
Satu minggu kemudian....
Inar telah sembuh total dan melakukan aktivitas seperti biasa , berolah raga , membantu memasak di dapur bersama bu Yanti , kadang menemani ayah bercanda diwaktu senggang .
Inar sedikit jenuh saat menunggu gelar masternya diresmikan , maka dari itu Inar mencoba menghibur diri melakukan aktivitasnya secara freelance.
Dulu ibunya Inar , selalu memaksa Inar menjadi pegawai negeri , namun sekarang bu Yanti sudah menerima keputusan Inar bekerja dimana saja yang penting Inar bertanggung jawab .
Inar sempat merasa depresi saat Inar harus memaksakan kehendak bu Yanti yang menginginkannya menjadi pegawai negeri .
Sementara Inar menginginkan menjadi seorang desainer ternama sesuai kuliah master yang diampunya .
Desainer textil memang jarang dikenal orang namun Inar berfikir untuk membuka usaha dan menciptakan karya yang kreatif dan inofatif .
Selain menjadi pencipta karya , Inar juga ingin membuka lapangan kerja bagi para desainer yang masih belum memiliki tempat dan tujuan yang menampungnya .
Kini Inar merasa lega karena tidak harus ngumpet dan lari lagi saat dirinya harus berfikir dan mencipta karya .
Bu Yanti dan pak Rama sangat mendukung saat mengetahui jurusan dan keahlian yang diampu oleh Inar .
Tinggal menunggu hari Inar akan mencapai gelar master .
Sebelum Inar , sibuk dengan aktivitasnya , Inar ingin mencari Arsal terlebih dahulu .
Arsal sangat berarti bagi Inar , karena Arsal telah membantunya menjaga saat Inar berada didunia lain .
Inar juga sudah berjanji membantu Arsal untuk mencari keluarganya .
Dengan semangat Inar juga meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk keluar rumah dan pulang sebelum makan malam .
Kedua orang tua Inar pun menyetujuinya dan mengingatkan Inar agar selalu berhati - hati .
Bu Yanti khawatir Inar akan merasa lelah dan kembali sakit lagi dan membuat semua menjadi sedih .
Inar pun menghampiri bu Yanti dan memeluknya serta menenangkan bu Yanti , dengan mengatakan bahwa Inar akan baik - baik saja .
Inar pun bergegas mandi dan berjalan menuju kamarnya untuk bersiap .
Tiba - tiba terdengar suara bel berbunyi , bi Mira segera membukakan pintu , ternyata sudah berdiri Riza dihadapan bi Mira .
Visual Riza
Bi Mira sungguh kaget dan terdiam melihat Riza yang sangat tampan .
Riza pun menanyakan Inar kepada bi Mira , perkataan Riza membuat bi Mira tersadar dan menyuruhnya untuk masuk dan menunggu .
Sedangkan bi Mira pergi untuk memanggil Inar .
Pak Rama yang sedang bersantai kemudian menemui Riza dan mengajaknya ngobrol .
Saat Riza asyik ditemani pak Rama , Inar pun datang ditemani bu Yanti menghampiri Riza dan pak Rama .
Riza terkejut dan terpesona melihat kecantikan Inar yang terlihat sedikit berbeda dengan gaya rambutnya .
visual Inar
Riza sampai tidak berkedip saking terpanah melihat Inar .
Inar merasa canggung karena tingkah Riza , bu Yanti dan Pak Rama tersenyum dan mengizinkan mereka pergi berdua .
Riza sangat senang karena pak Rama dan bu Yanti sungguh ramah dan mengizinkan anaknya pergi dengannya .
***********
Mereka pergi untuk mencari Arsal , Inar mengajak Riza ke Apartemen Arsal , dan mencari petunjuk keberadaan Arsal sekarang .
Riza mencari dokumen tentang keluarganya ditempat kerja , sedangkan Inar mencari dokumen tentang keluarganya di kamar Arsal .
Mereka sibuk mencari dokumen tentang keluarga Arsal , ke semua tempat yang ada di Apartemen Arsal .
Saat sudah merasa sangat lelah , Inar melihat secarik kertas yang dilipat disebuah album milik keluarga Arsal .
Inar pun segera beranjak dan bergegas melihatnya , benar saja kertas tersebut menunjukkan alamat keluarga Arsal di kota baru .
Inar berteriak saking senangnya , Riza pun ikut senang dan menghampiri Inar serta melihat alamat yang tertera di kertas tersebut .
Riza tahu alamat tersebut , namun jarak antara kota lama ke kota baru membutuhkan waktu yang cukup lama .
Maka dari itu mereka harus pulang terlebih dahulu mempersiapkan kepergiannya dan meminta izin kepada kedua orang tua mereka masing - masing .
Setelah mereka selesai , Riza pun segera mengantarkan Inar ke rumahnya dan segera pamit kepada orang tua Inar dan meminta Izin mengajak Inar ke kota baru .
Dengan alasan Riza membutuhkan desainer textil diperusahaannya yang berada di kota baru .
********
Sementara keberadaan Arsal .....
Sesampainya di kota baru Arsal mengingat alamat yang dulu pernah diberikan ayahnya sebelum meninggal .
Arsal melihat seorang ibu yang hampir terserempet motor karena terjatuh .
Arsal segera menolongnya dan menggendong ibu tersebut ke samping jalan .
Ibunya bingung dan melihat ke sekeliling jalan , bahwa dirinya selamat dan kini berada di samping jalan .
Namun tidak melihat seorang pun berada disana , padahal ibu tersebut ingat bahwa dirinya seperti digendong seseoarang ke samping jalan .
Arsal senang melihat ibu tersebut baik - baik saja , walaupun ada sedikit rasa rindu sedari kecil tidak pernah melihat ibunya .
Ibu tersebut sama sekali tidak melihat keberadaan Arsal yang ada dihadapannya .
Arsal tidak merasa sedih , hanya saja Arsal merasa sedikit berat untuk meninggalkan ibu tersebut sendirian , maka dari itu Arsal sedikit lebih lama menunggu ibu tersebut sampai dijemput anaknya .
Ibu tersebut mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi anaknya .
Sesaat Arsal menunggu di samping ibu tersebut , saking hangat dan lembutnya tubuh si ibu , Arsal sampai tertidur .
Tiba - tiba terdengar suara lelaki muda yang menghampiri ibu tersebut , Arsal pun terbangun karena suara lelaki tersebut yang khawatir sampai sedikit berteriak , saat melihat ibunya yang kini duduk dibangku taman dekat jalan .
Betapa kagetnya saat Arsal melihat lelaki tampan yang ada dihadapannya yang merupakan anak ibu tersebut.
Lelaki tampan yang ada dihadapannya kini merupakan fotocopian dirinya , bagai bercermin , Arsal sungguh tidak percaya .
visual Arsil
Berhari - hari Arsal mencari keberadaan keluarganya tanpa disadari kini ada dihadapannya , sungguh tidak mengira sedikit pun .
Arsal beranjak , tubuh Arsal bergetar , mendekati dan menghampiri sosok lelaki yang tiada lain adalah Arsil saudara kembarnya .
Arsal pun meraba tubuh Arsil dan memeluknya , Arsil merasa terkejut , karena Arsil merasa ada yang memeluknya .
Ibunya langsung menyadarkan Arsil yang sempat terlihat bengong .
Arsil pun tersenyum dan memeluk ibunya serta membujuknya untuk segera pulang .
Arsal meneteskan air matanya dan memeluk ibunya , ibunya tersenyum samar , membuat Arsil pun sedikit menanyakan tingkah ibunya .
Mereka segera masuk mobil dan Arsil segera meninggalkan taman tersebut , menuju rumahnya .
Arsil menanyakan kepergian ibunya dari rumah sehingga sampai harus berada di taman kota samping jalan .
Ibunya menjelaskan akan pergi ke pusat kota setidaknya mencari hiburan , karena merasa bosan berada di rumah terus .
Namun saat hendak menyebrang mendadak kepalanya pusing dan hampir terserempet motor .
Namun anehnya seperti ada seseorang yang menggendong dirinya ke samping jalan menghindari motor , dan terhindar dari bahaya , namun saat tersadar tidak ada seorang pun disana .
Arsil mendadak menginjak rem , dan menghentikan mobilnya kemudian memeluk ibunya .
Arsil khawatir mendengar cerita ibunya , takut terjadi apa - apa pada ibunya disaat dirinya bekerja .
Namun ibunya segera menenangkan Arsil dan menjelaskan bahwa dirinya tidak apa - apa .
Arsal merasa terharu melihat keluarganya saling menyayangi dan begitu saling perhatian .
Betapa terlihat bahagianya mereka , seandainya Arsal masih hidup dan bertemu mereka , akan sangat bahagia .
*********
happy reading...
hello sahabat reader yang budiman..
ikuti terus episode handsome ghost ya..
jangan lupa like , komen , vote , favorit ya
**** terima kasih ****