
KRRIIINNGGGGG
Hii guyss sorry ya updatenya agak lama,banyak tugas soalnya :)
Happy Reading
_____________________________________
KKRIIIINNGGGGG
Bel istirahat berbunyi semua murid berhambur keluar kelas.
"Kantin yuk Dis" ajak Rissa
"Enggak deh,kalian aja"
Rissa pun mengangguk lalu berjalan keluar kelas bersama Dias dan Nissa.
Tak ada siapapun dikelas kecuali Dissa dan seorang murid laki-laki yang sepertinya nerd,dilihat dari penampilannya.
Dissa mengambil roti sobek dari dalam tas lalu ia makan dengan santai.
"Mau?" tawar Dissa,lelaki itu menggeleng dan kembali membaca buku diatas meja.
"Ehhh anak papi dibawain bekal" ucap Lissa yang baru masuk bersama ke-2 teman yang Dissa tak tahu namanya,sepertinya mereka dari kelas lain.
"Ehh iyanih,lo sendiri kenapa nggak di bawain bekal? nggak punya papi?" jawab Dissa dengan raut wajah meledek.
"Ehh Dissa lo tuh jangan ke geer-an dulu,Dias ngajakin lo pulang bareng kemaren cuma karena dia kasihan liat lo nunggu lama" cerca Lissa
Dissa menaikkan sebelah alisnya keatas. Darimana Lissa tahu?
"Ohh jadi kemaren lo di ajakin Dias pulang bareng?" ucap tamannya. Chika.
"Sikat aja Lis,ntar bisa-bisa lo ditikung lagi sama dia" ucap teman yang satunya lagi. Sanny.
Dissa mengerti sekarang,Lissa cemburu dan teman-temannya berusaha untuk mengompori.
Dasar kompor batin Dissa.
"Emangnya kenapa? iri lo nggak pernah pulang bareng sama Dias?" Dissa akan memancing emosi Lissa,ia ingin melihat sejauh mana perempuan ini akan bertindak.
Dissa melihat wajah Lissa yang merah padam menahan amarah,ia maju mendekat kearah Dissa. Hampir saja tangan itu mendarat mulus di pipi Dissa,jika tak ada tangan lain yang menghalangi.
"Jaga tangan lo" suara berat terdengar
Dissa membuka matanya yang terpejam saat Lissa akan menamparnya. Ia menoleh kaget,seingatnya Dias sedang ke kantin tadi.
"Dias kok kamu belain dia sih?"
"Karna lo salah"
"Dimana salah aku Dias? wajar dong kalo aku cemburu?"
"Nggak. Lo nggak ada hak untuk cemburu. Lo bukan siapa siapa".
Cukup jelas,sepertinya disini Lissa yang mengejar-ngejar Dias. Tapi kenapa? kenapa Dias tidak menerima Lissa? Lissa cantik,ia juga populer disekolah,kaya, lalu apa kurangnya? baik? Dissa rasa ada alasan mengapa Lissa bersikap seperti itu. Bersikap seolah Dias adalah miliknya dan tak boleh disentuh oleh siapapun.
Mungkin itu yang membuat Dias merasa tak nyaman dan jengkel berada di dekat Lissa. Terlalu posesif,sementara ia bukan siapa siapa.
"Udah Dias,biarin aja" Ucap Dissa.
Dias melepaskan cengkraman tangannya di tangam Lissa.
Lissa menatap Dissa tajam sebelum pergi meninggalkan kelas.
"Wah wahh kita ketinggalan apa nihh?"
Galang,Gilang,Rissa dan Nissa baru saja masuk sambil membawa masing masing nampan berisi 2 mangkuk bakso,kecuali Gilang yang membawa satu nampan berisi 6 es jeruk.
"Nihh punyaa kalian ber-2" Rissa menaruh nampan diatas meja.
"Makasih yaaa" ucap Dissa. Ternyata mereka hanya memesan makanan di kantin dan memilih makan dikelas bersama Dissa.
"Iya sama-sama" Ucap Galang,Gilang,Rissa dan Nissa kompak.
"Ehh guys biar makin lengkap,makannya pake ini niihhh" Ucap Dissa seraya mengeluarkan 2 bungkus tortilla chips dari dalam tasnya. Ala-ala iklan gituu :v.
Dissa membuka bungkusnya lalu menuangkannya di masing masing mangkuk mereka.
"Pantesan aja tas kamu kembung banget,makanan semua isinya" ucap Rissa sambil terkekeh pelan.
6 meja yang disatukan menjadi meja panjang,mengambil kursi satu persatu untuk duduk. Mereka menghabiskan makan sambil tertawa.
Tak ada yang merasa terganggu,bahkan si murid nerd tadi masih sibuk di duniannya sendiri,seolah kebisingan tak mampu membuyarkan fokusnya terhadap buku yang sedang ia baca.
Btw Galang dan Gilang berbeda kelas dengan Dissa,Dias,Rissa dan Nissa. Jika mereka ber-4 masuk kelas IPA,berbeda dengan Galang dan Gilang yang masuk kelas IPS.
Bukan berarti otak mereka tak memenuhi standar,tapi memang itu sudah menjadi pilihan mereka sejak duduk di bangku kelas 9.
***
14.00
semua murid berhamburan keluar kelas. Ada yang menuju parkiran,menunggu di halte bus untuk naik kendaraan umum dan ada pula yang masih menunggu jemputan.
"Ehh Dis kamu dijemput?" Rissa
"belum tau,kayaknya dijemput dehh" Jawab Dissa ragu,soalnya tadi Kenzo tidak bilang akan menjemput atau tidak.
Bang Zo kan suka ada urusan mendadak.
"Kalo enggak,bareng kita aja" Nissa
"coba dehh chat dulu,nanti kalo nggak dijemput kamu pulang sama siapa?" Rissa
Dissa mengangguk lalu mengeluarkan hand phone dan mencari kontak abangnya.
Dissa :
Bang jemput nggak?
Sambil menunggu balasan dari abangnya mereka berjalan menuju gerbang,kebetulan juga Dias menunggu digerbang.
Bang Zo :
Abang udah di depan nihh
"aku dijemput,Abang katanya udah di depan"
"Ohh yaudah,yang mana mobil kamu?"
Kebetulan mereka sudah didepan gerbang. Dissa mencari keberadaan mobil yang dibawa Abangnya. "Itu dia" tunjuk Dissa.
"Itu juga mobil Dias" tunjuk Nissa ke sebuah mobil yang terparkir pas sekali dibelakang mobil Dissa.
Mereka menyebrang jalan bersama dan berpisah masuk ke mobil masing masing.
***
Sesampainya dirumah Dissa langsung menghempaskan tubuhnya kekasur. membayangkan hal yang terjadi hari ini.
Kamikan baru kenal,tapi kenapa mereka baik banget sama aku? sampe bela belain makan di kelas karena aku nggak ikut kekantin,pakek di traktir bakso juga. Kurasa temen temen ku di sekolah yang lama nggak sebaik ini deh.
Dissa tersenyum mengingat kejadian tadi.
Mereka sangat perhatian,sampai menghawatirkan aku pulang sama siapa kalau Abang nggak jemput.
Dissa menutup wajah menggunakan kedua telapak tangannya. Kenapa mereka bisa sebaik itu pada orang baru?
Huuh Dissa bingung. Di sekolahnya yang lama,butuh waktu beberapa minggu hingga bulan untuk Dissa agar bisa berbaur dengan teman temannya.
Tapi sekarang? malah mereka yang berusaha untuk mendekatkan diri pada Dissa. Dissa senang karena untuk pertama kalinya ia bisa mendapatkan teman baru secepat itu.
Tapi ada satu pertanyaan yang selalu mengganggu di pikirannya. Kenapa Lissa seperti tak suka padanya? Apa karena ia bisa dengan mudah mendapatkan teman? atau karena ia cemburu? tapi apa yang harus di cemburukan? sudah jelas kalau ia bukan siapa siapa bagi Dias. Dan Dissa tak ada niat lain selain berteman.
Lagi pula kemarin Dissa tidak hanya pulang bareng Dias. Ada Rissa,Nissa,Galang dan Gilang juga. Tapi kenapa sepertinya Lissa hanya marah pada Dissa? aneh sekali.
Tak ingin ambil pusing,Dissa langsung mengganti pakaiannya dan tidur dengan nyenyak.
_____________________________________
HAII GUYYSSS!! Gimana kabar kalian?
Apa aja yang kalian lakuin selama masa quarantine ini?
stay at home ya guyyss. Stay safe.
Gimana menurut kalian untuk part ini? Keritik dan saran selalu Al terimaa.
Follo ig @al.writter untuk info info update tentang cerita Al selanjutnya yaaa.
And
_______________________________
follow me on instagram @alyaaguzaen
Salam sayang author❣