
Inar mengemudikan motornya seperti biasa , terlihat tenang dan merasa senang karena Inar memiliki teman perempuan.
Saat Inar melihat kaca spion , sosok perempuan tersebut tidak terlihat , Inar sangat terkejut namun Inar merasa penasaran , Inar menengok ke belakang , ternyata sosok perempuan tersebut tersenyum bahkan memegang pinggang Inar.
Inar pun merasakan genggaman tangannya , kemudian Inar mulai penasaran dan kembali melihat kaca spion masih sama seperti tadi yaitu tidak terlihat .
Inar mulai tidak fokus mengemudikan motor , saat berbelok dari arah yang berlawanan muncul mobil sedan mewah yang melajukan kendaraannnya dengan sangat kencang .
Sampai pada akhirnya Inar sulit menghindar dan terjadilah kecelakaan , Inar terpental namun perempuan tidak kasat mata tersebut segera menolongnya.
Saat Inar membuka matanya Inar merasa terkejut dan langsung beranjak meraba - raba dirinya sampai pada akhirnya Inar yakin bahwa dirinya baik - baik saja .
Inar langsung melihat motornya yang hancur dan melihat sosok perempuan yang sedang kebingungan mencari Inar .
Inar pun segera menyapa perempuan tersebut , dan tanpa disangka perempuan tersebut langsung memeluk Inar dengan erat .
Perempuan cantik yang mengendarai mobil mewah tersebut bernama Nie , dengan cepat memperkenalkan dirinya pada Inar .
Selain itu Nie juga meminta maaf dan berjanji akan mengganti seluruh kerugian yang disebabkan oleh dirinya sehingga terjadi kecelakaan .
Inar yang masih bengong dan sungguh terkejut mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh Nie mengenai ganti rugi dan tidak ragu meminta maaf .
Nie pastinya orang baik pikir Inar .karena Nie mau mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan tersebut .
Saat Mereka saling berpelukan tidak terasa darah keluar mengalir dari pelipisnya membuat Nie menegang seketika merasa takut terjadi sesuatu kepada Inar .
Inar pun tidak tahu bahwa dirinya terluka dibagian kepala karena tadi mungkin masih belum terasa , Inar juga mengingat bahwa kepalanya sedikit membentur tembok saat mendarat.
Tiba - tiba Inar merasa lemas dan penglihatannya buram kemudian Inar tidak sadarkan diri .
Nie yang terkejut dan ketakutan menelepon rumah sakit dan tidak lama ambulance pun datang membawa Inar dan memberi pertolongan pertama .
Sesampainya di rumah sakit Inar langsung ditangani dokter , Nie yang cemas menunggu Inar siuman .
Sedangkan perempuan tidak kasat mata tersebut mengikuti terus dan merasa sedih saat Inar harus dirawat , ternyata dirinya tidak sepenuhnya melindungi Inar .
Karena kematiannya baru satu bulan sehingga kekuatannya pun belum sempurna .
Kini bukan hanya Nie yang menunggu Inar tetapi Inar juga didampingi perempuan cantik tidak kasat mata , yang terus menangis memohon agar Inar segera siuman .
Dokter yang memeriksa Inar setelah pelipisnya dijahit agar Inar cepat siuman , harus terus ditunggu dan diberi dukungan agar Inar tidak terlalu lama pingsan .
Nie mengerti dan berterima kasih kepada dokter karena sudah membantu dan berusaha menolong Inar .
Dokter menjelaskan bahwa luka Inar tidak terlalu besar dan serius namun sobeknya lebar dan sedikit terhalang rambut jadi seperti luka besar dan serius .
Nie mengerti dan akan segera memberi dukungan dan melakukan yang terbaik bagi Inar , apapun itu seperti yang disarankan dokter.
Dokter pun tersenyum dan segera meninggalkan ruang rawat Inar dan memberikan ucapan terima kasih atas pengertian pihak pasien .
Sosok perempuan tidak kasat mata tersebut pun merasa lega karena Inar tidak mengalami luka serius dan besar yang mengakibatkan fatal pada dirinya .
Nie menghampiri Inar , kemudian menggenggam tangan Inar sambil terus mengajaknya ngobrol dan memberikan Inar semangat agar segera bangun .
*********
Penasaran.....
Ikuti terus ya episodenya...
Sahabat reader yang budiman...
Jangan lupa like , komen , vote , juga favorit..
Terima kasih...