Friendship Goals

Friendship Goals
#02



Hai guyyssss maaf keun kalo nanti bakalan banyak salah penulisan a.k.a typo🙃


Happy Reading❣


_____________________________________


Jam menumjukkan pukuk 14.00 itu berarti sudah waktunya semua siswa siswi pulang kerumah masing masing.


Dissa berdiri di depan gerbang menunggu kedatangan sang abang yang tak kunjung menjemputnya. Sudah hampir setengah jam Dissa berdiri kakinyapun sudah merasa kebas karena terlalu lama berdiri.


Matahari yang sangat panas menyorot langsung kearah Dissa. Karena bosan Dissa menyeberang kearah warung di seberang sekolah,menunggu abangnya disana.


'huh,kenapa nggak dari tadi aja sih aku nunggu disini?' Dissa membatin sambil menempelkan air minum dingin yang barusan dibelinya ke wajah.


Ditengah kesibukannya Dissa dikagetkan dengan suara klakson mobil.


Tiiinnn Tiiinnnn


Dissa menoleh,kaca mobil berwarna hitam kontras dengan warna body-nya baru saja diturunkan,menampakkan wajah sang pengemudi.


"Belum dijemput?" tanya Dias. Dissa menggeleng pelan.


"Naik,nanti aku anter sampe depan pager" ucap Dias, Dissa pun mengangguk dengan senang hati dan langsung berlari kearah pintu samping kemudi.


Saat pintu terbuka,Dissa kaget karena ada Galang disana.


"Sorry" ucap Dissa pelan hendak menutup pintu kembali tapi ditahan oleh Galang.


Ia keluar dari mobil mempersilakan Dissa untuk duduk dikursi samping kemudi.


Dissa merasa tak enak,dan menyuruh Galang untuk kembali duduk di kursi teesebut,taoi Galang tetap menyuruh Dissa untuk duduk di kursi itu.


Akhirnya Dissa pun duduk disana.


Saat Galang membuka pintu belakang Gilang langsung turun dan ikut pindah ke kursi belakang sekali,karena tak mungkin mereka duduk ber-4 karena akan sempit.


Saat mobil berjalan Dissa langsung men-chat abangnya.


Dissa :


Bang gak usah jemput,Ella udah bareng temen.


Kalo dirumah Dissa biasanya di panggil Ella.


Tak lama kemudian hp Dissa ber-denting menandakan ada pesan masuk.


Bang Zo :


Maaf ya dek,td tiba2 abang ada kerjaan dikampus terus lupa ngabarin.


Dissa :


Iya nggak papa. Nanti kalo Ella pulang telat tolong izin-in ke Mommy yaa.


Bang Zo :


Iya


"Ehh Sa"


"Iya?" Rissa,Dissa,dan Nissa menjawab bersamaan.


1 detik hening kemudian semua yang ada di mobil-pun tertawa.


"Eh Yas disini tuh ada 3 yang namanya berakhiran 'Sa' jadi lo kalo mau manggil yang lengkap" ucap Galang pada Dias masih di iringi tawa.


"Iya deeh maaf,btw tadi aku manggil Dissa" ucap Dias.


"Kenapa?" tanya Dissa.


"Kita nggak langsung pulang,mau makan dulu nggak papa kan?".


"Iya nggak papa,tadi aku juga udah minta abang izinin ke Mommy".


Mendengar jawaban Dissa,Dias langsung mengarahkan mobilnya ke arah sebuah cafe ditengah kota.


Cafe tersebut sangat instagramable sehingga cocok untuk dijadikan tempat berfoto. Di cafe tersebut juga menyadiakan tempat untuk karaoke.


Tak ingin membuang kesempata mereka ber-enam berfoto-foto dan karaoke bersama.


Waktu menunjukkan pukul 16:15 tak terasa sudah hampr 2 jam mereka berada di cafe tersebut.


Setelah membayar tagihan mereka pun pulang .


"Rumah kamu dimana?" tanya Dias sambil melirik kearah Dissa. Dissa menggekeng pelan.


"Aku belum hafal jalan" ucao Dissa.


"Tau nama daerahnya?" lagi lagi Dissa menggeleng.


"Tadi oagi Mommy udah kasih tau,tapi aku lupa"


"Gimana kalau kamu minta jemput aja sama abang kamu? Abang kamu hafal jalan kan?" saran Galang.


"iya sih,tapi biar aku tanya sama Mommy aja" ucap Dissa lalu mengeluarka hand phone dari dalam saku rok-nya.


Kebetulan sekali,Dissa melihat mommy-nya sedang online,Dissa buru-buru nge-chat sang mommy.


Dissa :


My,mammy lagi dirumahkan?


Karena Alina sedang online jadi tak perlu menunggu waktu lama untuk mendapat balasan.


Alina :


Iya,kenap La?


Dissa :


Alamat kontrakan kita dimana ya my?


Alina :


Kamu nggak tau jalan pulang?


Dissa :


Alina :


Jalan XXX nomor XXX (disensor).


Dissa :


Makasih ya my


Alina :


Iya sama sama sayang.


Dissa langsung menyebutkan alamat rumah kontrakannya pada Dias. Dias pun mengantarkan Dissa sampai depan rumah.


"Dis keluarga kamu lagi ada cara ya? rame bangat" tanya Nissa.


"Enggak kok,emang kayaknya abang-abang dan Papi udah pada pulang"


Semua kaget melihat rumah Dissa yang kecil namun memiliki 3 mobil dan 1 motor matic yang harganya tak main-main bahkan bisa membeli 1 buah mobil.


Memang rumah yang dikontrak oleh keluarga Dissa sangat sederhana,namun bagi mereka itu tak masalah asalkan cukup untuk tinggal mereka ber-5. Lagipula mereka tinggal disitu hanya sementara sampai mereka menemuka rumah yang pas dan cocok,mereka akan segera meninggalkan rumah kontrakan tersebut.


"Wwah gila kamu beneran tinggal dirumah ini?" tanya Gilang tak percaya. Rissa langsung menempeleng kepala Gilang secara refleks.


"Nggak sopan!" ucap Galang pada kembarannyaa.


"Nggak papa kok" Dissa menatap kearah belakang dimana ke-4 temannya duduk.


"Enggak deh kapan-kapan aja,udah sore" ucap Dias.


"Iya udah mau hujan juga" Sambung Rissa.


"oh yaudah,aku masuk dulu kalo gitu"


"Nanti kapan-kapan kami mampir ya" ucao Nissa


"Bye Dissa" Galang dan Gilang bersamaan.


Dissa melambaikan tangannya kearah mobil. Begitu juga dengan mereka,melambaikan tangan kearah Dissa.


Saay Dissa berbalik bada ia dikejutkan oleh Abangnya yang tiba tiba berdiri tepat dibelakang.


"Ehh abang"


"Dari mana?"


"Main sama temen"


"Udah dapet temen?"


"Udah doong"


"Yaudah masuk" Glen pun merangkul Dissa mengiringnya masuk kedalam rumah.


***


Keesokan paginya Dissa sudah siap siap untuk pergi ke sekolah.Keluar dari kamar dan duduk dimeja makan bersama yang lain.


"Gimana sekolahnya kemarin La? lancar?"


"Iya my lancar,alhamdulillah"


"Kalo udah selesai sarapannya langsung berangkat,jangan sampe telat" Papi


"Iya pi".


Setelah selesai sarapan Dissa langsung berangkat ke sekolah bersama Kenzo.


Kenzo memberhentikan mobilnya didepan supermarket.


"Dek tolong beliin abang cemilan dong"


"Cemilan apa?


"Terserah,yang enak pokoknya"


"Uangnya" Dissa menadahkan tangannya kearah Kenzo. "Lebihin yaa" ucapnya sambil tersenyum.


"Niih,untuk beli cemilan dan yang ini untuk kamu"


"Makasih abang kuuu muuaachh" Dissa mencium pipi Kenzo. Hal yang lumrah bukan?


Dissa segera turun membelikan cemilan untuk Kenzo dan dirinya.


Dissa kembali dengan membawa banyak sekali cemilan di dua kantong besar.


Ia memasukkan roti,keripik,dan astor kedalam tasnya dan menaruh semua sisanya ke kursi belakang.


"Banyak banget dek,untuk apa?"


"Makan" jawab Dissa santai.


Kenzo kembali menjalankan mobil kearah sekolah Dissa. Saat sampai Dissa membawa tasnya yang kembung oleh makanan turun dan menyalami Kenzo.


"Abang pergi ya byee"


"Byee" Dissa melambaikan tangannya lalu masuk ke gerbang sekolah.


_____________________________________


Haiii gimana menurut kalian untuk parti ini?


Jangan lupa Vote dan comment yaa karena vote dari kalian sangat membantu Al biar tambah semangat untuk melanjutkan cerita ini.


See you,


Salam sayang author❣


_______________________________


Follow me on instagram @alyaaguzaen