
Arsal menghampiri Arsil yang sedang bersedih dan memeluknya .
Arsil pun tak kuasa menahan rasa sedihnya dan penyesalan yang terdalam baru mengetahui bahwa Arsal telah dibunuh .
Arsil terus menangis dan memukul dirinya merasa tidak berguna melindungi saudara kembarnya dan membiarkannya sendirian menghadapi kerasnya kehidupan didunia bisnis .
Arsal menenangkan Arsil dan menjelaskan bahwa semua yang terjadi bukanlah kesalahannya melainkan kelalaiannya .
Arsal terlalu mempercayai sahabatnya dan membiarkannya masuk dan memberi kesempatan untuk membunuhnya .
Arsal juga belum bertemu Amar semenjak kejadian yang telah menimpanya .
Arsil pun mendengarkan penjelasan Arsal sambil mengepalkan tangannya karena merasa marah pada Amar .
Arsal kemudian beranjak mengambil semua dokumen penting yang harus dipelajari oleh Arsil .
Arsil juga harus segera bergegas pergi ke kantor milik Arsal karena Arsal sudah Satu bulan ini tidak masuk ke kantor miliknya .
Arsil mengerti dan semua penjelasan Arsal , Arsil ingat dan pahami demi suksesnya rencana membongkar kejahatan Amar .
Amar harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan harus diselidiki oleh pihak yang berwajib.
Agar Arsil dapat menemukan jasad Arsal yang sekarang entah seperti apa dan bagaimana wujudnya .
Arsil pun segera membereskan semua dokumen penting tentang perusahaan dan menyimpannya kembali ke tempat semula .
Sedangkan Arsil masuk ke kamar Arsal segera membersihkan dirinya dan pergi ke tempat tidur untuk istirahat karena malam sudah larut .
********
Keesokan harinya Arsil bangun ditemani Arsal joging disekitar lingkungan apartemen .
Banyak sekali orang yang takjub karena ketampanan Arsil .
Arsil merasa dirinya sedikit lebih baik berada di kota lama , karena bisa dengan bebas melakukan aktivitas nya lebih leluasa .
Berbeda dengan kota baru yang selalu diikuti paparazi dan terkekang melakukan aktivitas yang sederhana .
Selesai joging Arsil pun segera membersihkan dirinya dan segera menggunakan pakaian yang sudah dipersiapkan Arsal .
Saat bercermin Arsil merasa kaget bahwa dirinya sama persis dengan foto Arsal yang terpajang .
Arsil sedikit terlihat lebih dewasa dan berwibawa saat mengenakan baju milik Arsal .
Arsal sangat kagum melihat Arsil yang tampak gagah berwibawa saat mengenakan pakaian yang dipilihnya .
Amar sahabatnya yang telah membunuhnya akan merasa lebih kaget lagi bila bertemu dengan Arsil dan mengira Arsal masih hidup .
*****
Ditempat lain.....
Inar dan Riza sudah berusaha mencari keberadaan Arsal namun tetap tidak berhasil , walaupun Inar dan Riza telah mencarinya sampai ke kota Baru .
Di kota Baru Inar dan Riza tidak menemukan petunjuk apapun mengenai Arsal .
Apalagi menemukan jejak keluarga Arsal yang pada akhirnya Riza dan Inar pun kembali ke kota lama .
Inar pun menyarankan agar Riza fokus kembali kerja , bagaimana pun juga Riza harus bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan di kantor milik Arsal .
Riza pun menyetujuinya karena , selain bekerja Riza juga harus mencari bukti agar kejahatan Amar yang masih sahabatnya itu terbongkar .
Sejak itu Riza fokus bekerja dan sibuk mengumpulkan bukti yang bisa membongkar Amar dengan kejahatannya .
Sementara Inar hanya bisa bolak balik kampus menyelesaikan tugas akhirnya yang tertunda segera wisuda pasca sarjana .
*******
Inar merasa sangat rindu dengan Arsal kemudian tidak terasa Inar telah sampai di depan apartemen Arsal dengan menggunakan sepeda motor maticnya .
Inar memarkirkan motornya kemudian menghampiri satpam dan meminta izin masuk ke apartemen Arsal .
Pak satpam tersenyum dan mengatakan kalau Inar tahu bahwa pemilik apartemen telah kembali yang memiliki wajah tampan .
Arsal yang melihat kedatangan inar segera memberitahu Arsil dan mengingatkan dirinya bahwa Arsal telah pergi .
Arsil yang baru selesai sarapan merasa bingung melihat tingkah Arsal yang sedikit imut .
Seakan Arsal terlihat seperti anak remaja yang baru jatuh cinta .
Arsal memukul pundak Arsil , kemudian menjelaskan bahwa Inar adalah wanita yang selalu menolongnya.
Arsal tidak mau itu terjadi karena Arsal sangat menyayangi Inar .
Arsil mengangguk mengerti . Namun Arsil juga curiga dengan tingkah Arsal sekarang seolah seperti seorang kekasih yang lama tidak bertemu .
Arsal pun segera menutup pintu kamarnya saat bel berbunyi .
Arsil bersiap menjadi Arsal , dan membuka pintu , awalnya Inar terkejut melihat Arsal yang sudah berdiri dihadapannya .
Tetapi Inar baru menyadari bahwa Arsal telah menemukan Arsil saudara kembarnya .
Arsil menyuruh inar masuk , Inar pun segera menanyakan keberadaan Arsal .
Arsil bertanya pada Inar , " Kamu tahu kalau saya bukan Arsal ?".
" Tentu saja , kamu Arsil kan saudara kembar Arsal , dimana Arsal ?" kata Inar .
Arsal masih di kamar mungkin kelelahan dengan perjalanan kita kemarin .
Tanpa rasa canggung Inar pun langsung mengetuk pintu kamar Arsal .
Arsal yang kaget dan bingung bagaimana menjelaskannya , membuat Arsal berdiam diri .
Inar yang sedikit kesal langsung membuka pintu kamar Arsal .
Brakkk....
Pintu terbuka , Inar melihat Arsal yang sedang berdiri terpaku melihat kedatangan Inar .
Inar pun memeluk Arsal dan terus memukul pelan Arsal melampiaskan kekesalannya .
Arsil yang melihatnya pun kagum dan tersenyum Inar benar - benar tulus dan melihat Arsal yang begitu dalam menyayangi Inar .
Arsal melepaskan pelukan Inar dan mengajaknya ke ruang tengah untuk menjelaskan kepergiannya.
Arsal juga mengenalkan Arsil pada Inar , namun Inar sudah bertemu Arsil terlebih dahulu .
Arsal dan Arsil pun kemudian menjelaskan kepada Inar mengenai rencana untuk membongkar kejahatan Amar .
Inar mengangguk mengerti dan akan membantu Arsal maupun Arsil agar semua masalahnya tuntas .
Inar ditugaskan untuk mendampingi Arsil , kemanapun yang berpura - pura menjadi Arsal .
Inar pun setuju karena Inar terlanjur sayang kepada Arsal dan selalu merindukan Arsal bila berada jauh darinya .
Arsal merasa sangat senang dengan penuturan Inar yang terlalu jujur dan terbuka membuat wajah Arsal memerah seperti tomat menahan rasa malu .
Arsil yang menyaksikannya pun merasa senang ternyata Arsal sudah menemukan orang yang tulus menyayanginya selain Arsil saudara kembarnya .
Inar pun segera merapihkan pakaiannya dan ikut menemani Arsil ke kantor didampingi Arsal .
Namun sebelum pergi Inar memeluk Arsal dan mengucapkan kata yang menghibur bahwa dirinya harus selalu semangat .
Arsil juga harus semangat dan Inar memberinya tos pada Arsil dengan menggunakan kedua tangannya .
Arsil pun mulai tertarik oleh Inar karena tingkahnya yang lucu dan sedikit tomboy .
Mereka pun segera bergegas dan pergi meninggalkan apartemennya .
Motor matic yang Inar bawa masih terparkir karena Arsil dan Arsal menyarankan Inar ikut dengannya ke kantor menggunakan mobil milik Arsal .
Inar pun menyetujuinya dan segera naik mobil milik Arsal dan Arsal pun menyuruhnya duduk didepan disamping Arsil .
Inar pun senang , dan mengikuti saran Arsal , apapun yang Arsal katakan Inar pun menyetujuinya .
Diperjalanan menuju kantor Arsal terus bercerita dan menunjukkan jalan yang harus Arsil lewati agar terlihat seolah Arsil adalah Arsal .
Inar pun mendengarkan dan memahami semua penjelasan Arsal kemudian Inar dan Arsil kompak menjawab , "mengerti ."
**************
Terus ikuti episodenya ya....
Sahabat reader yang budiman..
jangan lupa like , komen , vote , juga , favorit ,...
Terima kasih .