Friendship Goals

Friendship Goals
Perpisahan



"Dia ngambek karna apa Nia?" Tanya Dea yang tiba-tiba kapasitas otak nya mulai hilang, namun tidak menyadari ada yang bersandar di belakangnya.


"Kan tadi dia ngajak kita jalan weekend, kita nggak mau" jawab Intan kesal melihat Dea


" Kan kita mau tadi, asal kan gratis" Dea semakin polos.


"Kok jadi kalian yang ribut sih, jadi kemana nih nyarik nya" Andi kesal.


"Tapi gue ragu deh sama mereka" ucap Rio nggak percaya. Sambil berjalan ke arah mereka


"Iya gue juga heran nih" Dea masih polos.


"Gue lebih heran sama Lo Dea, itu Esra tidur santai di belakang Lo, tapi Lo nggak nyadar, Lo nggak punya Indra perasa lagi ya" tanya Rio melihat Esra tidur di balik mereka. Lalu Dea memutar badan nya sadar kalau dia bukan Prilly yang bersandar sama dia.


" Bukan temen gue" ucap Tania berdiri sambil tertawa di ikuti Prilly dan Intan


"Tega banget sih, sama pacar gue" ucap Aldo mendekati Esra dan membangun kan kekasih nya itu.


Dea masih duduk tak mengerti tentang apa maksud ketiga teman nya itu.


Rio berdiri menghampiri Tania dan menarik telinga nya.


"Jahil nya jangan di pelihara sampai tumbuh dan berkembang ya" ucap Rio menekan.


Tania hanya mengaduh, karena masih merasa lucu.


"Kok orang nya ganti" tanya Esra tak percaya kalau Aldo yang membangun kan nya.


"Ntah ya, bodo amat" ucap Tania songong.


Andi hanya tertawa melihat tingkah orang-orang yang terlihat paling jaim kalau di luar kelas.


"Kita emang nggak belajar ya?" Tanya Esra setelah nyawa nya terkumpul.


"Nggak lah, besok kan perpisahan, trus Minggu depan kakak kelas udah ujian, jadi semua nya sibuk" jawab Intan.


"Tanggung mimpi gue" ucap Esra kembali duduk .


Mereka melanjutkan ritual nggak jelas nya di kelas hingga bel pulang sekolah berbunyi.


*Di rumah Tania


*From Dimas


From Tania


Kan kamu mau ujian, katanya nggak boleh sembarangan keluar, kalau orang mau mengikuti acara penting


From Dimas


Bentar aja, pliss


From Tania


Nggak, aku nggak mau ambil resiko, kita ketemu nya besok aja di sekolah


From Dimas


Ya udah deh, see you ya


From Tania


Okeh


Sesuai jadwal dari sekolah hari ini, memang khusus buat hari perpisahan dengan kakak kelas. Sekalian doa pemberangkatan untuk mengikuti ujian.


Akan selalu ada perasaan yang berbeda di hari-hari terakhir sekolah, tak berbeda dengan Dimas, yang tak rela jika harus terpisah untuk kedua kali nya dari Tania.


Bertemu akan berpisah, namun perpisahan bukan akhir dari segalanya. Setiap yang berpisah masih bisa menjalin hubungan dengan baik diluar sekolah.


"Pagi-pagi udah melow" Intan menyenggol lengan Tania yang sedang serius dengan pemikiran nya.


"Kok gue tiba-tiba sedih ya" ucap Tania lemas


"Belom move on jugak Lo" tanya Prilly


"Dia itu kakak gue, yang selalu ngajarin gue banyak hal, memperhatikan gue dari jauh, yang selalu mengijinkan gue bahagia walaupun bukan dengan dia" ucap Tania sendu


"Ya udah, hari ini habisin aja waktu kamu sama dia" ucap Intan santai.


"Semuanya kita di suruh kumpul di aula" teriak Sela tiba-tiba masuk ke kelas.


Semua nya berjalan menuju aula yang sangat luas itu, yang mampu menampung semua siswa di sekolah itu. Ada yang berjalan sambil melow, ada yang bodo amat, semuanya berjalan tingkah masing-masing.