Friendship Goals

Friendship Goals
Kamu milik aku



"Aku juga kangen Ni" ucap Rio tulus. " Maafin aku ya selama ini aku nggak peka sama kamu, aku ngebiarin kamu sendiri pas kamu lagi kangen sama aku" lanjut nya lagi.


"Emang sepenting itu ya, cafe ini buat kamu?" Ucap Tania


"Tidak lebih penting dari kamu, tapi semuanya buat kamu" ucap Rio tulus.


"Tidak lebih penting dari aku, tapi lebih mentingin cafe nya" sewot Tania.


"Untuk menjadi pendamping hidup kamu, harus jadi orang yang pekerja keras dan bertanggung jawab, karena beban buat kita nanti itu lebih berat dari pada ngurusin cafe" ucap Rio serius


"Maksud nya" ucap Tania tidak mengerti.


"Coba kamu pikirin, kita di jodoh kan untuk memperbesar perusahaan orang tua kita, sedangkan kedua kakak kita punya kerjaan perusahaan sendiri, yang tidak mau tau tentang perusahaan orang tua kita, secara terang-terangan semua orang udah bilang kalau itu semua kita yang urus, dan untuk itu kita harus belajar dari hal yang terkecil, supaya pada hal yang besar kita mampu" ucap Rio penuh ketulusan.


"Dewasa banget sih" ucap Tania memeluk tubuh Rio.


"Dan aku nggak akan ijinin kamu untuk mengurusi itu semua, cukup kamu menikmati masa muda, biar nanti semuanya aku yang urus" ucap Rio sambil mengelus rambut Tania.


"Kan bisa sama-sama" Tania memutar wajah nya menghadap ke Rio.


"Iya kamu bantu nyemangatin" ucap Rio sambil tertawa kecil.


"Sama aja boong" gerutu Tania.


"Gemes banget sih" ucap Rio mencubit pipi Tania.


"Sakit tau"


"Oooo tayang, sini-sini Abang obatin" ucap Rio dengan suara lebay nya sambil menempelkan telapak tangan nya di pipi Tania.


"Apa an sih"ucap Tania merasa lucu dengan tingkah Rio


"Rio pacaran yuk" ucap Tania menatap Rio.


"Nggak mau" ucap Rio to the point. Yang membuat Tania terdiam dan di bola matanya timbul genangan-genangan air.


Rio berdiri dan meninggalkan Tania beranjak ke meja kerja nya. Yang membuat gadis cantik itu tak sanggup lagi menahan air matanya.


Rio kembali dan membawa satu kotak kecil di tangannya yang diambil dari laci meja kerjanya.


"Kok nangis" ucap Rio tak kuat jika harus melihat gadis cantik nya itu menangis.


"Aku benci sama kamu" ucap Tania menjauh.


"Ya ampun, mood nya gini-gini amat, baru aja senyum, udah nangis" ucap Rio sambil menarik tangan kiri nya.


Tania yang semula menarik tangan nya akhirnya membiarkan Rio tetap menggenggam tangan nya.


Rio memasangkan cincin dengan butiran berlian di sekeliling nya yang membuat cincin tersebut terlihat sangat indah, dan di bagian dalam nya di ukir nama Tania dengan sangat indah.


"Aku udah bilang Nia, hubungan kita lebih dari pada pacar, tapi kalau kamu mau bilang nya pacar terserah ya" ucap nya setelah memasangkan cincin tersebut.


"Ini apa?" Tanya Tania.


"Karet" ucap Rio yang mendapat lemparan di wajah nya.


"Kok main lempar-lemparan sih" gerutu Rio.


"Aku tau ini cincin buat apa di pasangin?" Ucap Tania kesal.


"Biar semua orang tau kamu milik aku" ucap Rio. Tania Langsung memeluk Rio dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang kekasih nya itu.


"I love you"ucap Tania tanpa melepas pelukannya.


"Udah tau" ucap Rio. Tania memutar kepalanya menghadap Rio.


"Nggak ada romantis romantis nya iiihk" ucap Tania semakin kesal. Hanya di sambut dengan suara tawa Rio.


Kebahagiaan yang selama ini ku dambakan dari dirimu, tetaplah bersama ku meski dunia tak menerima kenyataan ini, maafkan aku yang pernah egois. Namun aku sadar, kamu segalanya bagi ku, kamu selalu ada dalam bayangan ku, meski jarak kita jauh, meski banyak orang yang mencoba membuat ku bahagia, jika itu bukan kamu, kebahagiaan itu hanya pura-pura.


Suara hati Tania.


"Pamer ahk" ucap Tania mencari ponsel nya.


Dia membuka menu kamera dan mengambil foto tangan nya yang di pasang cincin dengan background wajah Rio di belakang nya.


Lalu mengirim ke grup chat mereka.


From Tania.


(Mengirim foto)


From Esra


From Prilly


Akhirnya temen aku paling sad, bahagia juga


😍😍


From Intan,


gue aja yang bentar lagi di nikahin nggak pamer"


From Dea.


Akhirnya makan gratis lagi


From Prilly


Makan aja itu isi otak Lo


From Intan


Maklum nggak pernah di kasi makan di rumah


From Esra


Nggak di ajak makan juga sama pacar


From Prilly


Punya orang tua sibuk banget sih, lupa kan ngasi anak makan


From Intan


Macam orang tua Lo nggak sibuk aja🤣


From Esra


Padahal nasib kita sama ya kan🤣


From Dea


Tau tuh, nggak tau diri amat.


From Prilly


Itu yang tadi pamer cincin udah dimana, malam-malam gini masih pacaran


From Esra.


Samperin yuk, kan enak disuruh makan pasti mereka di cafe


From Dea


Otak Lo juga isi nya makan gratis.


From Intan


Nggak makan, nggak hidup dong


Di sisi lain Rio kesal mendengar suara ponsel Tania yang sedari tadi berisik. Mengganggu pembicaraan mereka


"Kamu sih, pake ngirim pesan di grup chat, jadi ganggu kan" ucap Rio


"Biarin aja, nanti kan diam sendiri" ucap Tania tertawa kecil.


"Silent dulu tu hp berisik amat" ucap Rio semakin kesal.


Namun tidak mendapat respon, Tania masih asik memandangi cincin di jari manis nya, Rio yang semakin kesal mengambil ponsel Tania lalu men-silent suara ponsel tersebut.


"Kita photo yuk" ajak Tania dengan semangat. "Tapi di luar, disini background nya nggak menarik" lanjut nya lagi.


"Di luar masih rame" jawab Rio datar.


"Nggak papa" rengek Tania.


"Nanti aja ya" Rio menarik tubuh mungil Tania lalu memeluk nya sambil mencium pucuk kepala nya.


Tania yang mendapat perlakuan manis itu hanya tersenyum dan tak mampu memaksa.


aku akan selalu mencintaimu meski dunia memisahkan kita