
Inar terus berlari mengikuti Arsal tanpa henti menggenggam tangan Arsal yang tidak ingin lepas .
Arsal pun kembali menggenggam tangan Inar semakin erat , mereka telah berlari jauh bahkan sejauh mungkin namun tetap saja , kembali ke tempat semula .
Mereka terdiam dan berusaha untuk berfikir , dari tadi mereka berlari namun sepertinya hanya berkeliling - keliling ditempat itu .
Arsal kemudian memejamkan matanya , menajamkan pendengarannya untuk segera mencari jalan keluar dengan menggunakan instingnya .
Namun disaat Arsal fokus dengan instingnya , Inar terus menerus berteriak ketakutan sehingga membuyarkan konsentrasi Arsal .
Saat Arsal membuka matanya , Arsal melihat bayangan misterius yang terus mengikuti Inar , sampai Inar menyerah dan melepaskan genggaman tangannya dari Arsal .
Inar terus berlari menghindari bayangan misterius tersebut . Dengan rasa takutnya yang besar akhirnya Inar jatuh pingsan membuat Arsal panik.
Bayangan misterius tersebut berhenti saat Inar jatuh pingsan . Arsal segera memapah Inar dan langsung menyerang bayangan misterius tersebut .
Namun bayangan misterius tersebut menunduk dan menangis meminta pertolongan juga permohonan maaf kepada Arsal .
Bayangan misterius tersebut merupakan perempuan yang terjebak di alam tersebut sampai akhirnya harus menetap , tidak bisa kembali .
Entah seperti apa nasibnya sekarang didunia nyata , bayangan tersebut mengikuti Inar , bermaksud meminta tolong agar membawanya bersama - sama untuk keluar dari alam halusinasi tersebut atau sering dikenal dunia lain .
Arsal pun menghentikan penyerangannya setelah mendengar alasan dari bayangan misterius tersebut .
Bayangan misterius pun berterima kasih kepada Arsal dan berjanji akan menunjukkan wujud aslinya kepada Arsal dan Inar .
Arsal pun kembali menanyakan penyebab bayangan misterius harus menyembunyikan wujud aslinya .
Bayangan misterius tersebut menjelaskan bahwa dirinya takut diketahui keberadaannya oleh roh jahat dan menyesatkan sehingga menjerumuskannya dan mencelakainya kemudian mengajaknya bersekutu .
Arsal mengerti dengan penjelasan bayangan misterius tersebut , namun Arsal menyarankan , agar bayangan misterius tersebut , menunjukan wujud aslinya setelah Inar sadar .
Bayangan misterius pun menyetujuinya , Dia mengerti akan permintaan Arsal , yang sangat melindungi dan menjaga Inar .
Tidak lama Inar pun sadar dan membuka matanya secara perlahan .
Ternyata Inar sudah ada dipangkuan Arsal , dan melihat Arsal sedang tersenyum manis kepadanya .
Arsal menjelaskan bahwa keadaannya sudah terkendali .
Arsal juga menenangkan agar Inar tidak usah terlalu takut , karena selama Inar berada disamping Arsal , Inar akan terus dijaga dan dilindunginya .
Inar pun tersenyum dan merasa lega , kemudian memberanikan diri melihat kearah bayangan misterius , yang menghampirinya .
Bayangan misterius itu ingin menunjukkan wujudnya kepada Inar dengan memperkenalkan dirinya .
Bayangan misterius telah menunjukkan wujud aslinya , dan menyebut namanya Alin .
Alin menjelaskan kepada Inar bahwa dirinya telah tersesat dan terkurung disini sudah hampir putus asa untuk kembali .
Entah bagaimana nasibnya sekarang , saat Alin pergi , Alin menjelaskan bahwa Alin mengikuti Eqi , namun Eqi ternyata menghilang begitu saja saat dirinya sampai disini .
Eqi selalu melindungi dirinya disaat roh jahat mengikuti dan ingin menangkapnya .
Inar dan Arsal mendengarkan penjelasan Alin yang begitu menyedihkan mengingat nasibnya .
Kini mereka bersatu untuk mencari jalan keluar , dan menyelesaikan masalahnya keluar dari dunia lain yang mengurung mereka .
************
Sementara di Rumah sakit .....
Bu yanti selalu berdoa memohon kesembuhan Inar , begitu pun dengan pak Rama yang selalu meminta dokter untuk terus memantau kemajuan Inar .
Inar yang terbaring koma , membuat bu yanti hampir putus asa namun , semangat pak Rama untuk mempertahankan Inar , agar tetap ditangani dokter membuat bu Yanti ikut semangat .
Mereka masih bingung dengan keadaan Inar yang tiba - tiba mereka temukan didepan pintu depan rumah yang sudah tidak sadarkan diri sampai sekarang .
Menurut dokter Inar tidak ada kemauan untuk hidup dan tidak sadarkan diri selama tiga hari .
Pak Rama berdoa dan terus berusaha mengajak Inar bicara , bahkan Pak Rama menganggap Inar selalu mendengar setiap kata yang diucapkannya ketika bersama Inar .
Pak Rama hendak pamit ke bu Yanti untuk pergi ke kantor dan menyuruhnya langsung menghubunginya bila terjadi sesuatu terhadap Inar .
Bu Yanti mengangguk dan mengucapkan hati - hati kepada suaminya , dan beliau memberinya semangat agar pekerjaannya cepat selesai dan lancar .
Sehingga pak Rama cepat kembali menemani bu Yanti menunggu Inar di Rumah sakit .
Diperjalanan menuju Kantor pak Rama bertemu bi Mira dan seorang pemuda tampan yang menghampirinya serta mengenalkan dirinya .
Pemuda tersebut bernama Riza , mengaku sebagai teman Inar .
Pak Rama sedikit bingung dan canggung karena setahu pak Rama Inar tidak memiliki teman laki - laki atau membicarakannya tentang mereka .
Riza mengulurkan tangannya pada pak Rama , Riza pun menyebutkan asal mula kenal dengan Inar .
Pak Rama baru mengerti saat Riza menjelaskan bahwa Riza mengenal Inar saat dirinya hendak mengecek cafe miliknya dan bertemu Inar yang selalu berada dicafe tersebut .
Inar selalu datang ke cafe untuk belajar sambil menenangkan dirinya , bersama teman - temannya .
Riza pun sedikit berbohong kepada pak Rama , walaupun pak Rama masih sedikit bingung namun masih memperlihatkan senyum ramahnya pada Riza .
Pak Rama menjelaskan dengan raut wajah sedih pada Riza bahwa Inar masih belum sadarkan diri dan terbaring koma diruang IGD .
Riza terkejut dengan perkataan pak Rama , Riza pikir Inar sakit biasa , namun ternyata serius .
Riza niatnya menemui Inar ke rumah yang alamatnya ditulis Arsal , namun saat sampai di rumah mang supri mengatakan bahwa Inar berada di Rumah sakit ini .
Kemudian bi Mira yang hendak pergi ke rumah sakit , rela mengantarkan Riza untuk pergi bersama .
Namun saat berpapasan dengan pak Rama , bi Mira hanya menyuruh Riza menemuinya pak Rama , sementara bi Mira cepat pergi menemui bu Yanti untuk mengantar sarapan.
Pak Rama pun berterima kasih kepada Riza sudah berniat baik menjenguk anaknya , dan pak Rama pun memberitahu arah kamar dimana Inar dirawat .
Riza tersenyum dan segera pamit untuk melihat keadaan Inar , dan melihat kepergian pak Rama yang hendak pergi ke kantor .
Bu Yanti yang sudah tahu bahwa putrinya akan kedatangan tamu bernama Riza tersenyum ramah saat Riza datang .
Bi Mira telah memberitahu bu Yanti mengenai kedatangan Riza .
Bu Yanti mengira bahwa Riza kekasih Inar dan berharap Riza bisa membantunya menyadarkan Inar dan membuat Inar cepat sadar kembali .
Riza tersenyum ramah kepada bu Yanti dan berusaha mendekat dan menggenggam tangan Inar kemudian mengajaknya berbicara .
Riza meminta maaf kepada Inar atas prilakunya yang kurang baik saat mereka bertemu .
Bu Yanti dan bi Mira meninggalkan Riza sendiri diruangan untuk memberikan waktu kepada Riza berbicara dengan Inar .
***********
Inar merasa dirinya selalu mendengar bahwa kedua orang tuanya memanggil dan sekarang suara Riza yang samar terdengar ditelinganya .
Arsal melihat Inar bingung , karena Inar terus melangkah kearah yang Arsal tidak tahu tujuannya .
Arsal menggenggam tangan Inar dan menyuruhnya berhenti namun Inar terus melangkah mengikuti arah suara yang terus terdengar semakin jelas .
Arsal yang terus mengikuti Inar dan menggenggam tangan Inar , serta mengikuti arah langkah Inar , percaya bahwa Inar memiliki petunjuk untuk keluar .
Alin pun tersenyum senang saat mengikuti arah Inar dan Arsal yang tidak sengaja mereka melihat cahaya yang sungguh menyilaukan .
Cahaya tersebut kemudian menyeret mereka bertiga seakan tersedot naik dan terbawa kedalamnya .
..............
Happy reading,,,
Sahabat reader handsome ghost,,
penasaran yoooo ikuti terus episodenya...
jangan lupa like , komen , vote , dan favorit ya..
\*\*\*\*Terima kasih \*\*\*\*