
Arsal dan Arsil begitu bersemangat menyusun rencana untuk mengupas tuntas kasus yang dihadapi oleh Arsal .
Menghadapi Amar yang begitu licik dengan segala tipu daya yang mengelabui banyak orang sampai orang lebih percaya pada Amar dibanding dirinya .
Arsal mempunyai cara dengan kemampuan acting yang sudah profesional milik Arsil , harus dimanfaatkan untuk membongkar semua kejahatan Amar .
Arsal dan Arsil mempunyai rencana yang benar tak terpikirkan sebelumnya karena wajahnya dan postur tubuhnya yang sama Arsil berpura2 menjadi Arsal .
Berhubung Arsal tinggal di kota lama , Arsal menyuruh Arsil untuk pergi dengannya dan berpura - pura menjadi Arsal .
Arsil awalnya menolak karena Arsil tidak bisa meninggalkan ibunya sendiri di kota baru , Arsal pun mengusulkan ibunya untuk tinggal di apartemen miliknya.
Arsil pun menyetujuinya dan segera mengajukan cuti pada manajer dan agensi yang menaunginya .
Semenjak menjadi aktor , Arsil baru kali ini mengajukan cuti dan itu pun sampai waktu yang belum Arsil tentukan .
Tidak ada yang bisa menolaknya dan menghentikannya atau pun menegurnya karena selama Arsil bekerja tidak pernah sekali pun berbuat kesalahan .
Arsal pun berdecak kagum kepada Arsil yang ternyata Arsil adalah pekerja keras .
Arsil juga orang yang bertanggung jawab dan jujur , tetapi sayang diusianya yang ke 27 , Arsil belum memiliki kekasih sama seperti dirinya .
Arsil hanya mengurus ibunya dan keperluan ibunya , dan tidak mau direpotkan oleh keadaan seorang kekasih .
Ketakutan Arsal sama dengan Arsil seandainya memiliki kekasih yang hanya mencintai ketenarannya dan kesuksesan tapi tidak menyayangi keluarganya.
Arsal dan Arsil belum menemukan perempuan yang tulus mencintai juga menyayangi keluarganya .
Arsil mendengar suara yang mengetuk pintu , ternyata ibunya yang dari tadi merasa khawatir karena Arsil tidak keluar kamar .
Arsil langsung tersenyum melihat ibunya yang mengkhawatirkannya .
Ibunya langsung memeluk Arsil , takut terjadi apa - apa karena dari tadi Arsil tidak terdengar suaranya dan terlihat keluar kamar .
Arsal yang terpaku melihat ibunya yang memeluk Arsil , sedikit merasa sedih karena Arsal tidak bisa melakukannya .
Arsil yang melihat keberadaan Arsal langsung melepas pelukan ibunya dan memberi kode kepada Arsal untuk mendekat padanya .
Arsal sedikit grogi dan tidak percaya diri bahwa Arsil bisa meyakinkan ibunya dengan keberadaan Arsal .
Arsil pun merasa senang apabila diantara mereka bisa saling berkomunikasi .
Arsil menjelaskan dengan sangat hati - hati kepada ibunya bahwa Arsil bertemu dengan Arsal setelah kematian ayahnya .
Ibunya langsung terdiam dan menangis mendengarnya . Arsil segera menyuruh ibunya tenang .
Arsil merasa takut bila melanjutkan perkataannya , ibunya tidak akan bisa langsung menerima , maka dari itu Arsil menghentikan penjelasannya .
Arsil sangat menyayangi ibunya maka dari itu Arsil tidak ingin ibunya memikirkan hal yang berat dan membebaninya takutnya penyakit hipertensinya kambuh lagi .
Arsal pun mencoba memeluk ibunya dan menangis , tidak bisa menahan rindu yang selama ini dipendamnya .
Arsil terharu dan merasa sedih karena Arsal yang terlihat begitu rindu atas pelukan ibunya namun Arsil tidak dapat membantu meyakinkan ibunya .
***********
Arsil pun mengajak ibunya ke ruang tengah , membujuknya untuk ikut dengannya ke kota lama , namun ibunya menolak , ibunya hanya ingin tinggal dikota baru .
Ibunya bersama Arsil tinggal dikota baru karena ibunya tidak mau mengenang masa indah bersama suaminya di kota lama .
Ibunya Arsil sangat mencintai ayahnya Arsal namun mereka berpisah karena berbeda pendapat dan mengharuskan mereka mengambil keputusan menjalani kehidupannya masing - masing .
kehidupan Cinta Arsal dan Arsil tidak jauh berbeda sampai hari ini pun mereka masih melajang tanpa kekasih hati disampingnya .
Arsal merasa sangat bahagia bisa memeluk ibunya walaupun tidak bisa dirasakan dengan tulus oleh ibunya yang bahkan tidak melihatnya .
Arsal hanya bisa berdoa supaya suatu saat ibunya dapat merasakan keberadaannya.
Arsil tetap tidak dapat membujuk ibunya untuk pergi bersamanya ke kota lama , ibunya akan tinggal bersama adiknya yang kebetulan sama sudah tidak memiliki suami dan anaknya telah meninggal .
Arsal pun memberitahu Arsil bahwa keputusan ibunya lebih baik , karena kalau ibunya ikut ke kota lama Arsal khawatir terancam bahaya .
Kemudian Arsil pun mengutarakan isi hatinya bahwa Arsil rindu dan akan mengunjungi makam ayahnya .
Ibunya mengangguk dan meminta Arsil untuk mempertemukan ibunya dengan Arsal saudara kembarnya .
Ibunya belum mengetahui kalau Arsal sudah tidak ada alias dibunuh sahabatnya sendiri karena berebut kekuasaan .
Arsil hanya bisa menghela nafas panjang begitupun dengan Arsal yang merasa sedih karena tidak dapat menemui dan menyentuh ibunya secara nyata .
Arsil pun menelepon tantenya untuk datang dan mengemas barangnya serta tinggal di rumah Arsil untuk menemani ibunya sementara Arsil pergi .
Tantenya pun segera bergegas dan menyetujuinya karena tantenya pun sudah merasa rindu kepada kakaknya .
******
Arsil berkemas membereskan barang yang akan dibawanya , namun Arsal menghentikannya , Arsal menjelaskan kepada Arsil bahwa di Apartemennya banyak sekali baju miliknya yang ukurannya sama dengan Arsil .
Arsil pun mengangguk setuju jadi Arsil tidak jadi mengemas bajunya dan memasukannya kembali ke lemari agar rapih .
Arsal pun segera mengajak Arsil untuk segera pamit kepada ibunya karena tantenya yang akan menemani ibunya sudah datang dan sekarang sedang asyik ngobrol bersama ibunya .
Arsil pun menghampiri mereka dan pamit pergi ke kota lama untuk beberapa hari .
Mereka pun mengijinkan Arsal pergi dan mendoakan supaya urusannya cepat selesai dan bisa segera membawa Arsal pulang .
Arsal yang mendengar penuturan ibu dan tantenya merasa sedih sampai meneteskan air mata .
********
Diperjalanan Arsal menunjukkan tempat - tempat yang pernah dikunjungi Arsal , serta Arsal pun menunjukkan kantor milik ayahnya.
Arsil sangat kagum dan takjub ketika melihat perusahaan miliki ayahnya yang terlihat mewah .
Arsal pun memperlihatkan cafe tempat dimana Arsal di racun dan entah dikemanakan jasadnya .
Tidak terasa kini mereka telah sampai di Apartemen milik Arsal yang mewah .
Arsil meminta kunci ke pak satpam yang sedikit bengong melihat keberadaan Arsil yang terlihat makin tampan .
Arsil tersenyum dan segera mengambil kunci cadangan , dengan alasan kucinya hilang .
Arsil sedikit mengejek Arsal dan bercanda kepada Arsal bahwa dirinya lebih tampan daripada Arsal .
Arsal pun tersenyum ringan , dan menyuruhnya bergegas masuk apartemen .
Saat membuka pintu apartemen lagi - lagi Arsil dibuat kagum dan takjub dengan desain yang Arsal buat untuk apartemennya .
Arsil pun berkeliling dan melihat seluruh ruangan yang semuanya terlihat mewah dengan desain interior yang unik .
Asil pun diam sejenak dan meraba foto Arsal yang terpampang jelas dan besar diruangan .
Arsil pun meneteskan airmatanya dan terduduk sambil meneteskan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya .
Arsil terus menyesali bahwa dirinya tidak dapat melindungi saudara kembarnya sampai harus terbunuh .
************************
Hello sobat reader yang budiman...
maaf nih UP - nya lamaaaa..
baru menyelesaikan sedikit masalah ...
ikuti terus episode barunya di handsome ghos ya
jangan lupa like , komen , vote , juga favorit ya,,,
terima kasih 🙏🙏