HANDSOME GHOST

HANDSOME GHOST
Arsil bertemu Inar



Arsal menghampiri Arsil yang sedang bersedih dan memeluknya .


Arsil pun tak kuasa menahan rasa sedihnya dan penyesalan yang terdalam baru mengetahui bahwa Arsal telah dibunuh .


Arsil terus menangis dan memukul dirinya merasa tidak berguna melindungi saudara kembarnya dan membiarkannya sendirian menghadapi kerasnya kehidupan didunia bisnis .


Arsal menenangkan Arsil dan menjelaskan bahwa semua yang terjadi bukanlah kesalahannya melainkan kelalaiannya .


Arsal terlalu mempercayai sahabatnya dan membiarkannya masuk dan memberi kesempatan untuk membunuhnya .


Arsal juga belum bertemu Amar semenjak kejadian yang telah menimpanya .


Arsil pun mendengarkan penjelasan Arsal sambil mengepalkan tangannya karena merasa marah pada Amar .


Arsal kemudian beranjak mengambil semua dokumen penting yang harus dipelajari oleh Arsil .


Arsil juga harus segera bergegas pergi ke kantor milik Arsal karena Arsal sudah Satu bulan ini tidak masuk ke kantor miliknya .


Arsil mengerti dan semua penjelasan Arsal , Arsil ingat dan pahami demi suksesnya rencana membongkar kejahatan Amar .


Amar harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan harus diselidiki oleh pihak yang berwajib.


Agar Arsil dapat menemukan jasad Arsal yang sekarang entah seperti apa dan bagaimana wujudnya .


Arsil pun segera membereskan semua dokumen penting tentang perusahaan dan menyimpannya kembali ke tempat semula .


Sedangkan Arsil masuk ke kamar Arsal segera membersihkan dirinya dan pergi ke tempat tidur untuk istirahat karena malam sudah larut .


********


Keesokan harinya Arsil bangun ditemani Arsal joging disekitar lingkungan apartemen .


Banyak sekali orang yang takjub karena ketampanan Arsil .


Arsil merasa dirinya sedikit lebih baik berada di kota lama , karena bisa dengan bebas melakukan aktivitas nya lebih leluasa .


Berbeda dengan kota baru yang selalu diikuti paparazi dan terkekang melakukan aktivitas yang sederhana .


Selesai joging Arsil pun segera membersihkan dirinya dan segera menggunakan pakaian yang sudah dipersiapkan Arsal .


Saat bercermin Arsil merasa kaget bahwa dirinya sama persis dengan foto Arsal yang terpajang .


Arsil sedikit terlihat lebih dewasa dan berwibawa saat mengenakan baju milik Arsal .


Arsal sangat kagum melihat Arsil yang tampak gagah berwibawa saat mengenakan pakaian yang dipilihnya .


Amar sahabatnya yang telah membunuhnya akan merasa lebih kaget lagi bila bertemu dengan Arsil dan mengira Arsal masih hidup .


*****


Ditempat lain.....


Inar dan Riza sudah berusaha mencari keberadaan Arsal namun tetap tidak berhasil , walaupun Inar dan Riza telah mencarinya sampai ke kota Baru .


Di kota Baru Inar dan Riza tidak menemukan petunjuk apapun mengenai Arsal .


Apalagi menemukan jejak keluarga Arsal yang pada akhirnya Riza dan Inar pun kembali ke kota lama .


Inar pun menyarankan agar Riza fokus kembali kerja , bagaimana pun juga Riza harus bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan di kantor milik Arsal .


Riza pun menyetujuinya karena , selain bekerja Riza juga harus mencari bukti agar kejahatan Amar yang masih sahabatnya itu terbongkar .


Sejak itu Riza fokus bekerja dan sibuk mengumpulkan bukti yang bisa membongkar Amar dengan kejahatannya .


Sementara Inar hanya bisa bolak balik kampus menyelesaikan tugas akhirnya yang tertunda segera wisuda pasca sarjana .


*******


Inar merasa sangat rindu dengan Arsal kemudian tidak terasa Inar telah sampai di depan apartemen Arsal dengan menggunakan sepeda motor maticnya .


Inar memarkirkan motornya kemudian menghampiri satpam dan meminta izin masuk ke apartemen Arsal .


Pak satpam tersenyum dan mengatakan kalau Inar tahu bahwa pemilik apartemen telah kembali yang memiliki wajah tampan .


Arsal yang melihat kedatangan inar segera memberitahu Arsil dan mengingatkan dirinya bahwa Arsal telah pergi .


Arsil yang baru selesai sarapan merasa bingung melihat tingkah Arsal yang sedikit imut .


Seakan Arsal terlihat seperti anak remaja yang baru jatuh cinta .


Arsal memukul pundak Arsil , kemudian menjelaskan bahwa Inar adalah wanita yang selalu menolongnya.


Arsal tidak mau itu terjadi karena Arsal sangat menyayangi Inar .


Arsil mengangguk mengerti . Namun Arsil juga curiga dengan tingkah Arsal sekarang seolah seperti seorang kekasih yang lama tidak bertemu .


Arsal pun segera menutup pintu kamarnya saat bel berbunyi .


Arsil bersiap menjadi Arsal , dan membuka pintu , awalnya Inar terkejut melihat Arsal yang sudah berdiri dihadapannya .


Tetapi Inar baru menyadari bahwa Arsal telah menemukan Arsil saudara kembarnya .


Arsil menyuruh inar masuk , Inar pun segera menanyakan keberadaan Arsal .


Arsil bertanya pada Inar , " Kamu tahu kalau saya bukan Arsal ?".


" Tentu saja , kamu Arsil kan saudara kembar Arsal , dimana Arsal ?" kata Inar .


Arsal masih di kamar mungkin kelelahan dengan perjalanan kita kemarin .


Tanpa rasa canggung Inar pun langsung mengetuk pintu kamar Arsal .


Arsal yang kaget dan bingung bagaimana menjelaskannya , membuat Arsal berdiam diri .


Inar yang sedikit kesal langsung membuka pintu kamar Arsal .


Brakkk....


Pintu terbuka , Inar melihat Arsal yang sedang berdiri terpaku melihat kedatangan Inar .


Inar pun memeluk Arsal dan terus memukul pelan Arsal melampiaskan kekesalannya .


Arsil yang melihatnya pun kagum dan tersenyum Inar benar - benar tulus dan melihat Arsal yang begitu dalam menyayangi Inar .


Arsal melepaskan pelukan Inar dan mengajaknya ke ruang tengah untuk menjelaskan kepergiannya.


Arsal juga mengenalkan Arsil pada Inar , namun Inar sudah bertemu Arsil terlebih dahulu .


Arsal dan Arsil pun kemudian menjelaskan kepada Inar mengenai rencana untuk membongkar kejahatan Amar .


Inar mengangguk mengerti dan akan membantu Arsal maupun Arsil agar semua masalahnya tuntas .


Inar ditugaskan untuk mendampingi Arsil , kemanapun yang berpura - pura menjadi Arsal .


Inar pun setuju karena Inar terlanjur sayang kepada Arsal dan selalu merindukan Arsal bila berada jauh darinya .


Arsal merasa sangat senang dengan penuturan Inar yang terlalu jujur dan terbuka membuat wajah Arsal memerah seperti tomat menahan rasa malu .


Arsil yang menyaksikannya pun merasa senang ternyata Arsal sudah menemukan orang yang tulus menyayanginya selain Arsil saudara kembarnya .


Inar pun segera merapihkan pakaiannya dan ikut menemani Arsil ke kantor didampingi Arsal .


Namun sebelum pergi Inar memeluk Arsal dan mengucapkan kata yang menghibur bahwa dirinya harus selalu semangat .


Arsil juga harus semangat dan Inar memberinya tos pada Arsil dengan menggunakan kedua tangannya .


Arsil pun mulai tertarik oleh Inar karena tingkahnya yang lucu dan sedikit tomboy .


Mereka pun segera bergegas dan pergi meninggalkan apartemennya .


Motor matic yang Inar bawa masih terparkir karena Arsil dan Arsal menyarankan Inar ikut dengannya ke kantor menggunakan mobil milik Arsal .


Inar pun menyetujuinya dan segera naik mobil milik Arsal dan Arsal pun menyuruhnya duduk didepan disamping Arsil .


Inar pun senang , dan mengikuti saran Arsal , apapun yang Arsal katakan Inar pun menyetujuinya .


Diperjalanan menuju kantor Arsal terus bercerita dan menunjukkan jalan yang harus Arsil lewati agar terlihat seolah Arsil adalah Arsal .


Inar pun mendengarkan dan memahami semua penjelasan Arsal kemudian Inar dan Arsil kompak menjawab , "mengerti ."


**************


Terus ikuti episodenya ya....


Sahabat reader yang budiman..


jangan lupa like , komen , vote , juga , favorit ,...


Terima kasih .