
Sesampainya dirumah Arsal langsung istirahat dan memejamkan matanya , kemudian Arsal merasa senang , karena sudah mengungkapkan isi hatinya pada Inar .
Namun masih ada yang mengganjal dihatinya karena Arsal takut Arsil merasakan hal yang sama dengan dirinya .
Inar memang terlihat biasa tetapi sangat spesial dan makin terlihat menarik dengan rasa yang tidak biasa .
Inar memancarkan aura yang membuat orang yang melihatnya semakin tertarik.
Inar berbeda dengan serly yang manja dan sangat mementingkan penampilan , Inar yang biasa menunjukkan kesederhanaannya , tetap menarik perhatian orang - orang terdekatnya .
Seandainya Arsal masih hidup mungkin Arsal akan segera menikahinya tanpa keraguan , namun apa yang kini Arsal bisa lakukan haruskah Arsal memikirkan kembali tentang hubungannya dengan Inar .
Rasa ini benar - benar membuat Arsal sangat bahagia , Arsal kini merasakan indahnya jatuh cinta.
Arsal memejamkan matanya saat Arsil membuka pintu untuk tidur ditempat tidur yang sama .
Arsil meraba Arsal namun Arsil tidak seperti Inar yang bisa menyentuh Arsal , hanya bisa merasakan keberadaannya saja .
Arsil melihat Arsal yang sedang tertidur pulas membuat dirinya sedih , seandainya lArsal masih hidup dan berada dikamar yang sama mungkin mereka akan lebih bahagia .
Arsil pun merasa sudah mulai mengantuk dan tertidur disamping Arsal dengan tenang dan terlelap .
****
Sementara Inar sangat senang dan masih membayangkan peristiwa yang terjadi tadi siang di kantor .
Inar sangat menikmati setiap sentuhan Arsal , Inar senyum - senyum sendiri membayangkannya .
Sampai Inar tidak sadar ibunya yang sudah ada dihadapannya ." kenapa senyum - senyum sendiri ?" kata ibu .
"Siapa yang senyum - senyum bu , Inar ngantuk mau tidur ." kata Inar menahan malu .
Inar pun segera memejamkan matanya menghindari ibunya yang menyelidik tingkah aneh Inar .
Ibunya mengusap kening Inar dan membelai rambut Inar , seakan ibunya mengerti bahwa sekarang Inar sudah dewasa dan sepantasnya menjalin Cinta .
Ibunya mengira Inar menjalin hubungan dengan Arsil , karena yang selalu antar jemput Inar ya Arsil , jadi mungkin mereka pasangan kekasih .
******
Setelah menutup pintu kamar Inar , ibu menemani ayah yang masih sibuk didepan laptopnya , ayahnya menanyakan keadaan Inar , dan ibunya menjawab kalau Inar sudah tidur .
" Oh iya ayah , ternyata anak kita telah memiliki seorang kekasih lho yah ." kata ibu .
" Yang benar , siapa itu ? Riza apa Arsil ?" kata ayah penasaran .
Sebenarnya mereka berdua sama - sama tampan dan mandiri dalam berkarir tetapi Ibu lebih suka melihat Arsil .
Kalau ayah sih lebih suka melihat Riza , karena saat Inar sakit Riza yang setia menemani Inar .
Mungkin saat Inar sakit pada waktu itu belum mengenal Arsil makanya Arsil tidak datang menemaninya .
Mungkin perkataan ibu benar , Arsil baru datang ke rumah minggu ini , itu pun merupakan temannya Riza .
Bagi ibu tidak apa - apa kalau Inar lebih pilih siapa , yang penting laki - laki tersebut bisa membahagiakan Inar dan bisa bertanggung jawab saja itu sudah cukup .
Kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik buat anak kita , jangan sampai anak kita menjadi menderita dan tidak bahagia karena kita ikut campur dalam urusan asmaranya .
kedua orang tua Inar pun pergi ke kamar istirahat dan tidur , supaya besok pagi tidak bangun kesiangan dan terlambat masuk kerja .
*******
Keesokan harinya Arsal sudah bangun terlebih dahulu , seperti biasa Arsal membereskan apartemennya .
tidak lama kemudian Arsil pun bangun dan segera membereskan tempat tidur , pergi ke dapur dan memasak untuk sarapan .
Belum lama berselang waktu , Riza telah datang dan menjemputnya kemudian sedikit heran karena Riza baru tahu kalau kini Arsal bisa memasak .
Arsil tersenyum dan tidak terlalu menghiraukannya , malah terus asyik memasak , setelah selesai Arsil pun menatanya diatas meja makan .
Kemudian mengajak Riza untuk makan bersama , Riza penasaran dengan masakannya , saat mencicipinya Riza sangat terkejut karena masakannya sungguh lezat .
" sudah jangan bengong terus donk , makan ! gimana rasanya enak kan ?"kata Arsil .
" Enakkkkkk bingiiiit ." kata Riza sambil mengacungkan jempol .
" Syukurlah kalau suka ." kata Arsil .
Selesai makan Arsil melihat Arsal yang sibuk bergaya didepan cermin , Arsil tersenyum melihat kakaknya yang bucin .
Riza membantu Arsil mencuci piring , setelah selesai , Riza menunggu Arsil yang sedang mandi di ruang tengah .
Awalnya tidak terjadi apa - apa semuanya tampak normal , tetapi saat Riza ingin bercermin , Riza melihat sisir yang sedang digunakan Arsal melayang di udara .
Jelas Riza belum bisa mencerna kejadian tersebut berlari menuju ruang kamar mandi , dan mengetuk kamar mandi dengan panik .
Arsil yang sudah selesai mandi dikagetkan oleh Riza yang sudah berada didepan pintu dan sudah tampak pucat .
Riza ketakutan dengan apa yang dilihatnya barusan saat Riza hendak bercermin .
Arsil berusaha meyakinkan Riza bahwa tidak ada apa - apa dirumahnya , sisirnya juga berada ditempatnya .
" Sudah Riza jangan kaya anak kecil donk , aku harus pakai baju , biar cepat pergi ke kantor dan menyelesaikan masalah yang terjadi di kantor ." kata Arsil .
" Ok deh mungkin aku terlalu lelah dan berhalusinasi . " kata Riza .
Mereka kini telah rapih dan wangi , membuat terpesona yang melihatnya .
Arsil berharap bisa menarik perhatian Inar begitupun Arsal , apakah karena mereka kembar jadi memiliki perasaan yang sama pada orang yang sama .
Kini mereka pergi meninggalkan apartemen menuju rumah Inar untuk menjemputnya , kemudian Langsung menuju kantor setelahnya .
Didepan rumah Inar mereka disambut ayah dan ibu Inar , Arsil mendapat perlakuan istimewa dari orang tua Inar .
Itu membuat Arsal cemburu dan menerobos masuk langsung menemui Inar dan langsung memeluk Inar .
Arsal takut kalau Inar berpaling kepada Arsil adiknya , mengingat mereka bisa bebas terlihat didunia nyata saat mereka bercengkrama .
Sementara Arsal seperti berada di dunia mimpi yang suatu saat bisa terbangun dan melihat semuanya lenyap dengan mudah .
Inar mengerti perasaan Arsal dan berusaha menenangkannya , Arsal pun bersikap manja kepada Inar .
Arsil sedikit kaget melihat Arsal yang nyelonong masuk , dan langsung menemui Inar , semua itu Arsil pahami karena sekarang kakaknya sedang mengalami bucin tingkat akut .
Sesaat Inar pun turun dan segera mengajak semuanya pergi ke kantor karena hari sudah sangat siang .
Inar sedikit canggung saat berada dihadapan orang tuanya karena Inar telah digandeng Arsal tetapi kedua orang tuanya tidak tahu dan tidak melihat , ada rasa bersalah dalam hatinya .
Arsal yang mengerti dengan sikap Inar langsung meminta maaf kepada Inar atas sikapnya yang berlebihan.
Inar pun tersenyum dan mengangguk setuju , kemudian mengajak Arsil dan Riza untuk segera pergi tidak lupa pamit terlebih dahulu kepada orang tuanya .
Arsal menyuruh Inar duduk dibelakang bersamanya , namun Inar menolak permintaan Arsal , Inar tidak mau orang mencurigai keberadaannya .
Riza mengerutkan alisnya sebenarnya ada apa dengan Inar , sikapnya aneh banget , kaya orang linglung .
Akhirnya Arsal mengalah dan duduk disamping Riza sementara Inar duduk didepan disamping Arsil yang menyetir .
*******************
Hello reader , maaf ,,,,up nya lama
kemarin - kemarin sakit
jadi baru bisa UP
ikuti terus setiap episodenya ya...
jangan lupa like , komen , vote , favorit...
terima kasih🙏