Friendship Goals

Friendship Goals
curhat



Libur telah usai, sudah saat nya seluruh siswa masuk sekolah namun tanpa kakak Abang kelas. Semua acara liburan harus di selesaikan. Tak terkecuali dengan Tania yang harus meninggalkan keluarganya lagi dengan berat hati. Namun ini keputusan sang ayah agar dia belajar mandiri.


Tania menarik kopernya masuk ke halaman rumah Silvi.


"Aku pulang" sapa nya saat membuka pintu.


"Ya ampun Tania, Tante lupa kalau kamu pulang hari ini" ucap Silvi sembari sibuk dengan kegiatannya.


"Kan Tania bilang disana hanya seminggu Tante" jawab nya lesu


"Tante minta maaf ya sayang, Tante harus pergi, harus cek in setengah jam lagi" ucap Silvi sambil mengambil tas nya.


"Yah Tante, trus aku Gimana?" Tanya nya dengan mata berkaca-kaca


"Nanti Tante hubungi kak Ririn biar jemput kamu ke sini, baik-baik ya sayang" Silvi mengelus rambut nya lalu pergi.


"Nggak udah Tan, biar Tania sendiri yang kesana" ucap Tania sambil menyaksikan kepergian Silvi.


Huuft, baru aja nyampe, udah di tinggal.


Gumam Tania.


***


Tania sampai ke halaman rumah Rio, sambil membawa paper bag tempat titipan ibu nya untuk Ririn.


Hendak masuk ke rumah, dia mendengar suara orang tertawa di samping rumah Rio.


Mungkin Tante sama yang lain di sana


Gumam nya


Dia tidak menemukan sosok Ririn disana, namun dia melihat Rio tengah asyik bersama wanita lain.


Tante bukan, kak Eriska juga bukan


Gumam nya sambil menahan air mata.


Dia kembali ke pintu, seolah-olah belum melihat mereka, namun tidak ada yang menyahut.


"Eh non Tania, silahkan masuk non" ucap salah satu asisten rumah itu yang tiba-tiba datang entah dari mana.


"Tante Ririn ada nggak bi?" Tanya nya berusaha bersikap biasa saja.


"Nyonya dan tuan lagi keluar rumah non, katanya kemungkinan balik nanti sore" jawab sang asisten sopan


"Ya udah bi, aku titip ini ya, bilangin dari ibu aku" ucap nya sambil menyerahkan paperbag nya


"Baik non"


"Ya udah aku pamit ya bik, salam sama Tante" Tania pamit


***


Dia kembali ke rumah, dan masuk ke kamar nya. Membaringkan tubuhnya di kasur lalu tangis nya pecah.


Pantesan Rio cuek, Rio ngga pernah ngabarin aku selama liburan, nggak pernah perhatian lagi sama aku, ternyata dia bersama wanita lain. Ahk sudah lah, mungkin dia menolak perjodohan itu karena wanita itu.


Gumam nya sendiri sambil mengingat perlakuan Rio selama ini khususnya apa yang baru dia lihat


***


Dia berjalan di koridor sekolah


Kok sepi amat ya


gumam nya melihat orang-orang tidak sebanyak biasanya.


Oh iya kakak kelas udah nggak ada,


gumam nya lagi


Sampai di kelas, dia menemukan kelas nya masih sepi. Hanya beberapa orang yang masih ada, dan teman-teman nya belum satu pun yang sampai di kelas


" Pagi-pagi nggak ada semangat nya" ucap Intan yang masuk bersama Prilly


"Ngantuk" jawab nya singkat


"Mana oleh-oleh" tanya Prilly


"Ketinggalan Nanti ambil di rumah gue" jawab nya dengan muka datar.


"Aduuuuh kangen banget" Esra si centil bersuara dari pintu


"Jijik gue" sambar Prilly, " intan bawa temen Lo keluar" lanjut nya lagi


"Iya nih, pengen ke toilet gue, temenin gue es" ajak nya manarik Esra keluar


Esra hanya pasrah lalu mengikuti intan ke toilet.


"Tinggal kita berdua, cerita aja sekarang" ucap Prilly duduk di sebelah Tania, dia lebih kenal Tania dari pada yang lain. Dia tahu betul kalau sahabat nya itu tidak sedang baik-baik aja


"Selama liburan Rio nggak pernah nanyain kabar gue, kemarin gue kerumah nya pengen numpang, tapi gue liat dia lagi asyik banget sama cewe lain di taman samping rumah nya." Jawab Tania menahan air matanya


Prilly yang pernah ke cafe nya Rio merasa aneh melihat Tingkah nya dengan Mitha asisten nya.


Dia hanya menyimak perkataan Tania, bingung harus bilang apa.


"Gue merasa cewe itu alasan buat dia nolak perjodohan kami Pril" lanjut nya lagi


"Jodoh nggak bakal salah orang" ucap nya menepuk pundak Tania lembut


"Sekarang saat nya bersandiwara menjadi Tania yang sebenarnya. Bentar lagi team lambe turah pasti masuk" ucap Prilly menarik Tania keluar dari kelas.


"Pril" tania memanggil sahabat nya itu lalu diam


"Kenapa?"


"Emang jatuh cinta harus sakit ya?"


*


*


*


*


*


jangan lupa vote, like atau komen sebagai jejak.kalau udah Singgah disini