
Nie yang terus menunggu Inar sadar , berusaha memberi semangat sampai pada akhirnya Inar pun berusaha membuka matanya ,melirik ke arah Nie dan sosok perempuan tidak kasat mata .
Inar tersenyum melihat mereka , Nie langsung menangis karena merasa bahagia melihat Inar sudah sadar .
Hampir 2 jam lamanya Inar pingsan membuat Nie ketakutan dan merasa sangat bersalah.
Nie langsung memencet tombol pemanggil dokter , tidak lama kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksakan keadaan Inar .
Setelah pemeriksaan selesai , dokter pun tersenyum dan menjelaskan pada Nie bahwa Inar sudah boleh pulang .
Inar merasa senang bisa segera pulang , entah apa yang terjadi pada Arsil dan Riza kalau saja dirinya harus menginap di rumah sakit .
Dalam keadaan bingung Inar merasa sedikit takut untuk pulang kalau saja Riza dan Arsil tahu kalau dirinya terluka pasti tidak akan pernah mengizinkan kembali menggunakan motor .
Riza tentunya cerewet begitu pun dengan Arsil pasti laporan saat Arsal pulang.
Nie yang mengerti dengan kebingungan Inar pun langsung menawarkan diri untuk membantunya , dengan senang hati Inar langsung meminta bantuannya .
Inar meminta Nie memberi kabar kepada Arsil dengan cara menghubunginya dan memintanya untuk mengizinkannya menginap ditempat Nie sampai Inar sembuh .
Nie pun setuju dan meminta no Arsil agar Inar merasa tenang dan tidak bingung lagi memikirkan Riza dan Arsil .
Inar mengangguk dan hendak memberikan no Arsil , namun berfikir sejenak dan langsung bertanya kembali pada Nie mengenai dirinya yang ingin tinggal apakah sudah disetujui Nie .
Nie tertawa melihat tingkah Inar yang bikin geli . Nie pun mengangguk dan menenangkan Inar sampai akhirnya Inar mengabsen nomor Arsil .
Nie dengan sengaja menyimpan no Arsil , yang Nie tebak Arsil orang terdekat Inar yang sampai harus khawatir pada keadaan Inar disetiap waktunya .
*********
Sepulang kantor Riza mampir ke apartemen Arsal . mereka berdua sedikit bingung sampai sekarang Inar tidak menghubungi mereka .
Arsil berfikir bahwa Inar kecapean dan tertidur seharian , kebingungan Arsil dijadikan candaan oleh Riza .
Riza : " makanya bro kalau ngobrol inget waktu jangan mentang- mentang lagi falling in love lupa waktu ."
Arsil : " maksud kamu apa sih ? "
Riza : " itu Inar sampe tidak kasih kabar , karena kecapean melayani kamu ?"
Riza : " kalau salah paham tinggal nikah z , kan beres."
Arsil : " makin stress nih orang , sekali lagi kamu ngomong , pergi dari sini , pulang sana ."
Arsil mulai kesal dengan ucapan Riza yang ngomporin dirinya makin ingin memiliki Inar walaupun itu tidak mungkin karena Inar milik kakaknya Arsal.
Riza hanya bisa diam mengikuti saran Arsil dari pada dirinya diusir .
Mereka pun segera masuk dan hendak istirahat , tiba - tiba terdengar bunyi ponsel Arsil tertera no tidak dikenal .
Arsil malas mengangkatnya kemudian mengabaikannya dan menyimpan kembali ponselnya diatas meja .
Nie terus berusaha menghubungi Arsil sampai diangkat .
Arsil yang mulai kesal akhirnya mengangkatnya , saat ingin mencaci orang yang meneleponnya karena mengganggu istirahatnya .
Tiba - tiba diurungkan saat mendengar suara yang lembut dan sopan yang memberitahukan bahwa Inar akan menginap di apartemennya untuk sementara waktu .
Arsil sedikit kecewa dan curiga terhadap Inar mungkinkah terjadi sesuatu pada dirinya atau menghindar darinya selama Arsal pergi .
Namun Arsil menjawab Nie dengan dingin dan menyetujuinya kemudian menutup teleponnya .
Nie kaget dengan sikap Arsil namun segera mengabaikannya dan segera bersiap untuk pulang bersama Inar ke apartemen miliknya .
Tanpa Nie sadari sosok perempuan cantik tidak kasat mata pun mengikutinya dan melindungi Inar , hanya Inar yang melihat keberadaannya dan tersenyum padanya.
**************
Makin Penasaran .....
Ikuti terus episodenya ya...
Jangan lupa like, komen ,vote , juga favorit
Terima kasih