
Arsal mengikuti ibu dan Arsil ke tempat tinggal mereka , tempat yang sederhana namun terlihat hangat .
kehidupan Arsil membuat Arsal kagum , walaupun ibunya hanya memiliki toko bunga namun Arsil bisa berkecukupan dan kuliah lulus dibidang Art education .
Arsal sangat terharu melihat kasih sayang antara Arsil dan ibunya , sementara Arsal dan Ayahnya selalu sibuk dengan pekerjaan .
Arsal tidak merasakan kehangatan seperti yang didapat Arsil .
Seandainya kalau boleh memilih Arsal hanya ingin hidup sederhana tetapi penuh dengan kehangatan keluarga .
Di bandingkan bergelimang harta namun tidak ada sedikit pun kehangatan dalam keluarga seperti yang dialaminya .
******
Arsil mengantar ibu ke kamar untuk beristirahat dan memberinya obat pusing serta membaringkannya ditempat tidur .
Tidak lama ibu pun tertidur efek dari obat pusing tersebut , sudah lama ibu mengidap penyakit hipertensi .
Arsil segera beranjak dengan pelan dan meninggalkan ibunya yang telah tertidur .
Sedikit kepikiran bagaimana bisa ko ibunya berada dipinggir jalan sementara dijalan tersebut tidak terlihat satu orang pun melintas .
Sebenarnya apa yang telah ibunya alami , sampai harus pergi ke tempat yang tidak pernah dikunjunginya .
Arsil terus memikirkan kejadian yang telah terjadi barusan , yang membuatnya merasa sedikit janggal .
Sedangkan Arsal yang dari tadi memperhatikan dan memahami perasaan Arsil ingin sekali menjelaskannya kepada Arsil namun bingung bagaimana cara menyampaikannya .
Arsal mencoba berusaha mengerahkan semua tenaga dan kekuatannya agar Arsal dapat menyentuh Arsil walaupun hanya menyentuh tanpa melihat wujudnya .
Melihat Arsil yang terus berfikir dan membuatnya lelah , Arsil pun sedikit khawatir dengan kondisinya .
Melihat Arsil yang perkerjaannya terhitung tidak mudah , karena sebagai public figur , kemana pun Arsil pergi akan dipenuhi gosip .
Arsil juga sebisa mungkin harus menghindari skandal yang terjadi pada dirinya .
Kegundahan Arsal semakin meningkat saat melihat ibunya yang sudah lanjut usia dan harus selalu didampingi Arsil , sementara Arsil pun harus syuting kejar tayang .
Dilema yang dirasakan Arsil pernah terjadi kepadanya saat ayah sedang sakit dan Arsal harus menghadiri rapat penting yang tidak bisa diwakilkannya .
Menahan beban pikiran yang menjadikan Arsil gelisah membuatnya lelah dan tertidur disofa ruang tengah .
Arsal menghampirinya , membelai rambut saudara kembarnya , mencoba untuk menggenggam tangannya .
Saat Arsal menggenggam tangannya Arsal merasa senang dan bersemangat karena Arsal dapat menyentuhnya .
Arsal memeluk Arsil dengan nyata dapat menyentuhnya sampai - sampai Arsil terbangun dan membuka matanya kebingungan .
Arsal pun terus memeluknya melepaskan rasa rindu kepada saudara kembar yang baru ditemuinya setelah sekian lama terpisah .
Arsil sedikit takut karena Arsil merasakan dirinya dipeluk namun tidak melihat seseorang memeluknya .
Saat Arsil hendak bangun Arsil tidak dapat bergerak karena tubuhnya terkunci pelukan Arsal .
Arsal pun melihat kepanikan Arsil yang membuatnya segera melepaskan pelukan agar Arsil dapat bernafas lega .
Arsil terus bertanya - tanya dan heran dengan apa yang barusan terjadi .
Di rumahnya yang sudah lama ditinggali bersama ibunya tidak sama sekali pernah terjadi hal - hal yang aneh , selama bertahun - tahun .
Arsil juga sudah curiga saat ibunya mengatakan hal aneh disamping jalan tadi , sekarang Arsil pun merasakan keanehan tersebut .
Arsil segera berlutut dan menutup kedua tangannya sambil memohon agar mahkluk halus yang berada disekitarnya tidak mengganggu dirinya dan ibunya .
Arsil juga meminta maaf bila ibu dan dirinya telah membuat mahluk halus tersebut merasa terganggu atas kehadirannya saat melintas jalan tersebut .
Arsal yang melihat tingkah konyol Arsil menertawakan dan membuatnya geli sampai tertawa terbahak - bahak .
Arsal pun menghampiri Arsil dan mencoba mengatakan sesuatu dan berharap Arsil mendengar ucapan Arsal .
Arsal mengatakan bahwa Arsil tidak usah meminta maaf apalagi memohon karena Arsil dan ibunya tidak bersalah .
Mendengar suara yang misterius membuat Arsil sedikit ketakutan dan bergetar ingin sekali beranjak namun kakinya terasa berat .
Tapi kejadiannya tidak sepenuhnya sesuai keinginan Arsal karena ternyata Arsil seorang penakut sampai harus ketakutan mendengar ucapannya .
Arsal sedikit pelan menjelaskan kepada Arsil yang sudah sedikit merasa tenang , Arsal menyentuh Arsil dan membantunya berdiri kemudian duduk kembali disofa .
Arsil pun menuruti semua yang dilakukan Arsal dalam kebingungannya disertai rasa takut yang mulai sedikit berkurang .
Arsal menyuruh Arsil untuk pergi ke kamarnya karena Arsal tidak mau saat sedang menjelaskan tiba - tiba ibu terbangun dan mengejutkannya .
Arsil pun menuruti permintaan Arsal yang memang masuk akal .
Ibunya bisa pingsan bila melihat dirinya berbicara sendiri tanpa ada lawan bicaranya walaupun Arsil bisa berbohong dengan alasan belajar acting , tetap saja tidak masuk akal .
*******
Didalam kamar Arsil duduk dengan rasa penuh penasaran .
Sedangkan Arsal sudah duduk dengan tenang dan akan menjelaskan kepada Arsil mengenai dirinya .
Penjelasan Arsal.........
Arsil perkenalkan saya Arsal dari kota lama anaknya Ir. joe Rahadian dari Rahadian Group , perusahaan terbesar di kota lama .
Dikota lama Arsal bekerja sebagai senior desainer interior yang cukup terkenal dan memiliki team work sekaligus sahabat Riza dan Amar .
Namun Amar sedikit memiliki ambisi yang membuatnya serakah dan menjatuhkan perusahaan miliknya mengalami kebangkrutan dan membuat ayahnya sedikit shock dan mengalami serangan jantung .
Ayah Arsal merupakan Ayah Arsil juga karena kita adalah saudara kembar yang harus terpisah karena perceraian kedua orang tua kita .
Setelah beberapa hari Ayah dirawat di Rumah sakit akhirnya ayah menyerah dan memilih meninggalkan Arsal dengan semua aset dan kekayaan miliknya atas nama Arsal dan Arsil .
Dalam keadaan Arsal yang berduka dan terpuruk Arsal mencoba bangkit dan berusaha membuatnya stabil .
Dengan kerja keras yang Arsal lakukan akhirnya Arsal dapat menstabilkan kembali perusahaan milik keluarganya di kota lama .
Namun Arsal tidak mengetahui niat jahat Amar yang menipu dirinya dengan status sahabat .
Amar mengajaknya pergi ke cafe merayakan keberhasilannya bersama Riza .
Tanpa pikir panjang Arsal pun pergi menemuinya dan tanpa berprasangka buruk Arsal mencicipi hidangan yang telah dipesan Amar .
Arsal tidak ingat lagi setelah memakan hidangan tersebut .
Saat Arsal membuka matanya Arsal sudah berada di taman dan bertemu gadis polos yang hendak menghafal untuk tes pegawai negeri bernama Inar .
Setelah itu Arsal selalu mengikuti Inar karena Arsal bingung tidak memiliki tempat tujuan sementara hanya Inar yang bisa disentuh dan diajak berkomunikasi .
Arsal pun akhirnya meninggalkan Inar karena Arsal tidak ingin melibatkan Inar dalam bahaya dan bergegas mencari Arsil dan ibunya ke kota Baru .
Penjelasan berakhir......
Arsal menjelaskan semua kejadiannya sambil terus meneteskan air mata dan kemudian mengalir menyusuri pipinya yang mulus .
Arsil pun ikut menangis dan ingin memeluk Arsal , Arsal menyentuh tangan Arsil memberinya petunjuk agar Arsil tahu keberadaan Arsal .
Setelah mengetahui keberadaan Arsal , akhirnya Arsil pun memeluk Arsal dengan rasa rindu yang menyayat hati .
Akhirnya mereka sepakat untuk saling membantu dan menguatkan serta mencari solusi untuk membuka kasus yang menimpa Arsal secara adil .
***********************
makin penasarankan......
ikuti terus episode selanjutnya...
Sahabat reader yang budiman....
jangan lupa like , komen , vote , juga favorit ya..
terima kasih...