
Arsal merasa kesal saat sampai di Apartemennya Arsal membantingkan tubuhnya diatas kasur yang empuk sampai mengampul .
Arsil yang tengah melihat tingkah Arsal merasa sedikit bingung dengan tingkah Arsal , tadi pagi masih baik - baik saja bahkan hari ini pekerjaan kantor Arsil yang handle .
" Seharian tadi Arsal bersama Inar apa mungkin mereka bertengkar lagi , tapi apa sebenarnya yang terjadi pada Arsal sampai harus bersikap kekanak - kanakan ." Fikir Arsil .
Arsal melihat ke arah Arsil yang sedang memperhatikannya , kemudian Arsal beranjak dari tempat tidur .
Dengan langkah gontai Arsal menghampiri saudara kembarnya Arsil dan bertanya kepada Arsil mengenai Ratih yang datang ke kantornya .
Arsal :" Apakah tadi Ratih datang ke kantor ?"
Arsil :" Ya........"
Arsal :" Benarkah ?"
Arsal :" Kenapa tidak kamu cegah sih supaya tidak lagi datang ke Kantor ."
Arsil :" Sudah , Ratih memang ngeyel terus maksa minta peluk , kesel banget kan ."
Arsal :" Gara - gara Ratih , Inar marah dan ngusir aku ."
Arsil :" Ooooh,,,jadi ceritanya ada yang cemburu nihhh."
Arsal membanting bantal pada Arsil yang setengah mengejek masalahnya . "Entahlah aku sampai dibuat bingung dengan tingkah Inar yang sedikit - sedikit marah ." kata Arsal .
" Jelas saja Inar marah , kamu tidak pernah menjelaskan hubunganmu dengan Ratih , apa salahnya tinggal bicara jujur mengenai Ratih ." kata Arsil .
Sejenak mereka diam tidak ada lagi yang berani berbicara mereka diam merenungi masalah yang terjadi sambil memikirkan bagaimana solusinya .
Arsal merasa sangat kesal dengan sikap Inar yang selalu memancing emosi Arsal terutama mengenai Ratih .
Inar tidak tahu kalau Ratih orang yang paling Arsal benci bagaimana bisa cemburu pada Ratih bagi Arsal , Inar merupakan kekasih peetama dan terakhir baginya .
Arsil hanya diam namun mendengarkan keluh kesah Arsal mengenai Inar . Ternyata Arsal dan Inar kini mereka telah salah paham.
Arsil pun berfikir membantu Arsal dan Inar dalam menghadapi masalah mereka dengan solusi yang terbaik tanpa saling menyakiti .
Arsil segera beranjak dari tempat duduknya dan hendak mengganti pakaiannya karena Arsil berniat untuk pergi menuju rumah Inar .
Tanpa sepengetahuan Arsal , diam- diam Arsil pergi dengan mobilnya menuju rumah Inar . Walaupun Arsil merasa tidak enak hati dengan situasi yang menjadikannya merasa serba salah .
Dalam perjalanan menuju rumah Inar , Arsil sedikit canggung tetapi berusaha menepisnya , dan langsung masuk ke pekarangan rumah Inar .
Arsil pun sampai didepan pintu utama rumah Inar dan mencoba untuk mengetuk pintunya perlahan dan penuh dengan kehati - hatian .
Terdengar suara langkah kaki yang terdengar mendekat kearahnya dan pintu pun terbuka kemudian muncullah ibunya Inar yang menyambutnya dengan raut wajah yang terlihat khwatir .
Arsil pun dipersilahkan duduk berhadapan dengan bu Yanti , ibunya Inar .
Ibunya Inar meminta Arsil menyelesaikan masalahnya dengan Inar secara baik - baik , dan harus penuh dengan kehati - hatian.
Arsil pun mengangguk dan meminta maaf kepada ibunya Inar , mungkin Arsil telah membuat ibunya Inar khawatir .
Sungguh merasa tidak enak hati saat pertama kali melihat wajah sendu yang terpancar dari ibunya Inar yang khawatir terhadap Inar .
Bu Yanti pun merasakan kalau Arsil lelaki yang baik dan meminta Arsil menjaga Inar dan jangan sampai menyakiti perasaannya , karena bagi kami sebagai orang tuanya sangat menyayanginya dan tidak ingin melihat Inar merasa sakit hati .
Arsil pun mengangguk dan berjanji kepada Ibunya Inar untuk menjaga , melindungi , dan tidak akan menyakitinya .
Ibunya mengangguk dan menyuruh Arsil masuk dan membujuk Inar yang tidak mau keluar kamar apalagi makan .
*********************
Hello,,sahabat reader...
Ikuti terus setiap episodenya..
Jangan lupa like , komen , vote , juga favorit.
Terima kasih...