
Arsal , Egi , dan Inar pun membicarakan masalahnya sampai larut , mereka lupa bahwa Arsil masih ada dikantornya .
Arsil melewati ruangan Inar , dan terkejut bahwa Inar masih belum pulang , Arsal pun segera menjelaskan bahwa Inar ingin menyelesaikan pekerjaannya sama seperti yang Arsil lakukan .
Arsil merasa sedikit merinding dan merasa seperti hawa dingin mendekat dan berada disebelahnya sampai bulu kuduknya berdiri .
Namun Arsil menyembunyikan perasaan tersebut supaya tidak terlalu membuat Arsal khawatir .
Arsil nampak sedikit terlihat pucat saat melihat meja dan kursi yang bergeser sendiri , Arsil berfikir bahwa diruangan Inar ada makhluk tidak kasat mata selain Arsal tetapi siapakah itu .
Inar langsung menyadari kebingungan dan ketakutan Arsil , kemudian Inar menghampiri dan mencoba menenangkan Arsil terlebih dahulu .
Menyuruhnya duduk dan memberinya air hangat agar Arsil lebih tenang dan sedikit merasa nyaman .
Egi heran melihat wajah Arsal sama persis dengan orang yang kini duduk dihadapannya .
Namun Egi dapat menebak bahwa orang yang wajahnya sama persis seperti Arsal tidak dapat melihat dirinya seperti Inar .
Egi mencoba memberi kode terhadap Inar namun Arsal langsung menjelaskan kepada Egi keadaan Arsil yang memang berbeda dengan Inar .
Jangankan melihat Egi sampai sekarang pun Arsil tidak bisa melihat Arsal , bahkan menyentuhnya , Arsil hanya bisa merasakan keberadaannya saja .
Namun untuk berkomunikasi Arsil masih bisa mendengar walaupun tidak dapat melihat wujud asal suara Arsal .
Egi terharu mendengarnya , kini Egi mengerti bahwa Arsil sepertinya saudara kembar Arsal .
Inar menjelaskan sedikit - sedikit secara hati - hati terhadap Arsil bahwa kini dihadapannya ada Egi teman mereka yang memberitahukan bahwa ada sebuah ancaman yang akan menimpa mereka .
Arsil terkejut sekaligus takut terjadi sesuatu terhadap Arsal dan Inar . Sampai bingung bagaimana cara membantunya menghadapi masalah mereka .
Inar tersenyum kepada Arsil dan berusaha menenangkannya , Inar dibantu oleh Arsal dan Arsil akan mencari solusinya agar masalahnya cepat selesai .
Arsil menghembuskan nafasnya dengan pelan , ingin sekali membantu mereka menyelesaikan masalah , namun Arsil bingung bagaimana cara menghadapi lawan yang berasal dari dunia lain .
Jangankan untuk melawan dunia lain , sekarang saja Arsil tidak dapat melihat wujud kakaknya sendiri dan juga temannya yang kini berada dihadapannya .
Arsil terlihat kesal dan menunduk merasa sedih keberadaannya tidak dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi Inar juga kakaknya .
Arsal mendekat dan menghampiri Arsil serta menepuk punggung Arsil supaya Arsil tahu , kalau selama ini Arsil telah banyak membantu memajukan perusahaannya .
Arsil tersenyum tipis walaupun kakaknya dan Inar mencoba menenangkannya juga menghiburnya namun Arsil tetap saja sedih .
Arsil tidak ingin kehilangan Arsal maupun Inar yang beberapa bulan ini telah hidup bersama dan bekerja di perusahaan dengan kompak .
Egi pun ikut bersuara , Egi mempunyai kekuatan agar Arsil dapat melihat dan berkomunikasi dengan makhluk tidak kasat mata .
Itu hadiah yang Egi berikan untuk Arsil supaya Arsil senang , karena Arsil terlihat begitu sedih saat harus berpisah dengan kakaknya dan Inar .
Arsal dan Inar sempat menolak bantuan Egi tetapi Arsil memohon pada Arsal dan Inar supaya mengizinkannya untuk memberikan kekuatan tersebut .
Akhirnya Arsal dan Inar pun setuju dengan ide yang Egi berikan , melihat kegigihan Arsil yang turut ingin membantunya .
Arsal pun meminta Egi agar memenuhi keinginannya namun tanpa syarat apapun , Egi tersenyum dan mengangguk .
Arsal dan Inar pun merasa lega , melihat Egi yang mulai menyalurkan kekuatannya kepada Arsil agar Arsil dapat melihat makhluk tanpa kasat mata dan dapat berkomunikasi dengan dunia lain .
Saat Arsil membuka mata Arsil melihat sosok kakaknya yang berada dihadapannya , terlihat tampan dan wajahnya sama persis dengannya .
Arsil langsung memeluk Arsal dan menangis setelah sekian lama menahan kerinduan akhirnya Arsil dapat melihat sosok Arsal yang begitu tampan walau terlihat sedikit pucat .
Arsil pun melihat keberadaan Egi yang begitu terlihat kuat juga terlihat lebih tegas namun tetap tampan .
Egi tersenyum pada Arsil dan berjabat tangan , Inar yang melihatnya sangat terharu , sampai meneteskan air mata .
Bagi Arsil hari ini hari terindah karena Arsil dapat melihat pertama kalinya sosok Arsal dengan Egi, membuatnya lebih bersemangat .
Kini mereka harus menyusun rencana untuk menghadapi makhluk yang akan menyerang mereka .
**********,
Hello reader yang budiman..
ikuti terus episode " HANDSOME GHOST "
jangan lupa like , komen , vote juga favorit ya
terima kasih...