HANDSOME GHOST

HANDSOME GHOST
Bucin



Sesampainya dirumah Arsal langsung istirahat dan memejamkan matanya , kemudian Arsal merasa senang , karena sudah mengungkapkan isi hatinya pada Inar .


Namun masih ada yang mengganjal dihatinya karena Arsal takut Arsil merasakan hal yang sama dengan dirinya .


Inar memang terlihat biasa tetapi sangat spesial dan makin terlihat menarik dengan rasa yang tidak biasa .


Inar memancarkan aura yang membuat orang yang melihatnya semakin tertarik.


Inar berbeda dengan serly yang manja dan sangat mementingkan penampilan , Inar yang biasa menunjukkan kesederhanaannya , tetap menarik perhatian orang - orang terdekatnya .


Seandainya Arsal masih hidup mungkin Arsal akan segera menikahinya tanpa keraguan , namun apa yang kini Arsal bisa lakukan haruskah Arsal memikirkan kembali tentang hubungannya dengan Inar .


Rasa ini benar - benar membuat Arsal sangat bahagia , Arsal kini merasakan indahnya jatuh cinta.


Arsal memejamkan matanya saat Arsil membuka pintu untuk tidur ditempat tidur yang sama .


Arsil meraba Arsal namun Arsil tidak seperti Inar yang bisa menyentuh Arsal , hanya bisa merasakan keberadaannya saja .


Arsil melihat Arsal yang sedang tertidur pulas membuat dirinya sedih , seandainya lArsal masih hidup dan berada dikamar yang sama mungkin mereka akan lebih bahagia .


Arsil pun merasa sudah mulai mengantuk dan tertidur disamping Arsal dengan tenang dan terlelap .


****


Sementara Inar sangat senang dan masih membayangkan peristiwa yang terjadi tadi siang di kantor .


Inar sangat menikmati setiap sentuhan Arsal , Inar senyum - senyum sendiri membayangkannya .


Sampai Inar tidak sadar ibunya yang sudah ada dihadapannya ." kenapa senyum - senyum sendiri ?" kata ibu .


"Siapa yang senyum - senyum bu , Inar ngantuk mau tidur ." kata Inar menahan malu .


Inar pun segera memejamkan matanya menghindari ibunya yang menyelidik tingkah aneh Inar .


Ibunya mengusap kening Inar dan membelai rambut Inar , seakan ibunya mengerti bahwa sekarang Inar sudah dewasa dan sepantasnya menjalin Cinta .


Ibunya mengira Inar menjalin hubungan dengan Arsil , karena yang selalu antar jemput Inar ya Arsil , jadi mungkin mereka pasangan kekasih .


******


Setelah menutup pintu kamar Inar , ibu menemani ayah yang masih sibuk didepan laptopnya , ayahnya menanyakan keadaan Inar , dan ibunya menjawab kalau Inar sudah tidur .


" Oh iya ayah , ternyata anak kita telah memiliki seorang kekasih lho yah ." kata ibu .


" Yang benar , siapa itu ? Riza apa Arsil ?" kata ayah penasaran .


Sebenarnya mereka berdua sama - sama tampan dan mandiri dalam berkarir tetapi Ibu lebih suka melihat Arsil .


Kalau ayah sih lebih suka melihat Riza , karena saat Inar sakit Riza yang setia menemani Inar .


Mungkin saat Inar sakit pada waktu itu belum mengenal Arsil makanya Arsil tidak datang menemaninya .


Mungkin perkataan ibu benar , Arsil baru datang ke rumah minggu ini , itu pun merupakan temannya Riza .


Bagi ibu tidak apa - apa kalau Inar lebih pilih siapa , yang penting laki - laki tersebut bisa membahagiakan Inar dan bisa bertanggung jawab saja itu sudah cukup .


Kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik buat anak kita , jangan sampai anak kita menjadi menderita dan tidak bahagia karena kita ikut campur dalam urusan asmaranya .


kedua orang tua Inar pun pergi ke kamar istirahat dan tidur , supaya besok pagi tidak bangun kesiangan dan terlambat masuk kerja .


*******


Keesokan harinya Arsal sudah bangun terlebih dahulu , seperti biasa Arsal membereskan apartemennya .


tidak lama kemudian Arsil pun bangun dan segera membereskan tempat tidur , pergi ke dapur dan memasak untuk sarapan .


Belum lama berselang waktu , Riza telah datang dan menjemputnya kemudian sedikit heran karena Riza baru tahu kalau kini Arsal bisa memasak .


Arsil tersenyum dan tidak terlalu menghiraukannya , malah terus asyik memasak , setelah selesai Arsil pun menatanya diatas meja makan .


Kemudian mengajak Riza untuk makan bersama , Riza penasaran dengan masakannya , saat mencicipinya Riza sangat terkejut karena masakannya sungguh lezat .


" sudah jangan bengong terus donk , makan ! gimana rasanya enak kan ?"kata Arsil .


" Enakkkkkk bingiiiit ." kata Riza sambil mengacungkan jempol .


" Syukurlah kalau suka ." kata Arsil .


Selesai makan Arsil melihat Arsal yang sibuk bergaya didepan cermin , Arsil tersenyum melihat kakaknya yang bucin .


Riza membantu Arsil mencuci piring , setelah selesai , Riza menunggu Arsil yang sedang mandi di ruang tengah .


Awalnya tidak terjadi apa - apa semuanya tampak normal , tetapi saat Riza ingin bercermin , Riza melihat sisir yang sedang digunakan Arsal melayang di udara .


Jelas Riza belum bisa mencerna kejadian tersebut berlari menuju ruang kamar mandi , dan mengetuk kamar mandi dengan panik .


Arsil yang sudah selesai mandi dikagetkan oleh Riza yang sudah berada didepan pintu dan sudah tampak pucat .


Riza ketakutan dengan apa yang dilihatnya barusan saat Riza hendak bercermin .


Arsil berusaha meyakinkan Riza bahwa tidak ada apa - apa dirumahnya , sisirnya juga berada ditempatnya .


" Sudah Riza jangan kaya anak kecil donk , aku harus pakai baju , biar cepat pergi ke kantor dan menyelesaikan masalah yang terjadi di kantor ." kata Arsil .


" Ok deh mungkin aku terlalu lelah dan berhalusinasi . " kata Riza .


Mereka kini telah rapih dan wangi , membuat terpesona yang melihatnya .


Arsil berharap bisa menarik perhatian Inar begitupun Arsal , apakah karena mereka kembar jadi memiliki perasaan yang sama pada orang yang sama .


Kini mereka pergi meninggalkan apartemen menuju rumah Inar untuk menjemputnya , kemudian Langsung menuju kantor setelahnya .


Didepan rumah Inar mereka disambut ayah dan ibu Inar , Arsil mendapat perlakuan istimewa dari orang tua Inar .


Itu membuat Arsal cemburu dan menerobos masuk langsung menemui Inar dan langsung memeluk Inar .


Arsal takut kalau Inar berpaling kepada Arsil adiknya , mengingat mereka bisa bebas terlihat didunia nyata saat mereka bercengkrama .


Sementara Arsal seperti berada di dunia mimpi yang suatu saat bisa terbangun dan melihat semuanya lenyap dengan mudah .


Inar mengerti perasaan Arsal dan berusaha menenangkannya , Arsal pun bersikap manja kepada Inar .


Arsil sedikit kaget melihat Arsal yang nyelonong masuk , dan langsung menemui Inar , semua itu Arsil pahami karena sekarang kakaknya sedang mengalami bucin tingkat akut .


Sesaat Inar pun turun dan segera mengajak semuanya pergi ke kantor karena hari sudah sangat siang .


Inar sedikit canggung saat berada dihadapan orang tuanya karena Inar telah digandeng Arsal tetapi kedua orang tuanya tidak tahu dan tidak melihat , ada rasa bersalah dalam hatinya .


Arsal yang mengerti dengan sikap Inar langsung meminta maaf kepada Inar atas sikapnya yang berlebihan.


Inar pun tersenyum dan mengangguk setuju , kemudian mengajak Arsil dan Riza untuk segera pergi tidak lupa pamit terlebih dahulu kepada orang tuanya .


Arsal menyuruh Inar duduk dibelakang bersamanya , namun Inar menolak permintaan Arsal , Inar tidak mau orang mencurigai keberadaannya .


Riza mengerutkan alisnya sebenarnya ada apa dengan Inar , sikapnya aneh banget , kaya orang linglung .


Akhirnya Arsal mengalah dan duduk disamping Riza sementara Inar duduk didepan disamping Arsil yang menyetir .


*******************


Hello reader , maaf ,,,,up nya lama


kemarin - kemarin sakit


jadi baru bisa UP


ikuti terus setiap episodenya ya...


jangan lupa like , komen , vote , favorit...


terima kasih🙏