
"Ehh maksud lo tadi apa haah? sok-sokan nge-bela si murid baru?" Lissa menggebrak meja.
Ya,siswi yang wajahnya tak bersahabat tadi bernama Lissa.
Rissa yang tak terima mejanya di gebrak oleh Lissa-pun tersulut emosi,dan akhirnya kericuhan pun terjadi.
"Apa?nggak suka lo?"
"Dasar caperr"
"Heeh,harusnya lo tuh ngacaa siapa yang caper? Lo tuh bisanya cuma cari masalahh"
Sahut menyahut antara Rissa dan Lissa terus berlanjut,tak ada yang berniat memisahkan mereka. Semua hanya sibuk menonton dari bangku masing-masing.
Dissa yang melihat itupun geram sendiri. Ia merasa tak enak,menurutnya masalah ini terjadi juga karena Rissa berusaha membelanya.
"Sudah-sudah,lebih baik kalian duduk di bangku masing-masing" Dissa berdiri diantara Rissa dan Lissa,berusaha menenangkan keduanya.
"ehh,lo murid baru nggak usah ikut campur deeh,lo tuh nggak tau apa-apa" Lissa menatap kearah Dissa.
"Ya,memang gue nggak tau apa apa,tapi se-enggaknya kalau kalian mau bertengkar jangan disini dan walaupun gue murid baru gue juga punya hak yang sama,sama kaya kalian!" Dissa menunjukkan jarinya ke arah Lissa,ia kesal mengapa Lissa seperti tidak suka kepadanya.
Padahal Dissa merasa tak memiliki salah apapun pada Lissa.
'boro-boro punya masalah,ketemu aja baru hari ini' Dissa.
Kelas semakin ribut ketika semua menyorak kearah mereka bertiga. Seolah itu adalah totonan yang sangat menyenangkan.
Melihat kelas yang sangat berisik ketua kelas akhirnya menenangkan mereka dan menyuruh yang lain untuk diam.
"Lissa sebaiknya kamu duduk di bangku kamu,agar masalah tidak semakin panjang" Brama berbicara dengan suara yang tegas. Lissa tak berani melawan karena ia mempunyai masa lalu yang tidak menyenangkan dengan Brama.
Lissa kembali ketempat duduknya dengan kesal,ia menghentak hantak-kan kakinya saat berjalan kembali kebangkunya.
"Makasih ya..." ucapan Dissa menggantung karena tak tahu nama sang ketua kelas.
"Brama" sambil mengulurkan tangannya ke arah Dissa.
Dissa menjabat tangan Brama yang terulur,ke-duanya tersenyum.
"Cieee" sorakan dari teman teman sekelas kembali memenuhi ruangan.
"Jabat tangan ku juga doong" ucap seorang siswa.
"Nggak lepas lepas niih kayaknya" siswa lain menyahuti.
Dissa segera melepas jabatan tangan keduanya,Brama merasa tak enak.
'WTH?cuma gitu doang di cie cie-in?' Dissa membatin
Rissa hanya tersenyum melihat kejadian itu,sepertinya mood Rissa sudah membaik. Sementara Lissa cemberut karena masih kesal dengan kejadian tadi.
***
KRRIIIINNGGGG
Bel istirahat berbunyi
"Ke kantin yuk" ajak Rissa pada Dissa
"Boleh"
Keduanya yang sudah di depan pintu berhenti karena suara seseorang.
"Iya yang udah punya temen baru" sura Nissa terdengan seperti menyindir.
Dissa dan Rissa berbalik ke arah belakang dan mendapati Dias dan Nissa (teman Rissa) sedang menatap kearah mereka.
Dias,Rissa,dan Nissa adalah teman saat kecil,mereka berteman dari waktu masih di taman kanak-kanak. Mereka biasa membuat keributan di sekolah.
Tapi tunggu saat ke-2 teman mereka yang lain datang,maka suasana akan semakin runyam.
"Eeh aku kira tadi kalian udah duluan,ayo kekantin" Rissa beralasan sambil cengar cengir.
"Huuh,ayo"
Mereka ber-4 berjalan menuju kantin. Seperti biasa orang orang akan memperhatikan mereka,tapi kali ini berbeda karena hadirnya murid baru diantara mereka.
Dissa tahu,ia paham sekali dengan siulan-siulan itu. Sudah beberapa kali ia pindah sekolah dan hal itu selalu terjadi di setiap sekolah barunya.
Jujur Dissa sangat risih di ganggu seperti itu,ia hanya ingin bersekolah dengan tenang seperti orang orang pada umumnya tanpa ada godaan-godaan atau siulan-siulan dari para lelaki nakal kurang belaian.
Menyadari ekspresi Dissa yang risih Dias langsung menatap tajam setiap siswa yang berniat ingin mengganggu Dissa,membuat niat mereka ter-urungkan.
Dissa senang,ia nerasa mendapat perlindungan dari godaan setan yang terkutuk dan ia sangat berterima kasih kepada Dias,karena ia tak pernah mendapat perlindungan seperti itu sebelumnya.
Dissa merasa lebih aman untuk melanjutkan perjalanannya ke kantin.
Dari sekian banyak kantin yang pernah ia datangi hanya kantin ini yang keadaannya berbeda. Biasanya kantin kantin lain akan di penuhi dengan orang orang yang berteriak ingin membeli sesuatu dari sang penjual,tetapi disini semua orang berteriak karena ulah anak kembar yang Dissa sendiri tak tahu namanya.
"Waah gila nih Galang sama Gilang,nggak nunggun kita" Rissa.
"Tambah hari tambah nggak jelas" Sambung Nissa. Dissa di buat geleng geleng kepala oleh ulah si kembar.
"Ehh itu diaa kesayangan kita semua,baru dateng" ucap Gilang dari atas meja melihat kearah pintu.
"Ayo sini naik ke atas panggung,kita konser bareng barengg" Seru Galang tak kalah heboh.
Mereka ber-4 mendekat ke arah meja menjadikan kursi sebagai tangga agar bisa berdiri sejajar dengan Galang dan Gilang.
Dias tampak berbisik ditelinga Galang.
"Eehh ada murid baru,ayo sini naik bareng kita" ucap Galang sambil memandang Dissa di bawah karena hanya Dissa yang belum naik keatas meja.
Dissa tampak canggung saat Galang mengulurkan tangannya untuk membantu Dissa naik ke atas meja.
"Perkenalkan diri doong cantik,biar semua yang ada disini bisa kenal sama kamu" Gilang.
"Nama saya Bella Dissa"
"Panggilannya?"
"Dissa"
"Oke,Dissa suka lagu apa? biar nanti kita nyanyiin"
"Apa aja"
"Okay guyss,jadi hari ini kita akan menyanyikan lagu ke banggan kita yang berjudul Trouble Is A Friendssss" ucap Gilang dengan semangat 45 kearah penonton.
Para siswa siswi bersorak dan bernyanyi bersama mereka ber-6.
Para penjaga kantin ikut bernyanyi bersama karena lagu itu sering di nyanyikan oleh Dias,Rissa,Nissa,Galang dan Gilang jadi mereka hafal. Lagi pula kejadian seperti ini sering terjadi dari mereka kalas X jadi para penjaga kantin dan siswa siswi lainnya tak heran,anggap saja ini sebagai hiburan sambil mereka menghabiskan makanan.
Awalnya para guru tak suka dengan kelakuan mereka ber-5 bahkan tak jarang masuk ruang BK,tapi semakin kesini para guru membiarkan asalkan tidak merusak properti milik sekolah.
Penonton semakin ramai membuat kantin semakin padat. Para penjaga kantin berlalu lalang mengantarkan pesanan para pembeli.
Ada yang duduk di bangku menikmati makanan sambil mendengarkan lagu yang dibawakan mereka ber-6,ada yang hanya menonton dan ada pula yang teriak teriak ikut bernyanyi.
saat lagu selesai semua murid meminta mereka membawakan sebuah lagu lagi. Karena mereka mereka ber-6 juga manusia yang dapat mereasakan lapar maka mereka menyudahi konser ala-ala tersebut.
Sebagai gantinya mereka menyetel lagu dangdut menggunakan speaker dari ruang musik yang sengaja di bawa kesini.
Tak ada guru yang datang ke kantin karena kantin guru dan siswa di pisah,jadi mereka bisa bebas melakukan apapun di area kantin tersebut.
_____________________________________
Hayy guyyssss gimana sama part 2 nya?
Karena Al masih pemula,kalian bisa kasih masukan lewat komentar.
Maafkan typo yang tersebar di sepanjang cerita.
Menerima kritik dan saran.
Jangan lupa untuk vote dan comment cerita ini yaa,karena vote kalian sangat membantu Al biar tambah semangat membuat ceritanya.
_______________________________
Follow me on instagram @alyaaguzaen