GHASSAN

GHASSAN
EPILOG



Pada akhirnya semua berjalan mengikuti alur takdir. Siapa sangka orang yang selalu berada di dekat kita, justru menjadi jodoh kita. Sama halnya seperti ia dan istrinya, berada di satu lingkup pertemanan.


Selama tiga semester tidak pernah tegur sapa, ia hanya tahu sekedar nama saja. Namun tiba-tiba saja terjalin lingkup pertemanan karena tugas. Semakin intens bertemu, seolah pertemanan kita terlihat sudah lama terjalin.


Sebenarnya, ia dan Andri memang tidak nyaman dengan circle pertemanan antara laki-laki dan perempuan yang begitu intens. Namun jalur takdir seolah mempererat pertemanan mereka. Karena banyak hal yang dibahas, entah itu mengenai urusan kuliah maupun urusan lainnya yang masih sefrekuensi.


Sampai pada suatu waktu, ia di buat penasaran dengan sosok pengirim stickynote. Yang menggunakan nama samaran 53. Mengirimkan sebait dua bait kata motivasi yang tepat ketika keadaannya sedang di rundung kegelisahan. Bagaimana bisa si 53 mengetahui semua yang ia rasakan saat itu?


Mengesampingkan rasa penasarannya pada pengirim stickynote itu. Ia justru di hadapkan dalam suatu keadaan dimana salah satu perempuan yang berada di circle pertemanannya sedang di rundung cobaan yang begitu berat. Ia akui, kalau seorang perempuan itu begitu kuat dan tegar. Tanpa perasaan lebih, berawal ia hanya berniat membantu.


Namun semakin menyelami kehidupan dia, semakin dirinya tahu jika dia sebenarnya orang terdekat yang selama ini ia cari. Dalam benaknya sangat menginginkan perempuan itu bahagia. Karena ia tahu, bagaimana dia berjuang keras melawan dunia yang memberinya luka.


Sampai dititik di mana, ia mantab untuk mempersunting, menjadikan dia istrinya. Dan Alhamdulillah dilancarkan semuanya, sekarang kita sudah sah dimata hukum dan agama. Lambat laun pun akhirnya cinta pun mengalir begitu saja di hatinya. Dari rasa sayangnya itu, membuatnya bertekad kuat untuk selalu membahagiakan istrinya apapun yang terjadi.


"Selanjutnya Parama Wisuda, yang terdiri dari Purna Wisuda, Widya Wisuda dan Bhakti Wisuda. Untuk yang pertama, Bhakti Wisuda diraih oleh Ananda Jalyn Aleera Hermawan, dipersilahkan menaiki podium beserta wali."


Suara Mc dan iringan applause meriah, menyadarkan dari lamunannya. Dari sudut matanya, bisa ia tangkap. Seorang perempuan dengan senyum manis, yang sempat ia salah kira jika itu si 53, berjalan bersama walinya. Sudah satu tahunan ini, hubungan pertemanan mulai terjalin kembali. Walaupun keadaan tidak seperti dulu, namun Jalyn bisa menerima semuanya. Setidaknya itu yang selama ini terjadi.


"Dilanjutkan peraih Widya Wisuda oleh Ananda Ghassan Khaliqul Abraham, di persilahkan menaiki podium beserta wali."


Mendengar namanya terpanggil, ia menoleh ke arah barisan wali, di sana ada Ayah dan Abi tersenyum lebar sambil bertepuk tangan. Tampak Ayah dan Abi berbincang sebentar, namun tak lama Ayah berdiri berjalan beriringan bersamanya. Bunda memang tidak ikut masuk ke gedung wisuda, justru menyerahkan undangan itu pada Ayah. Sampai di podium, di berikan semacam reward atas pencapaiannya. Alhamdulillah bisa menjadi bagian dari Parama Wisuda dalam kategori Widya Wisuda atau bisa di sebut Peneliti Terbaik.


"Terakhir, untuk Purna Wisuda di raih oleh Ananda Tsana Jihaan Tsabita, dipersilahkan untuk menaiki podium."


Masyaallah, istrinya menjadi wisudawati terbaik. Dia Tsana Jihaan Tsabita, istrinya yang tak lain si 53, pengirim stickynote padanya. Seorang perempuan yang memberinya motivasi dengan cara yang tak pernah ia duga. Seorang perempuan yang selalu mengerti akan keadaannya tanpa ia memberi tahu terlebih dahulu. Seorang perempuan yang diam-diam sudah menaruh hati padanya


Suatu ketika ia pernah bertanya, 53 itu apa artinya. Dan dengan santainya istrinya itu menjawab.


"Oh itu, 5 itu awalan nama panggilan Aa', terus 3 itu bulan ulang tahun Aa' kan!"


Sungguh, pemikiran istrinya itu benar-benar out off the box. Sampai kapanpun juga bakal tidak kepikiran seperti itu, bahkan ia yakin Andri juga berpikir sama dengannya. Seharusnya kalau nama samaran setidaknya yang menyakut dengan pemilik asli, namun istrinya tidak, menamakan sendiri dengan namanya. Ah- sudah lah!


Kembali lagi, diiringi suara applause yang tak henti-hentinya, mengantar istrinya berjalan pelan ke arah podium. Menyadari tidak ada wali yang mendampingi, ia menoleh kearah Ayah dan Abi. Mengerti arti bahasa isyarat Abi. Ia pun berdiri membuat semua melihat ke arahnya.


Tanpa peduli itu, ia berjalan menyamakan langkah istrinya. Memang tidak ada yang mengetahui jika ia sudah menikah dengan Tsana, namun data-data di kampus sudah ia perbaruhi. Mungkin saja setelah keluar dari gedung ini, ia dan Tsana akan di berondongi berbagai pertanyaan, apalagi Jaka dan Jalyn belum mengetahuinya.


Senyumnya juga mengembang ketika istrinya itu tersenyum padanya. Tangannya mulai menggenggam tangan istrinya. Dengan langkah percaya diri, kita melangkah menaiki podium bersama.


"Aku punya hadiah untuk Aa'," bisik istrinya membuatnya menoleh dengan tatapan penasaran.


"Selamat menjadi wisuda terbaik. Sepasang suami istri yang sama-sama hebat," ucapan selamat dari Rektor diiringi pemberian reward.


*******


Acara telah berakhir, waktunya para wisudawan mengabadikan momen bersama keluarga maupun yang terkasih. Itu juga sama dilakukan oleh ia dan Tsana. Keluarga besar dari Ayah dan Abi juga ikut turut hadir, mendampinginya dan Tsana. Namun, Abah Nahrowi dan Abah Nawawi berhalangan hadir, karena kesehatan.


"Uy!!" Suara Jaka mengalihkan perhatiannya pada Andri. Jaka dan Jalyn juga turut menghampirinya dengan Tsana. "Wih, seirus udah jadi pasutri? kok enggak kabar-kabar sih."


"Telat, nikah e wes ket jaman ra enak. Terae mbuh wong loro iki," sahut Andri.


"Serius, kapan emangnya? gue gak nerima undangan." Jaka masih penasaran.


"Dua tahunan yang lalu, eh iyo kan San?"


"Hampir dua tahunan lah, cuma kecil-kecilan," jawab seadanya.


"Selamat San, Tsana." Suara Jalyn membuatnya menatap sekilas lalu mengangguk pada perempuan yang memakai kebaya salem itu. Jalyn sudah berdiri di dekat istrinya, dan entah mereka berbisik apa, ia tidak mendengarnya karena keadaan yang masih ramai.


"Oh iya, kalau masih di sini, besok tak undang makan-makan di rumah." Ajakannya itu membuat Andri dan Jaka bersorak heboh. Tentu mereka tidak menolak.


*******


Selepas membersihkan diri, dengan rambut yang masih basah yang ia keringkan dengan handuk. Istrinya yang sudah duduk santai di ranjang sambil mengoperasikan gawai.


"Jalyn tadi enggak ngomong apa-apa kan?"


"Mboten Aa', dia malah udah deket dengan Jaka."


Ia hanya mengangguk, berjalan ke arah nakas tempat biasa istrinya menaruh air putih di sana. Dari jam weker di nakas, ia bisa melihat sekarang waktu sudah menunjukkan pukul dua siang.


Tangan kanannya meraih gelas, namun belum sampai ia teguk, netranya menangkap sesuatu di dekat gelas tadi. Benda kecil yang di terikat simpul pita berwarna hijau. Tidak jadi menegak minumannya, ia mengambil benda tersebut. Meneliti sejenak, lalu kedua matanya perlahan melihat ke arah istrinya yang juga sudah menatapnya.


"Serius?" tanyanya masih tidak percaya. Tsana menganggukkan kepalanya beberapa kali.


"Maaf hadiahe cumak niku." Tidak peduli dengan ucapan sendu istrinya, ia langsung memeluk erat tubuh mungil Tsana. Alhamdulillah Ya Allah sudah memberinya titipan. Berulang kali ia mengecup puncak kepala istrinya. Sungguh, hadiah paling spesial yang pernah ia dapatkan.


"Assalamualaikum anak Ayah. Sehat-sehat nggeh," ucapnya tepat di perut Tsana yang masih belum kelihatan menonjol.


Alhamdulillah kebahagiaannya semakin lengkap dengan hadirnya keturunannya yang kini sedang di kandung istrinya. Memang selama kuliah, ia dan Tsana menunda untuk itu. Namun siapa sangka tepat di hari wisudanya, mendapat hadiah terindah seperti ini.


Alhamdulillahhirrobbilalamin, semoga kebahagiaan ini selalu tercipta di keluarga kecilnya. Amin..


***Alhamdulillah dengan part ini GHASSAN dinyatakan berakhir***


Terimakasih banyak sudah sudi membaca cerita yang masih banyak revisian ini. Terimakasih sudah mendukung dan menyemangati dalam penulisan cerita Ghassan ini.


Sekali lagi terimakasih man teman. Sampai jumpa di cerita baru lainnya.