ke ruangannya dan membanting dokumen yang hendak diberikannya kepada Arsal .


*******


Suasana sedikit tegang tetapi tidak terasa seperti itu kembali saat Riza datang dan masuk ke ruang Inar .


Riza membuat Inar tersenyum dan menghibur Inar dengan tingkah konyolnya , membuat Inar tertawa terpingkal - pingkal .


Arsal mengerutkan alisnya dan sedikit panas mendengar Inar yang bisa tertawa sampai seperti itu saat bersama Riza .


Arsal pun merasa cemburu , dan tidak suka melihat keakraban Inar dengan Riza , yang membuatnya semakin kesal dan marah .


Riza tidak sadar bahwa Arsal sudah ada disampingnya karena memang Riza tidak mengetahui dan melihat Arsal .


Riza hanya tahu bahwa Arsil adalah Arsal yang dari dulu merupakan sahabat terbaiknya .


Inar yang melihat Arsal berada dihadapannya membuat Inar kesal dan menggenggam tangan Riza untuk segera pindah duduk disampingnya .


Suasana diruangan tersebut semakin tegang karena masing masing tidak mau mengalah karena cemburu buta .


Arsil yang hendak meminta dokumen pada Inar kaget dan merasakan sesuatu telah terjadi terhadap mereka .


Dengan cepat Arsil langsung mengambil dokumen dari Inar dan mengajak Riza keluar dari ruangan tersebut .


Arsal langsung mendekati Inar namun Inar terus menghindari Arsal .


Arsal merasa kesal dan langsung menggenggam tangan Inar dan mendekatkannya pada dirinya begitu dekat .


Inar merasa sedikit bergetar dan menatap tajam kepada Arsal dan hendak berbicara pada Arsal namun belum sempat berbicara , Arsal sudah terlebih dahulu menutup mulutnya dengan bibirnya membuat Inar mendorong Arsal dan keluar dari ruangan .


*************


Penasaran .....


Ikuti terus ya new episode..


HANDSOME GHOST


jangan lupa like , komen , vote , dan favorit


Terima kasih....