HANDSOME GHOST

HANDSOME GHOST
Halusinasi



Sesampainya di kantor , Inar langsung menuju meja ruang kerjanya dan membuka file yang harus dikerjakannya hari ini .


Sedangkan Arsil sibuk mengolah data penting yang Arsal tinggalkan demi membangkitkan perusahaan yang hampir diujung tanduk .


Riza prihatin saat melihat banyak karyawan yang setia pada perusahaan bila nantinya mereka harus di PHK .


Inar berusaha memutar otaknya mencari ide dimana semua masalah harus terselesaikan secara tuntas dan lancar .


Riza iseng masuk ke ruangan Inar , dan berniat membantu Inar untuk menyelesaikan pekerjaannya .


Inar tidak mendengar kedatangan Riza karena Inar sedang fokus mencari solusi yang terbaik dan mengabaikan Riza .


Arsal mencari Riza untuk memastikan bahwa Amar kini sedang mengalami kesulitan dan situasi sekarang pas untuk dimanfaatkan Arsal menyerang Amar .


Namun Arsal tidak melihat keberadaan Riza , Arsal bertanya pada Arsil yang sedang sibuk didepan komputer .


Arsil pun menjawab seadanya bahwa dirinya belum melihat keberadaan Riza semenjak kedatangannya tadi .


Arsal mulai sedikit kesal dengan sikap Riza yang tidak berubah dan selalu santai saat menghadapi situasi serius .


Arsil fokus tanpa memperhatikan sikap Arsal yang lagi kesal . Arsal pun pergi meninggalkan Arsil dan mencari keberadaan Riza .


Riza hampir mendekati Inar , saat Riza lebih mendekat , Arsal tiba - tiba memecahkan gelas yang tadi di bawa Riza untuk Inar .


Inar terkejut begitu pun dengan Riza , Inar bingung dan menanyakan keberadaan Riza diruangannya , Riza sedikit tersenyum dan mengatakan kalau dirinya membuatkan minuman untuk Inar yang terlihat sibuk dan fokus tanpa menghiraukan keberadaan Riza .


Inar pun sedikit bergetar saat melihat Arsal yang sedang marah melihat Riza . Arsal sedikit memberi Riza pelajaran dengan melempar dokumen kearahnya .


Riza terkejut dan bingung , Riza pikir yang menimpuknya dengan dokumen itu kelakuan Arsal , namun saat membalikkan badannya ternyata tidak ada siapa pun .


Arsal sudah hampir hilang kesabarannya , melihat tingkah bodoh Riza yang selalu mencuri pandang pada Inar .


Inar berusaha tenang dan mencairkan suasana , dengan menyuruh Riza kembali ke ruangannya atau pergi menemui Arsil .( Arsal).


" Inar kamu lihat siapa tadi yang menimpuk saya menggunakan dokumen ini ? " tanya Riza.


" Maaf Riza , Inar ngga lihat ada orang masuk selain kamu ke ruangan ini ?" kata Inar .


Riza bingung dan sedikit kesal , akhirnya Riza mengalah untuk keluar ruangan meski pun Riza masih merasa penasaran .


Arsal tidak bisa membiarkan Riza terus menerus mengganggu Inar , dan memikirkan cara agar Inar tidak selalu bertemu Riza .


Inar tersenyum melihat tingkah Arsal yang sedang kesal dan cemburu , lebih seperti anak kecil yang sedang merajuk meminta jajan .


Inar pun menggenggam tangan Arsal agar Arsal tidak kesal , akhirnya Arsal pun luluh oleh sikap Inar .


Mereka sama - sama mengerjakan tugasnya masing - masing agar kondisi perusahaan cepat pulih .


Arsal , Arsil , Riza , Inar , dan karyawan perusahaan semuanya bekerja keras saling bahu membahu mengerjakan pekerjaannya masing - masing.


Arsal merasa bersyukur dikelilingi oleh orang - orang yang menyayangi dirinya dan mau bekerja keras membangun kembali perusahaannya yang hampir bangkrut .


Sesaat Arsal merasa sedih karena kini dirinya hanyalah sebuah bayangan dan seperti hidup dalam mimpi dan halusinasi .


Semua yang ada dihadapannya kini bagaikan mimpi yang tidak berujung , kadang suatu ketika Arsal merasa sakit bila memikirkan Inar .


Hubungannya kini terasa indah namun hanya sesaat , terasa bahagia namun tidak nyata , semuanya benar - benar seperti halusinasi yang sulit untuk dibangun secara nyata .


Arsal mulai menahan butiran air matanya yang hendak jatuh , memikirkan saat nanti dimana Arsal harus meninggalkan Inar .


Inar yang melihat sikap aneh dari Arsal , merasa sangat heran dan menghampirinya kemudian bertanya " apa yang kamu pikirkan ? "


" tidak ada saya merasa sedikit tidak rela meninggalkan peri cantik kaya kamu ." kata Arsal.


Mereka duduk bersama sambil membereskan berkas yang sempat acak - acakan .


**********


Hello , reader yang budiman


Maaf , baru UP lagi


Baru sembuh , semoga reader semua pada sehat ya.....


Jangan lupa like , komen , vote , juga favorit..


Terima kasih .