
Kepulangan orang tua Inar membuat Inar sangat senang menunggu ayah dan ibu tercintanya pulang dan memeluknya .
Arsil sangat senang melihat Inar sudah ceria kembali dan sembuh total disaat menyambut kedatangan orang tuanya di bandara .
Arsal juga merasa senang padahal awalnya Arsal khawatir takut kalau mereka akan marah besar bila tahu kalau Inar mengalami kecelakaan .
Arsal dan Arsil segera pamit kepada orang tua Inar saat mereka telah sampai dan menyerahkan kembali Inar dengan sehat dan ceria .
Inar menanyakan keberadaan ayah dan ibunya sambil bergelayut manja , padahal Inar sudah dewasa namun berhubung Inar anak tunggal jadi masih manja pada ayah dan ibunya .
Ayah Inar menceritakan bahwa kekuarga yang berada disana sangat merindukan Inar dan mungkin minggu depan mereka akan datang mengunjungi kita disini kalau mereka punya waktu yang senggang .
Inar pun langsung merasa sangat senang , Inar meminta maaf kepada ayahnya karena belum bisa menjadi orang yang membanggakan ayahnya .
Inar juga memeluk ibunya dan terus bermanja , Inar mengeluh karena sudah lama sekali tidak makan masakan ibunya .
Mereka terus bercanda dan tertawa sampai akhirnya tiba dihalaman rumah yang sudah disambut hangat oleh bi Mira .
Bi Mira juga memeluk Inar yang sedikit jarang bertemu karena Inar senang tidur dirumah temannya kadang juga tinggal di apartemen Arsal.
Ibunya selalu menanyakan kesungguhan Arsal datang melamar Inar karena ibunya tidak mau kalau nanti mendengar para tetangga membicarakan Inar yang tidak- tidak .
Inar hanya tersenyum dan menenangkan ayah dan ibunya , bukan Arsal tidak mau serius tetapi Inar yang belum siap untuk lebih serius.
Ayah dan ibunya cuma bisa pasrah demi anak semata wayangnya yang makin manja dan cerewet ini .
Inar langsung masuk ke rumah kemudian duduk bersama ayah dan ibunya yang menceritakan keluarganya disana dengan penuh semangat .
Saat ibunya mengatakan bahwa Ranti putri tetangganya disana meninggal karena terbunuh entah dibunuh oleh kekasihnya , Inar langsung terlonjak kaget , merasa tidak asing dengan nama yang ibunya barusan sebutkan.
Inar langsung teringat Ranti yang selalu menunggunya saat dirinya terkena musibah kecelakaan .
Tetapi saat Inar hendak keluar rumah , Inar melihat Ranti dibalkon kamarnya sedang duduk termenung melihat ke arah Inar sambil sedikit tersenyum yang dipaksakan .
Inar pun langsung kembali masuk dan langsung memeluk Ranti yang ternyata sama seperti Arsal yang sudah berbeda alam dengannya .
Ranti pun tersenyum dan mengatakan pada Inar bahwa dirinya baik - baik saja tidak seperti yang dibayangkan bahwa dirinya sangat khawatir dengan kematiannya .
Selama 3 hari ini Ranti selalu bingung meminta bantuan karena banyak orang lain yang tidak melihat dirinya hanya Inarlah yang bisa melihat dan merasakan keberadaannya .
Ranti hanya ingin mendapat keadilan mengenai kejahatan yang dilakukan kekasihnya harus mendapat hukuman yang setimpal .
Inar pun mengerti dan berusaha untuk menyelesaikan dan membantu usaha Ranti mendapatkan keadilan .
Bukan hanya Ranti saja bahkan Arsal pun Inar harus menemukan penyelesaian masalahnya dengan cepat .
Arsal tiba - tiba sudah berada didalam kamar Inar membuat Inar jadi terkejut dan hampir saja berteriak karena ketakutan .
Arsal tersenyum dan sedikit tersinggung karena Arsal masih saja menakuti Inar padahal Arsal sangat mengharapkan Inar selalu mengandalkan dirinya dalam menyelesaikan masalah .
Inar tidak mau memperpanjang masalah dengan Arsal jadi Inar segera meminta maaf kepada Arsal dan langsung membuatnya tersenyum kembali dengan penuh keceriaan .
***************
Hello sahabat reader yang budiman...
happy reading..
Jangan lupa like , komen , vote juga favorit ya..
Terima kasih...