HANDSOME GHOST

HANDSOME GHOST
Kasat Mata



Pagi begitu cerah Inar langsung menghirup udara segar dan hangat yang masuk ke dalam tubuhnya .


Inar tersenyum menyambut aktivitas hari ini dengan penuh semangat , kemudian memulai aktivitasnya dengan membereskan tempat tidur terlebih dahulu kemudian melakukan aktivitasnya yang sering dilakukan pada pagi hari.


Setelah selesai semua Inar bersiap dan menunggu Arsal , Arsil , dan Riza di meja makan , tidak lama kemudian mereka segera datang dan makan bersama.


Arsal harus segera pergi terlebih dahulu untuk menyelesaikan tugas yang harus diselesaikannya bersama Egi mengenai kasus yang tidak dapat diraba dengan kasat mata.


Inar dan Arsil pun memahaminya serta memberikan dukungan kepada Arsal agar Arsal lancar menyelesaikan tugasnya bersama Egi dan bisa kembali dengan selamat .


Arsil sedikit merasa sedih saat harus jauh bersama Arsal namun tidak boleh egois , Arsal punya tugas yang harus diselesaikannya didunia yang berbeda dengan dirinya .


Riza merasa aneh saja , saat melihat reaksi Arsil dan Inar seperti sedang berbincang ke arah yang sama yang berada di seberang dirinya , Riza merasa sedikit merinding .


Tanpa rasa malu Riza bertanya kepada Inar .


Riza :" Inar sebenarnya Arsal ( Arsil ) berbincang dengan siapa seolah bukan denganku melainkan kursi kosong disebelahku ?"


Inar :" Tenang saja Arsal ( Arsil ) Sedang belajar acting , mungkin profesi barunya , sambil tersenyum."


Riza :" Aku serius malah dijawab dengan candaan , serem tahu !


Riza cemberut , Inar yang memberi kode pada Arsil langsung ditanggapi Arsil dan segera menjelaskannya pada Riza.


Mereka semua lupa bahwa Riza tidak merasakan keberadaan Arsal dan menganggap diri Arsil adalah Arsal .


Inar beranjak dari tempat duduknya mengantar kepergian Arsal mereka saling berpelukan dan melepas kepergian Arsal .


Sedangkan Arsil dan Riza bersiap hendak pergi ke kantor . Hari ini Arsil menyuruh Inar untuk tidak pergi ke kantor , maka dari itu Inar ingin berjalan - jalan sebentar dan hendak bersiap .


Akhirnya mereka pun keluar apartemen dan berpisah ditempat parkir menuju tempat tujuannya masing - masing.


******


Inar duduk di taman dimana Inar pertama kali merasakan kehadiran Arsal , sampai harus merasa ketakutan hingga pingsan .


Tetapi lama kelamaan semakin terbiasa hidup berdampingan dengannya , bahkan merasa kesepian saat Arsal tidak berada disisinya .


Arsil memang memiliki wajah yang sama , bahkan Arsil merupakan adiknya Arsal namun perasaannya Inar terhadap Arsil berbeda dengan Arsal.


Saat sedang sendiri Inar melihat sosok perempuan yang cantik sedang menangis sendiri , wajahnya terlihat sedikit pucat .


Sosok perempuan cantik tersebut mengatakan bahwa dirinya merasa kecewa dengan pacarnya yang telah berselingkuh dan meninggalkannya dengan cara yang tidak biasa .


Inar langsung menggenggam tangan perempuan tersebut yang merasa sedikit terasa dingin , dan tangannya terlihat pucat .


Melihat sosok perempuan tersebut mengingatkan Inar kepada Arsal dimana saat pertama kali bertemu dengan Arsal sama dengan bertemu sosok perempuan cantik ini .


Inar mengajak perempuan tersebut beranjak dan menikmati taman dengan jalan - jalan sambil ngobrol .


Perempuan tersebut pun setuju dan langsung tersenyum mengikuti saran dari Inar .


Sambil berjalan Inar sesekali tersenyum saat mengajak perempuan tersebut bercanda , namun keceriaan Inar bersama sosok tersebut dianggap gila oleh orang - orang yang melihat Inar .


Inar tidak sadar bahwa sosok perempuan tersebut merupakan makhluk halus tidak kasat mata .


Seperti biasa Inar selalu merasa cuek terhadap orang dilingkungan sekitarnya , dan Inar tidak terlalu memikirkan mereka.


Sosok perempuan tidak kasar mata tersebut merasa sedikit tenang dan nyaman berada didekat Inar .


Harapannya mulai muncul saat bertemu Inar , mungkin kedepannya Inar bisa membantunya untuk membalas rasa sakit hatinya yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri yang telah menghamilinya bahkan kini tega membunuhnya .


Saat ini Inar belum tahu bahwa sosok perempuan tersebut merupakan sosok perempuan yang hanya bisa dilihat oleh dirinya , dan merupakan korban pembunuhan .


Namun sosok perempuan tersebut tidak akan pernah menunjukan wajah seramnya kepada Inar dan akan selalu menemani Inar.


Inar menggenggam tangan perempuan tersebut dan mengajaknya berkeliling dan meninggalkan taman menggunakan motor yang digunakan olehnya.


****************


Hello reader...


happy reading...


Ikuti terus ya new episodenya...


Jangan lupa like , komen , vote , juga favorit..


Terima kasih