
Arsil yang berpura - pura sebagai Arsal dengan menggandeng Inar masuk ke lobby kantor milik Arsal , dengan penuh percaya diri .
Semua orang yang melihat Arsil semuanya terkejut , selain mereka senang bos tampannya sudah kembali , mereka juga kepo dengan wanita disebelahnya yang terlihat sangat cantik.
Semua rekan kerja Arsal menyambut kedatangan Arsal penuh dengan kehangatan .
Mereka sangat merindukan bosnya walaupun mereka tahu sikap Arsal yang tegas , galak , tapi ketampanan dan bijaksananya mengalahkan sikap dingin yang ditunjukannya .
Arsal mengikuti langkah Arsil dan Inar sampai diruangan kantor Arsal , Inar merasa sedikit lega .
Kebahagiaan yang terlihat jelas oleh inar yang dipancarkan Arsal .
Harapan baru muncul saat Arsal melihat Arsil yang memerankan dirinya sebagai Arsal .
Tidak apa Arsal tidak dapat menyentuh Arsil , asalkan dapat mendengarkan dan merasakan keberadaannya saja sudah sangat senang .
******
Tidak sengaja Riza yang baru saja datang , mendengar gosip para karyawan bahwa bos mereka Arsal sudah kembali .
Tanpa pikir panjang Riza langsung berlari menuju kantor Arsal .
Riza membuka pintu kantor Arsal tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu .
Membuat Inar dan Arsil kaget , mereka pikir bukan Riza , bisa saja Amar .
Riza langsung memeluk Arsal dan menangis karena sudah sangat rindu .
Riza juga percaya bahwa Arsil adalah Arsal karena tidak ada pembeda dari keduanya .
Inar hendak memberitahu kebenarannya namun Arsal mencegah Inar untuk memberitahu Riza .
Biarkan Riza menganggap Arsil adalah Arsal , agar Riza tidak ikut larut dalam kebingungan.
Inar pun mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk mematuhi perintah Arsal .
*******
Arsil yang sudah mengetahui bahwa yang sekarang berada dihadapannya adalah Riza sahabat Arsal , maka dari itu Arsil sudah tidak terlalu terkejut .
Mereka kini duduk berhadapan seolah saling melepas rindu yang begitu terlihat jelas dimata Inar disaksikan oleh Arsal .
Arsal melihat kegelisahan yang jelas dari raut wajah Inar , entah apa yang kini Inar pikirkan .
Arsal pun pergi keluar bermaksud mencari sesuatu yang menjadi ganjal selama ini , serta udara segar agar tidak terlalu tegang .
Inar yang melihat kepergian Arsal sengaja mengikutinya dan pamit kepada Arsil dan Riza terlebih dahulu .
Arsal melihat setumpuk berkas yang ada di sebuah meja kantor tanpa penghuni .
Inar melihat Arsal berhenti di meja tersebut , kemudian Arsal duduk dan terus membuka berkas yang berupa dokumen tersebut .
Arsal terlihat seperti menahan amarah yang seakan - akan bisa meluap kapan saja tanpa tertahan .
Inar pun menghampiri Arsal , dan melihat tingkah Arsal yang sedikit canggung .
Saat Inar ingin bertanya mengenai sikap Arsal , tiba - tiba datang seseorang menghampiri Inar , orang tersebut tiada lain adalah karyawan Arsal .
Orang tersebut menyebut namanya Tedi dan menjelaskan bahwa ruang kerja tersebut dahulu milik Amar .
Namun entah apa yang terjadi sekarang Tedi tidak pernah melihat Amar datang lagi semenjak merayakan pesta kemenangan bersama Bos .
Yang saya tahu kini pak Amar berkhianat dan menjalin hubungan dengan Pak Wiryo seorang pemimpin perusahaan kompetitor .
Saya sebagai karyawan disini sangat berterima kasih kepada ibu boss yang sudah membawa kembali pak boss ke kantor untuk mengelola kembali perusahaan ini yang sempat terbengkalai .
Rumornya pak Riza pun kini putus hubungan dengan Pak Amar padahal mereka tadinya bersahabat .
Mungkin saja mereka berebut sesuatu yang akhirnya membuat mereka harus berpisah .
Inar pun tersenyum dan mengatakan terima kasih kepada Tedi yang sedang berusaha menjelaskan kepada Inar mengenai meja tersebut .
Tedi tidak melihat Arsal yang berada di meja tersebut , Tedi hanya melihat Inar saja disitu , maka dari itu Tedi berani mengatakan pada Inar yang diketahuinya .
Karena Tedi pikir Inar akan salah paham dan pergi karena berpikir bahwa meja tersebut bekas mantan pacar pak bossnya Arsal .
Inar cekikikan menahan tawa mendengar penjelasan Tedi diakhir .
Kalau saja Tedi tahu dan melihat Arsal seseorang yang sedang dibicarakannya membuat Tedi ketakutan melihatnya apalagi menjelaskan sesuatu padanya .
Bisa - bisa pak boss memecat Tedi bila melihat dan mendengar sesuatu darinya .
Arsal pun mengeluh pasrah melihat tingkah konyol Tedi , dan mengajak Inar ke taman belakang kantor .
*******
Sesampainya di taman Inar merasa begitu tenang dengan hawa sejuk yang Inar rasakan menambah suasana menjadi rileks .
Inar pun duduk dekat Arsal dibangku yang telah tersedia .
Arsal menghembuskan nafas beratnya seakan menyesali keadaan yang tengah dihadapinya sekarang .
Arsal merasa sedikit kecewa karena terlambat bertemu orang - orang yang berharga bagi dirinya .
Inar pun membuka percakapannya dengan Arsal yang sedari tadi dipendamnya .
Inar : " Arsal jelaskan kenapa kamu pergi tanpa pamit padaku ?"
Arsal : " Maaf Inar , aku hanya ingin kamu tidak terbebani oleh masalahku ."
Inar : " Sedari awal aku sudah bilang dan berjanji akan membantumu , apakah kamu tidak mempercayaiku ?"
Arsal : " Bukan seperti itu , aku hanya tidak ingin kamu berada dalam bahaya ? "
Inar : " Itu resiko yang harus kita hadapi Arsal , aku percaya bahwa kamu akan melindungi aku , bila terjadi sesuatu padaku kan ? "
Arsal : " Maaf , tetapi aku takut terjadi sesuatu padamu dan akan merugikanmu."
Inar : " Apa kamu tahu saat kamu pergi , betapa aku merindukan kamu ? "
Arsal : " Maaf ."
Inar : " aku tahu kamu tidak pernah menganggap perasaan aku , tetapi aku sangat rindu kamu , aku tahu aku bodoh ."
Arsal : " Maaf , aku tidak bermaksud menyakitimu , aku juga rindu padamu ."
Inar : " Aa..Aku kesal sama kamu , awas kalau pergi lagi tanpa pamit ."
Arsal : " baiklah bila aku pergi suatu saat nanti akan pamit terlebih dahulu padamu , maafin aku , Inar ."
Inar : " Ok , terima kasih tetapi kamu harus menepati janjimu untuk pamit ."
Arsal tersenyum sebenarnya entah apa yang terjadi sekarang pada dirinya .
Ada rasa hangat yang menjalar pada dirinya begitu cepat , yang baru dirasakannya .
"Apakah Arsal telah jatuh cinta pada Inar ?" gumamnya .
"Oh tidakkkkkk ! " teriaknya .
Arsal terkejut dengan pemikirannya yang terlalu halu baginya , karena saat ini Arsal sudah berbeda dunia dengan Inar .
Walaupun Inar dan Arsal saling mencintai tetap saja cinta mereka terhalang tembok tebal yang sangat sulit untuk dihancurkan.
Inar melihat ekspresi Arsal yang bingung , kemudian memberanikan dirinya menyentuh tangan Arsal yang begitu dingin dan menggenggamnya .
Lagi - lagi Arsal merasa terkejut dengan tingkah Inar yang semakin membuatnya tidak bisa menahan diri .
Inar meremas tangan Arsal seakan menyalurkan kehangatan yang menjalar kesemua sendi sampai Arsal tidak bisa lagi mengontrol dirinya .
Arsal menarik tubuh Inar dan menempelkan bibirnya pada bibir Inar , ada rasa hangat yang memberinya semangat untuk melakukan lebih dari hanya sekedar menempel saja .
Arsal melanjutkan aktivitas mencium bibir Inar dengan sambutan hangat yang Inar berikan membuat mereka lupa bahwa mereka saling menyukai tapi entah dari kapan .
Aktivitas tersebut berakhir dengan sebuah pelukan dan rasa suka serta saling jujur tentang perasaan mereka masing - masing.
Inar dan Arsal kini larut dengan fatamorgana Cinta yang mereka tidak sadari akan menghilang saat mereka tersadar .
**************
Hello sahabat reader yang budiman...
Ikuti terus ya new episode handsome ghost
Jangan lupa like , komen , vote , juga favorit..
Terima kasih .