
Arsil mencoba untuk mengetuk pintu kamar Inar beberapa kali . Lama - kelamaan Inar pun merasa sedikit luluh dan membuka pintu kamarnya. setelah kamar terbuka Inar sedikit terkejut melihat keberadaan Arsil yang sudah tersenyum didepan pintu .
Spontan Inar pun memeluk Arsil namun tidak lama setelah itu Inar jatuh pingsan . Sontak Arsil kaget dan langsung menggendong Inar keatas kasur , lalu memanggil ibunya Inar .
Sambil terburu - buru bu Yanti mengambil air dan minyak kayu putih karena panik mendengar anak semata wayangnya pingsan .
Arsil langsung menghubungi dokter , dan Arsal , tidak lama setelah Arsil menghubungi Arsal dokter pun datang kemudian memeriksakan keadaan Inar .
Inar mengalami dehidrasi dan lambung , dokter menyarankan agar Inar mengisi perutnya serta istirahat yang cukup untuk sementara tidak boleh banyak berfikir dulu .
Inar masih terpejam dan belum sadar , tetapi dokter mengatakan kalau Inar akan segera sadar , dan menyarankan kepada bu Yanti agar Inar diberi makanan yang lembut agar ususnya tidak terluka .
Arsal langsung pergi dengan terburu - buru meninggalkan pekerjaannya dan khawatir pada Inar mendengar pingsan dari Arsil .
Sesampainya di kamar Inar , Arsal melihat Inar sangat pucat dengan badan yang terlihat lebih kurus , sakit hati Arsal melihatnya .
Arsal menitikkan air matanya tetapi Arsal menahannya untuk tidak membuat keributan ditengah - tengah kepanikan keluarga Inar .
Arsal melihat ibunya Inar yang selalu memberi harapan kepada Arsil dan selalu memintanya untuk menjaga Inar ,membuat Arsal cemburu .
Arsal sangat kesal ingin sekali menemui ibunya dan mengatakan kalau dialah yang menjadi kekasihnya Inar .
Namun apalah daya kenyataannya Arsal hanya sebuah bayangan yang tidak terlihat bahkan dirasakan keberadaannya , hanya Arsillah yang terlihat nyata dan dapat membuat kedua orang tua Inar bahagia .
Arsil melihat wajah Arsal yang kusut langsung meminta izin keluar untuk mengambil minum , padahal Arsil bermaksud menemui Arsal .
Arsil tidak enak hati pada Arsal yang mendapat perlakuan yang istimewa dari keluarga Inar terutama ibunya .
Arsil pun menghampiri Arsal dan mendekatinya untuk meminta maaf atas sikapnya yang mungkin membuatnya terluka .
Dengan penuh rasa khawatir , panik dan terburu - buru membuat Arsil lupa bahwa seharusnya tidak ikut campur pada urusan tentang hubungan antara Inar dan saudara kembarnya .
Arsil menyesali prilakunya yang sudah melangkahi kakaknya dan masuk ke dalam masalah yang rumit.
Kini nasi telah menjadi bubur , Arsil menyesal pun sudah terlambat karena kini keluarga Inar telah mengira bahwa Arsillah pendamping yang cocok untuk Inar .
Arsal pun menjelaskan kepada Arsil bahwa dirinya telah putus dengan Inar dan kini Inar mengalami kekecewaan yang mendalam pada Arsal .
Inar yang sudah sadar sejak tadi langsung terduduk lemas saat Arsal mengatakan putus dengan hanya sebelah pihak saja membuatnya sakit hati dan kini membenci Arsal .
Padahal dalam hatinya Inar sangat mencintai Arsal dalam keadaan apapun dan bagaimana pun Inar akan berusaha memperjuangkan cintanya demi Arsal .
Namun kini Inar mendengar kata putus dari Arsal membuatnya sakit hati dan kecewa pada Arsal karena Inar merasa perjuangannya kini hanya sia - sia .
Inar pun kembali ke kamarnya dan menutup pintu serta menguncinya dari dalam . Inar hanya ingin sendiri dan menangis meluapkan emosinya yang selama ini terpendam .
Inar tidak peduli walaupun ayah dan ibunya mengetuk pintu kamarnya berkali - kali begitu pun dengan Arsil .
Arsal yang melihat kejadian tersebut memutuskan untuk pergi dan meninggalkan kediaman Inar karena Arsal tidak ingin memberi harapan palsu kepada Inar mengenai hubungannya .
Walaupun dengan berat hati sambil menangis Arsal nekad meninggalkan Inar dan pergi menjauh dari Inar .
**********
Hello,,,,
Apa kabar sahabat reader yang budiman?
Mudah - mudahan reader selalu sehat ..
Ikuti terus kelanjutannya ya..
Jangan lupa like , komen , vote , juga favorit..
Biar nambah semangat author ..
Terima kasih....