HANDSOME GHOST

HANDSOME GHOST
Pendamping setia



Arsil yang sudah pulang kantor sejak tadi sore , membuat Riza sedikit pusing melihat tingkah Arsil yang terus mondar - mandir dihadapannya menunggu kedatangan Inar dengan gelisah .


Riza mengira Arsil hanya mengkhawatirkan Inar saja karena belum kembali sejak tadi keluar dari kantor .


Riza merasa kasihan kepada Arsil yang Riza kira adalah Arsal .


Selain sikapnya yang dingin Arsal selalu dimanfaatkan Ratih dengan menghamburkan uangnya dan menjelekkan nama baiknya .


Dibelakang Arsal , Ratih memiliki kekasih yang bahkan telah menodai dirinya , namun Arsal lah yang harus menanggungnya karena Ratih telah memasang jebakan terhadap Arsal .


Jebakan tersebut membuat Arsal semakin terpuruk dengan harus bertanggung jawab atas apa yang Arsal tidak pernah lakukan .


Sebenarnya Arsal marah , kesal , dan benci tetapi Arsal tidak memiliki cukup bukti .


Arsal tidak mempermasalahkan uang , namun Ratih yang licik menyusun rencana begitu rapih sampai Arsal pun terjebak didalamnya .


Setelah sekian lama menghilang kini Ratih muncul lagi dihadapan Arsal dimana Inar kini sudah jadi sosok pendamping bagi Arsal .


Kejadian tadi pagi sangat tidak menyenangkan dan menjadikan Arsal shock melihat Inar yang lari dengan kecewa ketika melihat Arsal dipeluk Ratih .


Riza pun mulai kesal dan membuka suara dengan nada yang ketus .


Riza :" Bisakah kamu duduk dengan tenang ?"


Arsil :" Tidakkk , kamu tahu ngga aku tuh khawatir dengan Inar ." sedikit membentak Riza.


Riza :" Aku ngerti , tapi kalau kamu seperti ini , apakah ini solusi yang terbaik ?"


Arsil :" Oke , saya duduk ."


Tiba - tiba terdengar suara pintu yang terbuka dengan menggunakan kode yang Arsal dah setting .


Muncullah Inar dan Arsal dari balik pintu , Riza menepuk pundak Arsil dan mengatakan " orang yang kamu tunggu telah datang ."dengan tersenyum .


Arsil cuma bisa garuk2 kepala demi menghilangkan rasa groginya . Kemudian Arsil bertanya basa basi agar tidak terlihat seperti yang sedang menunggunya .


Arsil : " kemana dulu pulang kantor ?"


Inar : " Cari angin , saat pulang terjebak macet karena terjadi kecelakaan ?"


Arsil :" Whaaaat ?"


Inar : " Biasa saja kali , jangan kaget gitu ?"


Riza :" Yang bener z kamu , Arsal masa orang lagi marah alias cemburu harus bilang dan laporan dulu , mau pergi kemana ?"


Arsil :" please deh , bisa ngga kamu jangan ikut campur ."


Akhirnya mereka mengakhiri perdebatannya saat mulai melihat wajah Arsal yang mulai cemburu jadi Arsil lebih baik menghindarinya daripada kakaknya yang pecemburu melihat dirinya berpura - pura menanyakan keberadaan Inar .


Inar pun melihat kekhawatiran Arsal terhadap dirinya yang sedikit mengekang prilaku terhadap dirinya apalagi berhubungan dengan Arsil.


Entah mengapa Arsal selalu cemburu kepada Arsil padahal adiknya sendiri biasanya Arsal akan selalu mengalah dalam hal apapun kecuali masalah yang menyangkut Inar .


Arsal masuk kamar diikuti Arsil , di dalam kamar Arsil menanyakan keberadaan Arsal selama terjebak kecelakaan.


Arsal pun menjelaskan dengan singkat , padat , dan jelas , bahwa kecelakaan tersebut sedang diselidiki oleh polisi.


Selain kasus kecelakaan kita juga menemukan sosok menyeramkan yang ramai diperbincangkan , setelah kami menelaah lebih dalam ternyata sosok menyeramkan tersebut merupakan manusia bukan hantu seperti yang orang bicarakan .


Sosok menyeramkan tersebut adalah orang yang memiliki penyakit kangker kulit , dan terkena cipratan darah korban yang terlindas truk jadi wajahnya makin menyeramkan karena berlumuran darah .


Tapi kini masalahnya semua sudah selesai dan kita bisa cepat segera pulang .


Arsil bersyukur selain Arsal bisa menyelesaikan masalah yang ada dihadapannya kini Arsal juga telah memiliki pendamping yang setia , selalu menemaninya saat Arsal susah maupun senang.


Namun Arsil sedikit mengganjal dengan perasaannya bahwa mungkinkah mereka akan bersatu sementara Arsal berbeda alam dengan Inar .


Arsil pun segera beranjak dan meninggalkan Arsal sendiri didalam kamarnya dan masuk ke kamar Riza yang kebetulan menginap di apartemen Arsal , sekedar menemaninya sambil mereka beristirahat dan tidak lama kemudian tertidur.


Sementara Inar sudah terlelap dari tadi setelah mandi Inar langsung beristirahat karena merasa lelah akhirnya Inar pun terlelap .


*****************


Happy reading..


Hello reader yang budiman....


Ikuti terus setiap episodenya ya...


Jangan lupa like , komen , vote , juga , favorit..


Terima kasih....