
Jam pulang sekolah Rio Singgah ke kelas Tania, berharap dia ikut ke caffe untuk ikut memilih band yang akan kerja sama dengan caffenya.
"Hay, hari ini ada acara nggak?" Tanya Rio saat menghampiri Tania di kelas nya
"Sibuk" Tania cuek mengingat Rio dengan orang lain di caffe.
"Kok sombong banget sih" Rio menarik tangan Tania yang buru-buru pergi
"Paan sih" Tania menarik tangan nya
"Aku cuma mau ngajak kamu ke caffe" jelas Rio
"Pergi aja bareng cewe yang kemaren nemenin kamu di caffe" ucap Tania ketus
Mendengar itu semua teman-teman nya bingung, tak terkecuali Rio dan Aldo yang berada di situ.
"Maksud kamu" Rio penasaran
"Tau ahk, gue mau pergi" Tania meninggalkan kelas nya.
Belum sempat Tania keluar, Rio berlari menarik Tania dan menutup pintu, saat itu yang tinggal di kelas hanya Prilly, Dea, Intan, Esra, Aldo dan mereka berdua
"Jangan kebiasaan kalau ada masalah kamu main pergi aja, tiba-tiba diam, tanpa aku tau salah aku apa" Rio menaikan suaranya sambil memegang tangan Prilly
"Minggu lalu aku liat kamu duduk berdua di pojokan caffe, pas aku sama Sela dan yang lain nya kesana" suara Tania nggak kalah tinggi
"Kalau kejadian nya Minggu lalu, kenapa kamu baru bilang sekarang" Rio mengusap wajah nya.
"Emang kamu liat di caffe mana?" Tanya Rio menahan emosi nya
"Nggak tau, ngga sempat baca" ucap Tania dingin
"Niaaaa, dengerin aku, aku nggak pernah ke caffe mana pun selain ke caffe aku, mungkin kamu datang pas aku duduk sama Mitha" ucap Rio lembut
Tania nggak peduli perkataan Rio, dia pergi berlari meninggalkan kelasnya.
"Rio biarin aja, biar aku yang kejar, yuk guys" kata Esra sambil berlari dan mengajak teman-teman nya.
"Ya udah, kita ikutin aja kemana mereka pergi" ajak Aldo menepuk pundak Rio
Di parkiran sekolah Tania melihat mobil Tante Silvi, ternyata pak Min sudah menunggu, lalu Tania masuk ke mobil di ikuti oleh Esra Prilly dan Intan, sedangkan Dea berangkat naik motor sendiri.
"Lho semua mau kemana?" Tanya Tania kesal
"Nebeng" ucap Intan tanpa dosa.
"Jalan aja pak, nanti aku kasi tau tujuan nya" ucap Esra
"Kemana sih" Tania sewot
"Kmaren Lo ngajak main, ya udah ayuks" kata Esra
"Lo tau nggak sih, temen cewe yang nemenin Rio kmaren siapa?" Esra memulai pembicaraan
Sedangkan di belakang mobil mereka, ada tiga motor yang mengikuti, tak lain yaitu Rio, Aldo, dan Dea.
"Nggak mau tau gue" Tania dingin
"Itu Mitha, asisten nya Rio, orang kamu makan di caffe nya Rio kok, wajar lah kamu liat Rio disana" jelas Esra
"Sejak kapan Rio punya cafe?" Tania sinis
"Ya elo di rumah aja, tinggal sama Rio juga, Lo nggak tau Rio kemana, Rio ngapain, makanya jadi cewe posesif dikit, tiba-tiba ada yang nggak nyaman, pergi kabur-kaburan gitu aja " Prilly ketus.
Sesuai arahan dari Esra, mereka sampai didepan sebuah cafe yang bertuliskan "Rio's caffe". Intan menarik Tania keluar dari mobil.
"Pak bapak balik aja dluan, biar nanti Tania di anterin sama Rio, ijin sama Tante Silvi ya pak" ucap Esra
"Baik neng" sahut Pak Min
disaat yang bersamaan Rio dan yang lain nya juga sudah sampai.
" Ya udah, masuk aja yuk, makan dulu" ucap Rio sama teman-teman nya.
"Mood booster gue banget nih" ucap Dea
Rio menarik tangan Tania ke dalam cafe tersebut.
"Siap kan tempat yang cukup untuk banyak orang di luar" perintah Rio
"Siap pak" ucap pelayan tersebut
"Mari" kata pelayan yang mengantarkan mereka ke halaman belakang cafe yang di desain khusus untuk outdoor.
Rio Manarik Tania ke ruangan nya, tapi sebelum nya Rio Singgah ke ruangan Mitha.
*
*
*
*
*
*
kalau penasaran kelanjutan nya ikutin terus ya, jangan lupa tinggalin jejak kalau udah Singgah di sini๐๐